Posted on

Get To Know Sea Cucumbers

Today is Nadin’s birthday, as a good friend Sarah wants to make Nadin happy on his birthday by taking him to his favorite seafood restaurant. Then they go to a seafood place and choose their favorite menu, which is mussels. Sarah and Nadin are loyal customers at the seafood restaurant. At the beginning of each month they always choose to eat there just to appreciate themselves after a month of work. This makes Sarah and Nadin as customers with platinum members there that not everyone can get. 

At the time after choosing the menu, they were approached by chef Julian who offered a new menu which will be launched next month. They both gladly accepted the offer from the chef. However, how shocked they were when they saw the menu that came. The shape is not like fish, not like a shell, especially like squid. Nadin hestated to try it because of its shape looks like a large caterpillar. As the saying goes “Don’t judge a book by it’s cover” maybe this also applies for this dish. Even though the physical form is look like worm-like, but the taste when eaten is extraordinary. It tastes the same as when eating sashimi. Although it is a bit ticklish because of its chewy texture, this dish is very delicious when combined with a sauce made by chef Julian. 

Confused and amazed at the same time felt by Sarah and Nadin after trying the menu, Sarah finally ventured to ask chef Julian who had just smiled when he saw them observing the menu. Sea cucumbers have their names, Chef Julian says. Elliptical, sea cucumbers are known as sea cucumber in English. This title arises because of its shape which is similar to cucumber. Usually, sea cucumbers are sold in two types namely dry sea cucumbers and wet sea cucumbers. The processing of sea cucumbers is also not easy, there are several steps that must be done so that sea cucumbers can be consumed especially when we buy dried sea cucumbers. Before processing into food, sea cucumbers must be soaked in water first so that the texture is softer. 

“Then, for the immersion process is it only using ordinary water chef?” Nadin asked.

” Of course, this sea cucumber processing process must use water that is really clean, “replied chef Julian.

The process of sea cucumber processing requires quite long, in addition it also needs enough extra attention in maintaining sea cucumbers during the immersion process. The water used should not be mixed with oil, salt or anything. If this happens, it can damage the tastes of sea cucumbers. During the immersion process, the water must be replaced routinely and the duration of the immersion process is very dependent on the quality of sea cucumbers. Sea cucumbers have a number of different qualities. If the sea cucumber has enlarged to double the size and has a soft and chewy texture, then the sea cucumber is ready to be processed.

Maybe it will be a little strange to most people when eating sea cucumbers. Just like Sarah and Nadin who just knew and understood the existence of food with sea cucumber raw materials. Out of curiosity they find out more about sea cucumbers. Who would have thought if sea cucumbers are quite popular abroad such as China, Singapore and Taiwan. Even Indonesia is considered as one of the biggest producers of sea cucumbers in the world because of the 650 species of sea cucumbers, 10% found in Indonesia is more interesting right?

Indonesia with its marine wealth and thousands of species that live in the sea is a gift to be thankful for. There are many species in the Indonesian sea which are not necessarily owned by other countries, one of which is sea cucumbers. This makes Indonesia has great potential, especially in terms of sea cucumber exports. However, behind it all, of course there is a struggle that must be done, especially the sea cucumber fishermen. The potential of sea cucumbers which are increasingly in demand will certainly increase the demand for sea cucumbers to the fishermen. Moreover, the price of sea cucumbers on the market can step on hundreds of thousands per kilogram and even per tail. It is conceivable that fishermen will surely improve their living standards.

But it is not as easy as imagined. Although the prices on the market are very expensive, but the fishermen get a fairly cheap price. This often happens because the quality of sea cucumbers produced is far from the expected quality. Naturally this happened because the fishermen were still traditionally processing sea cucumbers. Thus, consumers have difficulty getting sea cucumbers with good quality.

In improving the quality of sea cucumbers, Ledgernow helps provide convenience in maintaining the quality of sea cucumbers by using modern technology processing, so that sea cucumbers will continue to be maintained hygienic and contain properties. Sea cucumbers that have good quality will affect the price of sea cucumbers, which help sea cucumbers fishermen become more prosperous. In using the Ledgernow blockchain-based system helps fishermen, in the process of shipping sea cucumbers to consumers more effectively and reliably with data stored automatically and which can be tracked in realtime, so that consumers easily reach information on shipping goods.
Ledgernow together helps the welfare of fishermen in facilitating the process of selling sea cucumbers to consumers, with the ease of shipping and processing sea cucumbers. Quality sea cucumbers will provide a high price quantity. With the help of managing the sea cucumbers, this will be able to help raise the standard of living of the fishermen to be more developed. For more information, visit https://ssc.co.id/

Posted on

Mengenal Lebih Dekat Teripang

Hari ini adalah ulang tahun Nadin, sebagai teman yang baik Sarah ingin membuat Nadin senang di hari ulang tahunnya dengan mengajaknya makan ke restoran seafood kesukaannya. Kemudian mereka pergi ke tempat seafood dan memilih menu kesukaan mereka yaitu kerang dara. Sarah dan Nadin merupakan pelanggan setia di restoran seafood tersebut. Setiap awal bulan mereka selalu memilih untuk makan disana sekedar untuk mengapresiasi diri setelah sebulan bekerja. Hal ini menjadikan Sarah dan Nadin sebagai pelanggan dengan member platinum disana yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. 

Pada saat setelah memilih menu, mereka dihampiri oleh chef Julian yang menawarkan menu baru yang akan di launching bulan depan. Dengan senang hati mereka berdua menerima tawaran dari chef tersebut. Akan tetapi, betapa kagetnya mereka ketika melihat menu yang datang. Bentuknya tidak seperti ikan, tidak seperti kerang apalagi seperti cumi. Nadin merasa aneh jika harus mencobanya. Apalagi bentuknya terlihat seperti ulat yang besar. Seperti pepatah yang mengatakan “Jangan menilai orang dari sampulnya” mungkin hal ini juga bisa berlaku untuk menu ini. Meskipun bentuk fisiknya seperti itu, akan tetapi rasa ketika di makan sangat luar biasa (ga pernah makan). Rasanya sama seperti saat memakan sashimi. Meskipun agak geli karena teksturnya yang kenyal, akan tetapi menu ini sangat lezat ketika dipadukan dengan saus yang dibuat oleh chef Julian. 

Bingung sekaligus takjub yang dirasakan oleh Sarah dan Nadin setelah mencoba menu tersebut, akhirnya Sarah memberanikan diri bertanya kepada chef Julian yang dari tadi hanya tersenyum saat melihat mereka mengamati menu itu. Teripang namanya, begitu kata chef Julian. Berbentuk bulat panjang, teripang dikenal sebagai sea cucumber dalam Bahasa Inggris. Sebutan ini muncul karena bentuknya yang mirip dengan timun. Biasanya, teripang dijual dalam dua jenis yaitu teripang kering dan teripang basah. Proses pengolahan teripang juga tidak mudah, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar teripang dapat dikonsumsi apalagi ketika kita membeli teripang yang kering. Sebelum diolah menjadi makanan, teripang harus direndam terlebih dahulu dengan air agar teksturnya lebih lembut. 

“Lalu, untuk proses perendamannya apa hanya memakai air biasa chef?” tanya Nadin.” 

“Tentu saja, proses pengolahan teripang ini harus menggunakan air yang benar-benar bersih” jawab chef Julian.

Proses pengolahan teripang membutuhkan waktu yang cukup lama, selain itu juga perlu perhatian yang cukup ekstra dalam dalam menjaga teripang pada saat proses perendaman. Air yang digunakan tidak boleh dicampur dengan minyak, garam atau apapun. Jika hal ini terjadi, maka bisa merusak teripang. Selama proses perendaman, air harus rutin diganti dan lamanya proses perendaman sangat bergantung pada kualitas teripang. Teripang memang memiliki beberapa kualitas berbeda. Jika teripang sudah membesar hingga berukuran dua kali lipat dan memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, maka teripang sudah siap untuk diolah.

Mungkin akan sedikit asing bagi kebanyakan orang saat memakan teripang. Sama seperti Sarah dan Nadin yang baru tahu dan mengerti adanya makanan dengan bahan baku teripang. Karena penasaran mereka mencari tahu lebih banyak tentang teripang. Siapa yang menyangka jika teripang cukup populer di luar negeri seperti Tiongkok, Singapura dan Taiwan. Bahkan Indonesia dianggap sebagai salah satu penghasil teripang terbesar di dunia karena dari 650 jenis spesies teripang, 10% terdapat di Indonesia semakin menarik bukan?

Indonesia dengan kekayaan lautnya dan beribu spesies yang hidup di laut merupakan anugerah yang patut untuk disyukuri. Ada banyak spesies di laut Indonesia yang belum tentu dimiliki oleh negara lain salah satunya teripang. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki potensi besar terutama dalam hal ekspor teripang. Akan tetapi, dibalik itu semua tentu saja ada perjuangan yang harus dilakukan terutama para nelayan teripang. Potensi teripang yang semakin banyak diminati tentu saja akan meningkatkan permintaan teripang kepada para nelayan. Apalagi harga teripang di pasaran bisa menginjak ratusan ribu per kilogram bahkan per ekornya. Bisa dibayangkan bahwa para nelayan pasti akan meningkat taraf hidupnya.

Akan tetapi hal itu tidak semudah dibayangkan. Meskipun harga di pasaran sangat mahal, tetapi para nelayan mendapat harga yang cukup murah. Hal ini sering terjadi karena kualitas teripang yang dihasilkan jauh dari mutu yang diharapkan. Wajar saja hal ini terjadi karena para nelayan masih secara tradisional dalam mengolah teripang. Sehingga, para konsumen kesulitan mendapatkan teripang dengan kualitas yang baik.

Dalam meningkatkan kualitas teripang, Ledgernow membantu memberikan kemudahan dalam menjaga kualitas teripang dengan menggunakan pengolahan teknologi modern, sehingga teripang yang akan terus terjaga higienis dan kandungan khasiatnya. Teripang yang memiliki kualitas yang baik akan berpengaruh pada harga teripang tersebut, yang membantu nelayan teripang menjadi lebih sejahtera.  Dalam menggunakan sistem berbasis blockchain Ledgernow membantu nelayan teripang dalam proses pengiriman teripang kepada konsumen dengan lebih efektif dan terpercaya dengan data yang tersimpan secara otomatis dan yang dapat dilacak secara realtime, sehingga konsumen mudah dalam menjangkau informasi pengiriman teripang. 

Ledgernow bersama membantu kesejahteraan nelayan dalam memudahkan proses penjualan teripang kepada konsumen, dengan kemudahan pengiriman dan pengolahan teripang. Teripang yang berkualitas akan memberikan kuantitas harga yang tinggi. Dengan terbantunya pengelolaan teripang-teripang ini akan mampu membantu menaikkan taraf kehidupan para nelayan teripang untuk lebih berkembang. Info selengkapnya kunjungi https://ssc.co.id/ 

Posted on

Tips Agar Bisa Membeli Rumah Dengan Modal Gaji UMR

Generasi millennials selalu diramalkan dengan generasi yang susah memiliki rumah pribadi, apalagi yang hidup di Jakarta. Karena harga rumah yang sekarang ini sangat mahal, bahkan jika ingin membeli rumah harus jauh dari perkotaan agar mendapat harga yang sedikit lebih murah. Kita dapat  saja membeli rumah dengan berhemat dan menabung, yang mahal itu sebenarnya sih gaya hidup sehari-hari. Jika kamu sedikit menekan gaya hidup dan mulai berinvestasi dan menabung mungkin impian untuk beli rumah itu bisa saja terjadi. Nah berikut ini adalah tips agar bisa membeli rumah dengan gaji UMR:

  1. Berhemat dan Menabung untuk DP

Sebisa mungkin kamu harus menabung penghasilan sebesar 20% secara konsisten, sebisa mungkin kamu harus berhemat menekan pengeluaran untuk membayar DP rumah KPR. Sebisa mungkin kamu harus benar-benar memperhatikan urusan pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang kamu untuk berbelanja keperluan utama, jangan berlebihan apalagi menggunakan kartu kredit batasi hal tersebut.

2. Cari KPR yang menawarkan DP 0%

Saat ini, Bank Indonesia memiliki aturan yang membebaskan bank menentukan uang muka yang harus dibayar nasabah, bahkan hingga 0 persen atau 10 persen untuk rumah pertama. 

Kamu bisa menabung untuk mengumpulkan DP sebesar 10%, atau mencari bank yang menyediakan KPR sebesar 0%. Untuk kamu yang punya gaji UMR, tak perlu menunggu waktu lama deh untuk mengumpulkan uang muka. Kesempatan untuk punya rumah pun terbuka lebar!

3. Alokasikan pengeluaran untuk cicilan rumah

Mencicil rumah adalah tanggung jawab yang akan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Apabila kamu tak terbiasa menyisihkan uang dalam waktu lama seperti untuk KPR, maka sebaiknya kamu mulai membiasakan diri. Supaya bisa memproyeksikan berapa jumlah cicilan yang harus dibayarkan kelak, kamu bisa coba manfaatkan kalkulator KPR di sini. 

  1. Ikuti Lelang Rumah 

Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah. Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut, Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya rumah yang diikutsertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank. Namun, jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, sebaiknya terlebih dahulu mengecek kondisi rumah, beserta akses menuju ke sana, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan bebas banjir.

Banyak jalan menuju Roma, banyak juga cara untuk memiliki rumah bagi karyawan dengan gaji UMR sekalipun. Jangan patah semangat dan semoga kamu semakin termotivasi untuk membeli rumah ya. Gunakan Aplikasi YONK untuk mengatur keuangan kamu sekarang, karena dengan menggunakan Aplikasi YONK akan mempermudah kamu dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran kamu sehingga kamu seperti memiliki perencana keuangan yang handal. YONK sebagai salah satu aplikasi berbasis teknologi blockchain yang memberikan rasa kepercayaan, keamanan dengan traceability yang tinggi sehingga kamu tidak perlu lagi khawatir dengan keamanan penyimpanan uang mu dengan sistem YONK ini.  Daftar segera di YONK, klik link berikut untuk informasi selengkapnya  https://www.yonk.io

Posted on

Bahagia Di Hari Tua

Bapak pernah bercerita bahwa beliau bekerja mulai dari usia 18 tahun. Saat itu Bapak terhitung baru saja lulus dari STM (Sekolah Teknik Menengah) jurusan bangunan. Bapak bercerita, di domisilinya kala itu masuk STM lebih digemari karena lebih banyak praktek dibanding teori, sehingga banyak pula kemampuan berkaitan dengan hardskill yang didapat, khususnya ilmu mengenai teknik bangunan.

Bapak mengisahkan, kali pertama bekerja hanyalah sebagai tukang kebun di suatu instansi, ya mengecek tanaman sekaligus menyiramnya di jam yang sudah ditentukan. Semacam kerja di lapangan dan terbilang serabutan. Waktu itu Bapak mengaku tidak keberatan apalagi malu, terpenting adalah bisa bekerja dan membantu orang tua.

Sambil bekerja, setelah dirasa uang tabungan cukup, Bapak mencoba melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Sayang, karena fokus terbagi dua antara bekerja dan kuliah, akhirnya banyak nilai yang terbengkalai dan Bapak harus merelakan kuliahnya tersebut. Dengan segala perjuangan Bapak dalam bekerja sampai ke posisi terakhir yang diemban, akhirnya beliau pensiun setelah selama kurang lebih 40 tahun berkarir. Sebagaimana seseorang yang meninggalkan kebiasaannya setelah selama berpuluh tahun dilakukan, sedih tidak dapat dipungkiri dan tak terbantahkan.

Karena kurang berminat dalam berwirausaha, akhirnya Bapak memutuskan untuk menikmati masa pensiun di rumah, bermain dengan cucu dan menjadi “tukang ojek pribadi” Ibu yang masih aktif mengajar sebagai guru di salah satu sekolah.

Saya menghargai pilihan Bapak sebagaimana beliau menghargai setiap keputusan yang saya tentukan dalam hidup. Saya dan Bapak memang seringkali berbeda pendapat, maka tak jarang saya sering menegaskan bahwa, dengan segala resikonya saya sudah mempertimbangan mengenai beberapa langkah yang diambil. Selain dari itu, saya teramat menyayangi dan menghormati beliau. Dalam kesederhanaannya, beliau selalu membuat saya bahagia tanpa kenal lelah dan itu semua membekas dalam ingatan hingga sekarang.

Sebagaimana anak-anak lain yang pada masanya suka menonton Tom & Jerry, saya pun ikut menyukainya dan Bapak mengetahui hal itu. Maka seringkali saya dibawakan CD Tom & Jerry walau bajakan. Hehe. Toh, bagi saya bukan soal bajakannya, lebih kepada niat membuat saya senang.

Bapak juga senang sekali memberi kejutan. Seringkali saya dibelikan mainan olehnya sepulang kerja. Itu kenapa sewaktu kecil, bagi saya menanti Bapak pulang bekerja adalah hal yang paling menyenangkan dibanding menanti jawaban darinya yang tak kunjung ada kepastian. Saat ini, aktivitas Bapak selain antar-jemput Ibu untuk kebutuhan mengajar, layaknya beberapa pensiunan lain, adalah membaca. Sedari dulu beliau memang hobi membaca, dari mulai membaca koran sampai dengan beberapa majalah. Beliau juga bercerita semasa sekolah memiliki hobi kirim tulisan ke beberapa surat kabar, saat itu honor yang didapat sekitar 750 rupiah yang pada masanya tergolong cukup untuk mentraktir gebetan di kedai soto terdekat.

Badminton menjadi salah satu olahraga favorit Bapak dan sampai dengan saat ini masih terus ditekuni dengan teman sebayanya. Tentu tidak akan selincah dulu, namun efektif dalam menghilangkan rasa jenuh dan suntuk pada masa pensiun. Paling penting, beliau tetap bahagia serta menjaga mood positifnya melalui badminton.

Atas apa yang dilakukan selama hidup sampai dengan saat ini, dari mulai bekerja, menafkahi serta membuat keluarga bahagia tak terkecuali saya sebagai anak. Bapak layak menikmati hari tua sebagaimana mestinya dengan cara apa pun yang beliau mau. Itu semua bisa ia lakukan karena ia pandai merencanakan keuangannya dari selama ia kerja berpuluh-puluh tahun. Beberapa tahun sebelum ia pensiun, ia bekerja sama dengan Yonk.io dalam mengolah keuangan perencanaan masa depan, bapak berharap agar kelak masa tua nanti tidak perlu khawatir mengambil jalan yang salah mengenai keuangan yang dimiliki nya. Berkat Yonk.io, keuangan yang bapak miliki teratur dengan rapi dan efisien, bahkan saya masih bisa kuliah karena perencanaan bapak yang matang. Saya berharap banyak masyarakat Indonesia yang lebih peduli akan perencanaan keuangan di masa yang akan datang kelak, agar tidak menyesal dikemudian hari. Berkat Yonk.io, masa depan bapak sekeluarga menjadi lebih baik. Jika ingin tau lebih lengkap tentang Yonk.io anda bisa cek di link berikut https://www.yonk.io/.

Sekarang, sudah semestinya saya yang bekerja keras, bahkan lebih keras dari apa yang beliau lakukan dahulu dengan segala tantangan dan kesulitan yang ada. Atas apa yang sudah dilakukan oleh Bapak, beliau layak mendapat apresiasi, sudah menjadi kewajiban sebagai anak harus menghormati. Sebab, bagaimana kondisi kita saat tua nanti masih menjadi misteri yang tidak ada seorangpun mengetahui.

Posted on

Kerja Keras Yang Membuahkan Hasil

Saat masih berusia 9 tahun, Maria lebih mahir menggunakan cangkul dan garu dibandingkan bermain dengan boneka. Tak seperti anak-anak sebayanya, wanita yang dibesarkan di pinggiran kota Semarang, Jawa Tengah ini harus menjalani usia mudanya untuk bekerja sebagai buruh anak. Setiap hari, Maria membantu sang ayah bekerja di kebun. Meski bukan milik sendiri, kebun yang digarapnya tersebut setidaknya bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Hari-harinya berjalan seperti biasa, hingga pada usia 12 tahun sang ayah meninggal dunia. Tidak ada lagi yang bisa menafkahi keluarga, ibunya juga harus berjuang mati-matian menghidupi Maria dan 9 saudaranya.

“Saat itu saya baru mengerti bahwa sesuatu bisa menjadi buruk kapan saja,” tutur Maria

Lantas, ia bersama ibu dan saudara-saudaranya memutuskan pindah ke rumah nenek. Maria dan sang ibu bekerja di pabrik gula menjadi buruh potong tebu. Setiap hari ia bekerja selama 10 jam. Bosan dengan hidup yang serba kesusahan, Maria akhirnya bertekad untuk mengubah nasibnya. Di usia 17 tahun ia memutuskan hijrah ke kota bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kehidupan yang dijalaninya kala itu pun jauh dari kecukupan, ia hanya punya waktu libur dua hari dalam sebulan. Semua hasil upahnya pun harus ia kirim ke kampung untuk membantu ibu dan adik-adiknya. Menjalani hidup sebagai pembantu rumah tangga tak lantas membuat Maria puas. Maria merasa banyak kesenjangan yang harus dirasakannya apalagi ketika bekerja dengan orang-orang kaya.

Dengan tekad yang besar, Maria akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. Ia kemudian masuk ke sekolah kejuruan agar bisa bekerja kantoran sebagai seorang resepsionis. Di tahun 1995, Maria dihadapkan pada satu kesempatan yang mengubah hidupnya. Istri dari bos tempat ia bekerja memintanya untuk membantu membuat kue. Tak tanggung-tanggung, Maria diminta merancang kue seberat 35 kilogram.

“Istri bos saya senang untuk menjual kue. Suatu hari, ia mengalami cedera kaki. Dia kemudian meminta saya untuk membantunya membuat kue. Saya tidak pernah memanggang sebelumnya, saya hanya mengikuti instruksi. Untungnya hasil kue itu memuaskan,” cerita Maria.

Sang istri bos sangat senang dengan kue yang Maria buatkan. Ia pun menghadiahi Maria sebuah mixer dan meminta Maria membuat kue lebih banyak untuk teman-temannya. Setelah itu, semua kesempatan semakin terbuka lebar untuk Maria. Ia tak hanya bekerja sebagai resepsionis, kala malam Maria juga sibuk membuat pesanan kue.

Dua tahun setelahnya, Maria memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Ia membuka gerai toko kue pertamanya yang diberi nama Sensacoes Doces. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, ia mampu membuka cabang di empat tempat berbeda. Setelah mampu dikenal luas oleh masyarakat, salah seorang teman menyarankan Maria untuk membuat franchise. Meski ia tidak terlalu tahu tentang dunia franchise, wanita ini akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran temannya tersebut.

Benar saja, hanya dalam waktu singkat, gerai kuenya kini menjamur di 50 lokasi berbeda. Dua dekade setelah ia membuka gerai toko pertamanya, Maria kini memiliki lebih dari 100 outlet di beberapa kota dan negara. Tiap toko, ia mempekerjakan lebih dari 15 orang pegawai. Maria menuturkan, ia memiliki dua mimpi besar dalam hidupnya. Ia ingin membuat sang ibu tidak lagi harus bekerja di ladang tebu. Ia juga ingin anak-anaknya tidak merasakan pengalaman pahitnya dulu.

“Awalnya saya takut bisnis ini berkembang sangat pesat dan saya tidak memiliki pengalaman yang cukup. Tapi di satu poin saya mengerti bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saya bahkan harus bersyukur sudah bisa berada di titik ini,” tutur Maria.

Kesuksesan yang Maria miliki bukan dengan cara yang mudah dan Instan, ia bekerja keras untuk meraih kesuksesannya tersebut. Ia bekerja siang dan malam, mencoba untuk mengumpulkan pundi – pundi modal untuk membuka toko kue pertama nya itu. Setelah toko kue pertamanya berhasil ia miliki, ia langsung mencoba menggunakan aplikasi Yonk.io, dimana aplikasi Yonk.io ini merupakan aplikasi berbasis blockchain yang membantu Maria dalam mengelola keuangan penjualannya dengan lebih teratur dan terpercaya. Sistem blockchain yang memberikan keamanan dan kemudahan bagi penggunanya untuk menjaga keamanan alur keuangannya dengan sistem kas yang canggih dan juga realtime, jadi pembukuan keuangan masuk serta keluar semuanya diatur oleh Yonk.io, berkat itulah toko Maria semakin sukses dan akhirnya ia berhasil membuka ratusan toko lainnya di berbagai daerah. Untuk lebih lengkapnya mengenai Yonk.io, anda bisa klik link berikut https://www.yonk.io/

Posted on

Dengan Memasang Solar Panel, Anda Bisa Cepat Balik Modal

This image has an empty alt attribute; its file name is Dengan-Memasang-Solar-Panel-Anda-Bisa-Cepat-Balik-Modal.png

Tahukah kalian bahwa harga Solar Panel di Indonesia saat ini berada di kisaran US$ 1/Watt peak (Wp) atau US$ 1.000/kilowatt peak (kWp). Jika dikonversikan dalam rupiah, maka harga Solar Panel dengan kapasitas 1 kWp sekitar Rp 13,2 juta. Ditambah biaya instalasi di atap rumah, biayanya sekitar Rp 15 juta/kWp. Untuk kebutuhan listrik rumah tangga sendiri, kira-kira perlu 1-2 kWp alias 1.000-2.000 Watt peak (Wp). Mengapa hal seperti ini sangat dibutuhkan? Karena seperti yang kita tahu potensi energi surya di Indonesia sangat besar karena letak geografisnya yang berada di garis khatulistiwa.

Solar Panel sendiri merupakan alat yang terdiri dari sel surya, aki dan baterai yang mengubah energi cahaya menjadi listrik. Solar Panel menghasilkan arus listrik searah atau DC. Untuk menggunakan berbagai alat rumah tangga yang berarus bolak-balik atau AC dibutuhkan converter  (alat pengubah arus DC ke AC). Jika Solar Panel dikembangkan di Indonesia yang memiliki keuntungan mendapat sinar matahari sepanjang tahun, hal ini sangat cocok untuk daerah-daerah di pelosok-pelosok yang sulit dijangkau oleh PLN. Solar Panel juga merupakan Renewable Energy yang ramah lingkungan. Jika dapat dikembangkan ke rumah-rumah penduduk, maka dapat menghemat energi listrik terutama di Indonesia. Misalnya, jika 1 unit sel surya untuk keperluan listrik di siang hari dan 1 unit lagi untuk menyimpan energi listrik pada malam harinya, tentu saja dapat menghemat energi listrik lumayan besar.

Sekarang sudah semakin banyak rumah-rumah yang memakai Solar Panel di atap untuk memenuhi kebutuhan listrik pada siang hari. Tapi pemakainya masih terbatas di masyarakat kelas menengah atas. Sebab, biaya yang dibutuhkan setidaknya Rp 15 juta dan masih belum menjangkau masyarakat Indonesia pada umumnya. Meski demikian uang yang diinvestasikan untuk memasang Solar Panel bisa segera kembali dalam 4 tahun dan tanpa kita sadari Solar Panel juga memberi manfaat langsung berupa penghematan tagihan listrik. Di tahun ke-8 dan seterusnya, pemilik rumah sudah bisa menikmati keuntungan dari Solar Panel karena energi dari sinar matahari tentu tak akan habis, hanya mahal di awal saja tapi selanjutnya sangat murah bukan? Serta tidak menghasilkan polusi.

Mari kita lihat seperti kisah A, pada awalnya di sebuah kota terdapat keluarga yang kaya raya dan mempunyai anak tunggal bernama A. A ini adalah anak SMA berusia 17 tahun yang selalu memikirkan dirinya sendiri, bersikap egois serta tidak pandai dalam menghemat energi. Ia sangat tidak peduli dengan penghematan listrik, karena ia berpikiran buat apa hemat listrik selagi masih bisa dibeli dan bukan ia pula yang membayar. A sendiri pun mempunyai kedua orangtua yang kaya raya, jadi biarkan orang tuanya yang menanggung dan memenuhi semua kebutuhannya beserta listrik yang dipakainya. A juga selalu menganggap dirinya adalah yang paling benar dan merasa semua hal yang ada pada dirinya penting.

“A!!! Kenapa siang-siang gini semua listrik menyala? Berapa kali sih Ibu nasihatin kamu untuk selalu menghemat listrik?” Nasihat Ibu A. “Ibu… Listrik kan untuk kebutuhan A, tanpa listrik A tidak bisa beraktivitas, lagipula kan Ibu sama Ayah orang kaya. Jadi berapapun pengeluaran listrik tidak masalah mahal atau nggaknya.” Balas A agak panjang. “Tapi tidak berlebihan juga, pakailah sebutuhnya saja. Walaupun kita kaya, kita juga harus bersedekah, menolong orang, juga menghemat kebutuhan sehari-hari.” “Terserah Ibu deh.” A pun memberanikan diri untuk menanggapi omongan ibunya. Setiap harinya, A selalu dinasihati Ibunya untuk menghemat listrik. Tetapi ucapan Ibu A tidak ada satu pun yang dilaksanakannya. Ibu A pun sangat kesal karena sikap A yang egois dan memikirkan dirinya sendiri. 

Namun 1 bulan kemudian Orangtua A mengalami kebangkrutan. Untungnya Orangtua A mempunyai simpanan uang untuk makan sehari-hari, sedangkan A tidak mengetahui hal itu karena Orangtuanya tidak ingin memberitahukan saat ini. Orangtua A sangat panik ketika mengetahui listriknya sudah hampir habis. Sore hari tepatnya, tadinya A ingin menghabiskan malam minggu bersama pasangannya tetapi akhirnya tidak jadi karena mendadak mati listrik. A yang sedang ingin mandi pun kaget dan berteriak “Ibuuuu!!! Listriknya mati.” Karena takut, A berteriak sambil menghampiri Ibunya. “Maaf Ibu baru bilang sekarang, sebenarnya Ibu dan Ayah saat ini sudah bangkrut dan hanya mempunyai persediaan uang sedikit itupun hanya untuk makan kita sehari-hari. Kan Ibu sudah pernah bilang, pakailah listrik sebutuhnya saja, jika sudah tidak dipakai matikan dan jangan ditinggalkan begitu saja.” “Ibu maafkan A yaa. A selama ini salah, seharusnya A mendengarkan perkataan Ibu. Sekarang A pun tahu bahwa listrik itu sangat bermanfaat ketika dipakai, tetapi akan merugikan ketika tidak berfungsi. “Yasudah tidak apa-apa, jangan disesali perbuatan kamu yang sudah berlalu tetapi lain kali cobalah untuk hemat listrik ya dan jika kita sudah punya uang lagi nanti, kita akan coba mengganti pemakaian listrik dengan energi alternatif lain yang lebih hemat, tentunya kamu juga harus hemat ya dalam pemakaiannya.”

Berdasarkan kisah yang dialami A diatas, untuk itu REEF sebagai aplikasi financing berbasis Blockchain hadir dalam mempermudah anda memperoleh Solar Panel. Dengan bekerjasama dengan JSKY sebagai produsen dari Solar Panel ini, kami berkomitmen dalam mengubah gaya hidup anda dan beralih ke Renewable Energy, dan anda minimal sudah menyelamatkan keluarga anda dan turut membantu dalam kelestarian lingkungan. Tentunya dengan misi menjangkau seluruh masyarakat Indonesia untuk beralih ke Renewable Energy. Yuk mulai beralih dan pasang Solar Panel ini melalui REEF! Ingin tahu lebih banyak, langsung saja klik www.reef.id untuk informasi selengkapnya.

Posted on

Mencoba Berhemat Dengan REEF

This image has an empty alt attribute; its file name is Mencoba-Berhemat-Dengan-REEF.png

Deni yang sehari-harinya membuka usaha laundry harus memutar otak bagaimana agar cucian pelanggannya bisa tetap selesai sesuai waktu yang ditentukan. Untuk memastikan bahwa cuciannya selesai, ia pun mencoba berbagai macam cara dan ia berusaha untuk mencuci semua cucian pelanggannya semampunya dengan dibantu beberapa karyawannya. Hal ini dilakukan karena di wilayahnya terjadi pemadaman listrik yang tak kunjung menyala dan tidak ada tanda tanda sampai kapan listriknya akan menyala. Deni merupakan pengusaha laundry yang  sudah cukup terkenal di wilayahnya, bisnis ini sudah digeluti oleh Deni sejak tiga tahun lamanya, karena rasa ingin membantu mengingat di wilayahnya banyak warga yang malas untuk mencuci pakaian yang menjadi faktor pendorong baginya untuk membuka usaha yang kini sedang dia geluti. Dia menganut prinsip dalam membantu orang di sekitar dapat diciptakan peluang mendapatkan uang.

Namun hari ini merupakan hari yang buruk baginya karena tiba-tiba listrik di tempat usahanya padam. Pada awalnya Deni masih terlihat santai dengan adanya pemadaman listrik ini, karena ia berasumsi bahwa hal tersebut sering terjadi dan tidak akan lama. Tetapi ketika Deni menunggu dari siang hingga sore, ia pun mulai gelisah dan mulai khawatir karena cucian pelanggannya tidak dapat selesai sesuai waktu yang ditetapkan. Deni pun berusaha untuk menghubungi teman-temannya untuk menanyakan apakah ada yang mempunyai tenaga Genset untuk dipinjamkan agar mesin-mesin cucinya dapat berfungsi kembali sehingga cucian pelanggannya dapat terselesaikan. Yang dilakukan Deni untuk menghubungi teman-temannya menjadi sia-sia karena bukan hanya diwilayahnya saja yang mengalami pemadaman listrik. Namun, sampai di seluruh pelosok luar wilayahnya pada saat itu terjadi pemadaman listrik. Hal ini membuat Deni mesti kewalahan harus menyelesaikan cucian-cucian pelanggannya dalam waktu secepatnya karena bisnis laundry Deni merupakan bisnis cuci kilat yang dapat sehari selesai.

Ketika Deni berusaha untuk menyelesaikan cucian-cucian milik pelanggannya, Deni juga harus menerima kenyataan bahwa banyak cucian milik pelanggannya yang belum kering sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini membuat Deni mengalami kerugian yang cukup besar karena tidak dapat mencuci pakaian-pakaian pelanggannya karena mesin cuci yang biasa dia gunakan menggunakan tenaga listrik dari PLN. Dalam kesehariannya aliran listrik memang menjadi kunci utama dalam beberapa bidang usaha, misalnya saja seperti Deni yang menggunakan listrik untuk menghidupkan mesin-mesin cuci miliknya, hal ini digunakan agar pakaian-pakain dari pelanggan Deni dapat dicuci dengan baik, sehingga dalam sehari pakaian-pakaian tersebut dapat selesai dengan rapi dan membuat pelanggan Deni tersebut puas dengan hasilnya. Dalam bisnisnya juga Deni sangat bergantung kepada listrik, bagaimana tidak? Mesin cuci, mesin pengering serta alat-alat lainnya yang digunakan oleh Deni semuanya memerlukan energi listrik. Maka dari itu ketika terjadi pemadaman listrik yang cukup memakan waktu lama tentu saja Deni mengalami kerugian yang sangat besar, karena selain cucian-cucian pelanggannya tidak selesai, hal lain yang cukup merugikan adalah hilangnya kepercayaan dari pelanggan karena cuci kilat satu harinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

Bukan hanya Deni saja dengan bisnis laundry nya yang mengalami kerugian yang besar, bisnis minuman dingin milik Toni juga merugi karena adanya pemadaman listrik cukup lama dan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu untuk pemadamannnya. Usaha minuman dingin milik Toni ini sebenarnya sudah mempunyai tenaga listrik cadangan berupa Genset, namun Genset yang berbahan bakar besnin juga tidak dapat digunakan dengan durasi yang lama karena membutuhkan bensin dalam penggunaannya. Kerugian yang dialami Toni ini bisa jadi sangat membengkak karena untuk mendinginkan minuman-minuman miliknya hampir semuanya menggunakan alat-alat bertenaga listrik dari mulai freezer untuk es batu, lalu mesin pengocok minuman dan kulkas untuk menyimpan stoknya pun menggunakan alat-alat bertenaga listrik. Dua contoh diatas merupakan usaha-usaha kecil yang bisa dibilang merupakan usaha rumahan, bagaimana jika terjadi pada usaha-usaha yang besar seperti pabrik, perkantoran dan lain sebagainya? Pada dasarnya, mungkin mereka memiliki sumber listrik cadangan seperti Genset, namun listrik tersebut juga tidak bisa bertahan lama karena membutuhkan bensin atau pun aki batere.

Sesungguhnya banyak orang yang dapat dirugikan jika listrik padam dan jika kita melihat dari sektor bisnis, ini dapat menyebabkan kerugian. Belum lagi kepercayaan pelanggan dalam bisnis atau usaha kita menjadi taruhannya, bagaimana pelanggan mau percaya jika kita tidak dapat memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan mereka. Kerugian bisnis yang dapat terjadi ketika pemadaman listrik menimpa tentu saja ini menjadi hal yang menakutkan bagi orang-orang yang mempunyai usaha-usaha yang bergantung pada alat-alat bertenaga listrik apalagi jika kita mengalami hal serupa. Jika masyarakat sekarang mulai beralih ke Renewable Energy seperti menggunakan Solar Panel yang memakai sinar matahari dalam penggunaannya dan mengubahnya menjadi energi listrik tentu hal ini dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan terburuk seperti di beberapa cerita di atas. 

Apakah anda ingin seperti Deni dan Toni yang harus menanggung kerugian akibat bisnisnya tidak berjalan akibat pemadaman listrik? Jika memang anda mulai peduli tentang dampaknya nanti, mungkin beralih ke sumber-sumber dari Renewable Energy bisa menjadi pilihan. Seperti REEF yang hadir untuk memberi solusi bagi terciptanya lingkungan yang hemat energi dan menjaga kelestarian lingkungan dengan Solar Panel yang dapat menghasilkan energi bersih dan juga menginspirasi masyarakat untuk segera beralih ke Renewable Energy. Dengan aplikasi berbasis Blockchain ini tentu anda bisa lebih mudah dalam mendapatkan Solar Panel ini serta bisa turut menjaga kelestarian lingkungan. Ingin tahu selengkapnya langsung saja klik www.reef.id untuk informasi selengkapnya.

 

Posted on

Solusi Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik

This image has an empty alt attribute; its file name is Solusi-Untuk-Kehidupan-Yang-Lebih-Baik.png

Hampir setiap hari, dari mulai hari selasa sampai hari minggu. Seorang pria bernama Bimo menjalankan usaha warung kopi kekinian miliknya, dengan dibantu beberapa karyawannya ia setiap siang selalu bergegas untuk membuka warung kopi kekinian miliknya tersebut. Bimo sendiri selalu bersemangat ketika waktu weekend tiba, karena menurutnya banyak sekali anak-anak muda yang datang ke warung kopinya untuk sekedar berkumpul dengan teman-temannya sekaligus bersenda gurau disana. Ketika hari semakin sore, semakin banyak sekali pengunjung yang datang ke warung kopi miliknya untuk sekedar mengisi perut maupun menikmati kopi hitam dan kopi susu disana. Selain tempatnya nyaman, harganya pun juga terjangkau di kalangan anak muda dan itu lah yang membuat warung kopi milik Bimo ini laris manis untuk tempat berkumpul dengan teman-teman. 

Pilihan menunya pun sangat beragam seperti mie instan, pizza mie, roti bakar, pisang bakar menjadi menu andalan di warung kopinya, belum lagi dari segi minuman ada kopi hitam, kopi susu, es susu segar dan bahkan es soda gembira yang sangat cocok disajikan dengan cemilan-cemilan yang ada di warung kopi miliknya. Walaupun bisa dibilang menu tersebut merupakan menu standar warung kopi pada umumnya, tapi yang membuat warung kopi Bimo menjadi warung kopi kekinian adalah ditambahkannya topping-topping menarik ke dalam menunya sehingga menjadi lebih menggugah selera makan. Topping-topping tersebut berupa sosis, bakso, keju bahkan daging cincang dan meskipun adanya topping-topping tersebut, harga masih tetap bisa dijangkau. Ditambah lagi dengan interior warung kopinya yang nyaman dan enak dipandang serta jauh dari kesan jorok, hal itu membuat orang-orang terkadang rela antri untuk bergantian makan maupun nongkrong di warung kopi miliknya tersebut, apalagi jika memasuki weekend. Weekend ini berjalan seperti biasanya, warung kopi milik Bimo ini selalu ramai dan tidak ada meja mau pun kursi yang kosong. Apalagi jika weekend seperti ini sering ada live music yang diisi oleh musisi jalanan di sekitar wilayah warung kopinya Bimo, dijamin makin nyaman untuk berkumpul dengan teman-teman.

Dengan senang hati, Bimo dengan dibantu 3 karyawannya langsung membuat menu-menu yang sudah dipesan pelanggan seperti mie instan, roti bakar, kopi hitam dan lain-lain. Namun saat Bimo mau membuat pesanan es susu segar dengan menggunakan blender, tiba-tiba beberapa menit kemudian tanpa adanya pemberitahuan dari PLN sebelumnya, listrik di warung kopi miliknya tiba-tiba mati total. Bimo pun kaget dan langsung meminta tolong kepada karyawannya yang lain untuk mengecek lingkungan sekitar apakah hanya warung kopinya yang mati atau tidak. Setelah di cek, karyawannya memberitahu bahwa rumah-rumah warga di sekitar warung kopinya juga mengalami hal yang sama. Gangguan listrik padam ini terjadi karena adanya gangguan dari pusat sehingga pemadaman bergilir pun tak bisa dihindari. Bimo pun beserta karyawannya hanya bisa menunggu listrik untuk kembali menyala. 

“Mohon maaf mas dan mba sekalian, kita kena pemadaman bergilir dan sekarang listriknya sedang mati. Jadi tidak bisa memesan apa-apa. Kita coba tunggu dulu sampai menyala.” Ujar Bimo beserta karyawan lainnya kepada setiap pelanggan yang baru datang dan beberapa yang masih menunggu pesanan di warung kopi miliknya. Beberapa menu di warung kopi miliknya itu rata-rata mengandalkan alat-alat bertenaga listrik seperti kompor untuk memasak, blender untuk membuat minuman serta freezer untuk mendinginkan es batu. Bimo sendiri juga tidak memiliki tenaga cadangan listrik seperti Genset untuk menyalakan listrik di warung kopi miliknya. Jadi bisa dibilang, sumber energi utama berjalannya usaha warung kopi milik Bimo ini adalah dengan menggunakan tenaga listrik.

Menjelang malam ketika Bimo dan karyawannya sudah hampir 3 jam menunggu, listrik pun tidak kunjung menyala juga dan ternyata setelah mendengar berita dari warga sekitar, PLN memberi tahu bahwa pemadaman ini memakan durasi yang agak lama. Jadinya warung kopi milik Bimo ini tidak bisa menjual menu-menu andalannya dikarenakan pemadaman listrik tersebut. Bimo pun terkejut dan hanya bisa pasrah mendengar berita ini. Hal ini tentu mengganggu seluruh operasional di warung kopi miliknya baik dari kompor, blender, freezer es bahkan kulkas pun tidak bisa menyala akibat pemadaman ini.

Setelah mendapat informasi resmi dari pihak PLN tentang pemadaman listrik ini, Bimo pun langsung segera membereskan warung kopinya dan meminta maaf kepada pelanggan-pelanggannya karena pesanan tidak dapat dibuat. Bimo pun terpaksa menutup warung kopinya dan ia pun malah merugi karena terpaksa menutup warung lebih cepat dari biasanya, apalagi memasuki weekend seperti ini yang dimana pelanggan sedang ramai-ramainya untuk singgah ke warung kopinya untuk nongkrong dan bersantai dengan teman-teman. Tentunya untuk kedepannya Bimo tidak mau hal ini terjadi lagi kepada usaha warung kopi miliknya, karena hal ini sangat berdampak besar pada pemasukan Bimo sebagai perintis usaha kecil dan menengah. Seperti cerita diatas, kita pun sebagai orang yang hidup di negara tropis dan memiliki usaha yang sangat bergantung dengan tenaga listrik, sangat ideal tentunya untuk memiliki Solar Panel sebagai alternatif tenaga listrik guna menghindari kerugian-kerugian yang bisa terjadi akibat pemadaman bergilir. 

Oleh karena itu, REEF sebuah aplikasi financing berbasis Blockchain adalah solusi anda untuk mempermudah aliran listrik di kehidupan anda di zaman modern seperti ini. Salah satu cara untuk memanfaatkan panasnya matahari yaitu lewat penyediaan Solar Panel yang di produksi oleh perusahaan JSKY yang bekerjasama dengan REEF. Dengan mengubah gaya hidup anda dan beralih ke Solar Panel, anda minimal sudah turut membantu dalam menghemat listrik serta membantu kelestarian lingkungan. Yuk mulai beralih dan pasang Solar Panel ini melalui REEF! Ingin tahu lebih banyak, langsung saja klik www.reef.id untuk informasi selengkapnya.

Posted on

Penerapan Energi Surya Bisa Dimulai dalam Lingkup Sekolah

This image has an empty alt attribute; its file name is Penerapan-Energi-Surya-Bisa-Dimulai-Dalam-Lingkup-Sekolah.png

Listrik yang menggunakan energi surya merupakan Renewable Energy yang penggunaannya sekarang ini mulai didorong oleh pemerintah. Selain ramah lingkungan, listrik bertenaga surya juga bermanfaat untuk menurunkan jumlah tagihan listrik PLN. Namun sayangnya, minat masyarakat akan penggunaan listrik bertenaga surya tersebut masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari survei yang dilakukan terhadap 500 orang dari kalangan menengah ke atas di wilayah Jabodetabek. Sebanyak 30% menyatakan tertarik ingin membeli namun sisanya tidak mau membeli karena harganya yang masih relatif mahal dan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan listrik tenaga surya tersebut masih rendah.

Seperti kisah Bu Rahma, Bu Rahma adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sendirian dirumah, sementara suaminya sering bertugas di luar kota. Ia memiliki 2 orang anak yang masih sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan serta membiayai sekolah anak-anaknya, ia membuka usaha warung kelontong di depan rumahnya. Seringkali teman-teman Bu Rahma berkumpul ke warung Bu Rahma selain untuk berbelanja, juga untuk berbagi informasi mengenai rumah tangga mereka. Hari ini beredar informasi jika tarif listrik yang akan naik di bulan depan dan ini berpengaruh pada bisnisnya Bu Fani yang merupakan teman Bu Rahma. Bu Fani memiliki usaha minuman dingin, tidak terlalu besar namun membutuhkan banyak listrik untuk menjalankan usahanya. Ibu-ibu lain pun mulai mendiskusikan jika benar adanya kenaikan tagihan PLN bagaimana dengan nasib mereka, pastinya akan lebih sulit lagi pengeluaran mereka karena harus menambah pembayaran listrik.

Bu Rahma terlihat sedikit panik dan mulai menyusun kembali pengeluarannya agar tetap stabil namun tetap saja ada kendala lain yaitu pihak sekolah tempat anak-anaknya bersekolah akan menaikkan biaya dan tentunya akan berpengaruh pada keuangan mereka, yang sekarang saja sudah kurang. Bu Rahma mendiskusikan hal ini dengan suaminya, ia menanyakan apakah dirinya tetap membuka warung saja untuk mengurangi beban suaminya dan suaminya pun setuju dengan keputusan tersebut. Dengan kegigihan setiap harinya Bu Rahma terus berjualan di warungnya, karena semakin banyak pelanggan yang membeli kebutuhan sehari-hari di warung Bu Rahma. Bu Rahma memiliki satu pelanggan yang selalu membeli bahan-bahan memasak di warungnya, yaitu seorang pemuda yang kebetulan kost di daerah situ dan ia berkuliah di jurusan teknik di salah satu universitas yang tak jauh dari wilayah kampung Bu Rahma. Suatu hari Bu Rahma bercerita mengenai tarif listrik yang naik yang membuatnya harus ikut bekerja membantu keuangan keluarganya, Tommy si pemuda yang menjadi pelanggan Bu Rahma tertarik dengan cerita tersebut, Tommy sendiri memang sedang melakukan riset mengenai Solar Panel menjadi terinspirasi untuk membantu Bu Rahma. 

Bu Rahma pun mengajak ibu-ibu di kampung untuk berkumpul dan Tommy menjelaskan riset yang sedang dilakukannya. Tommy nampak bersemangat membagi ceritanya dengan ibu-ibu dikampung tersebut. Namun adanya kendala dalam penggunaan Solar Panel yang Tommy ceritakan yaitu biaya yang sangat mahal dan lantas ibu-ibu di kampung tersebut pun menolak ide Tommy ini. Entah mengapa Bu Rahma sangat yakin dengan penggunaan Solar Panel ini, meskipun ia tidak terlalu paham dengan cara penggunaannya namun ia merasa pasti akan besar efeknya dikemudian hari. Bu Rahma pun meminta penjelasan lebih jelas kepada Tommy agar ia dapat meyakinkan ibu-ibu dikampungnya. Beberapa hari kemudian, Tommy menelpon Bu Rahma, ia mendapatkan kabar bahagia terdapat perusahaan yang menjual Solar Panel dengan cara cicilan bertahap. Perusahaan ini bernama JSKY dan bekerjasama dengan aplikasi financing bernama REEF, aplikasi berbasis Blockchain ini dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan Solar Panel dengan cicilan bertahap. Bu Rahma mulai mengeluarkan buku dan kalkulatornya dan menghitung berapa banyak yang dibutuhkan jika ibu-ibu setuju ikut patungan membeli Solar Panel ini yang dapat digunakan secara bersama-sama.

Bu Rahma akhirnya dengan berani menjelaskan informasi terbarunya dengan jelas dan para ibu-ibu mendengarkan dengan seksama walaupun sedikit ragu namun mereka percaya dengan Bu Rahma. Bu Rahma pun juga mengajak agar para ibu-ibu bekerja lebih giat lagi agar hasilnya dapat digunakan untuk menutupi biaya tersebut. Bu Fani ternyata sangat tertarik dengan Solar Panel ini dan tentu saja ia membutuhkan listrik sangat banyak terutama di siang hari, maka dengan Solar Panel ini akan sangat membantunya. Bu Fani pun menjadi orang pertama dikampung yang memasang Solar Panel dan lama kelamaan warga tampak tertarik setelah Bu Fani memasang Solar Panel ini di usaha minuman dinginnya. Sebulan berlalu Bu Fani dengan sumringah datang ke warung Bu Rahma, Bu Fani sangat berterimakasih dengan Bu Rahma yang mengenalkan Tommy dan REEF kepada mereka, ternyata bulan ini tagihan listrik Bu Fani lebih hemat 50 ribu dari tagihan sebelumnya. REEF adalah perusahaan yang dikenalkan Tommy, yang menjual Solar Panel yang dapat dibayar dengan cicilan. 

Berkat memakai Solar Panel tersebut, tagihan listrik mereka menjadi lebih normal. Bu Rahma pun merasa hidupnya kembali normal, bahkan setelah kenaikan biaya sekolah anak-anak mereka tidak mempengaruhi keuangan keluarga mereka kembali. Memang benar sinar matahari memberikan efek positif, selain dapat membantu dalam membuat pakaian kering dan bisa juga untuk meringankan tagihan listrik. 

Berdasarkan kisah yang dialami Bu Rahma, untuk itu REEF hadir sebagai solusi dalam mempermudah anda memperoleh Solar Panel. Dengan mengubah gaya hidup anda dan beralih ke Solar Panel, anda minimal sudah menyelamatkan keluarga anda dan turut membantu dalam kelestarian lingkungan. Tentunya dengan misi menjangkau seluruh masyarakat Indonesia untuk beralih ke energi terbarukan. Yuk mulai beralih dan pasang Solar Panel ini melalui REEF! Ingin tahu lebih banyak, langsung saja klik www.reef.id untuk informasi selengkapnya.

Posted on

Potensi Dari Alam Untuk Alam

This image has an empty alt attribute; its file name is Potensi-Dari-Alam-Untuk-Alam.png

Jika kita bicara soal perubahan lingkungan memang kita tidak bisa terlepas dari adanya perubahan iklim dan cuaca. Dimana salah satu penyebab utama perubahan itu adalah kita sebagai manusia itu sendiri. Proses kerusakan alam ini telah terjadi sejak ratusan tahun lalu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak bisa dipungkiri jika salah satu dampak negatif dari kemajuan ilmu dan teknologi adalah semakin rusaknya alam ini seperti penggundulan hutan, penambangan liar, polusi dari asap kendaraan bermotor, limbah pabrik dan sebagainya. Jika dulu orang menebang hutan hanya dengan kampak, sekarang sudah bisa menggunakan alat yang lebih canggih sehingga hutan seluas apapun di bumi ini bisa habis sekejap. Semua itu adalah sebagian dari contoh tentang penyebab dari perubahan lingkungan selama ini. Tapi apakah kita menyadari perubahan lingkungan yang terjadi di sekitar kita? Kisah berikut akan menggambarkan efek yang terjadi dari perubahan lingkungan serta solusi untuk menanggulanginya.

Adit dan sekeluarga tinggal di sebuah kampung dibagian kota Medan yang merupakan daerah dataran rendah dan di dominasi oleh rawa-rawa serta dilewati sungai kecil. Keluarganya membeli tanah ini sekitar tahun 70an, pada saat itu lingkungan sekitar masih sepi dan banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon besar sedangkan di depan rumah Adit terdapat sungai kecil selebar kurang lebih 2 meter. Di belakang rumah Adit ada beberapa kolam kecil yang berisi bermacam-macam jenis ikan air tawar, karena saking banyaknya ikan di kolam itu, nenek Adit bercerita bahwa kita bisa menangkapnya hanya dengan mengaisnya dengan menggunakan ember. Kemudian di lingkungan sekitar rumah Adit itu pada zaman dulu masih banyak binatang-binatang liar seperti berang-berang, musang bahkan burung-burung liar yang banyak berterbangan di atas langit. Dari rentang antara tahun 70-90 an, banyak perubahan yang terjadi seiring dengan semakin meningkatnya populasi penduduk di lingkungan tempat tinggal Adit. Rawa-rawa yang dulu merupakan berisi ikan, burung, musang dan berang-berang kini sudah berganti menjadi sebuah komplek perumahan. Efek yang dirasakan saat ini pun sangat terasa, dimana jika ingin menangkap ikan dengan beragam jenis seperti dulu kini sudah tidak bisa lagi. Sungai di depan rumah Adit pun sudah tidak mengalir dan ukurannya sudah diperkecil untuk pelebaran jalan, pohon-pohon disekitar rumahnya juga sudah banyak yang ditebangi.

Perubahan-perubahan yang terjadi dilingkungan rumah Adit tersebut mungkin bisa menjadi contoh kecil dari perubahan global yang terjadi diseluruh dunia. Dan jika dilihat dari rentang waktu dari tahun 70an dari pertama keluarga Adit tinggal disana hingga sekarang, telah terjadi banyak perubahan yang cukup signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, Adit menyadari bahwa sudah ada potensi bahaya yang diakibatkan oleh pemanasan global dan perubahan lingkungan di tempat tinggalnya. Hal itu diakibatkan oleh aktivitas manusia yang mulai merubah lingkungan yang asri menjadi sebuah komplek perumahan. Daerah lingkungan rumah Adit pun menjadi tempat pemukiman yang padat penduduk dan juga mulai rusak lingkungannya yang dimana di jalanan daerah tersebut sering terjadi macet akibat kendaraan, dibangunnya kantor-kantor kecil untuk usaha serta kurang pedulinya warga sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan tersebut. Setiap hari Adit dan orang-orang disekitarnya dihadapkan dengan masalah lingkungan, seperti polusi udara, sampah dan masih banyak lagi. Adit sendiri yang sejak kecil sudah diajari oleh keluarganya untuk mencintai lingkungan, sangat tergerak hatinya untuk mencari solusi bagi masalah ini. Adit ingin bergerak aktif untuk ikut serta dalam menjaga bumi.

Adit sendiri merasa sangat berbeda dengan udara di hirupnya dalam beberapa tahun terakhir ini. Sejak daerah rumahnya menjadi sebuah komplek perumahan dan banyak juga gedung-gedung kantor. Tingkat kendaraan bermotor penghasil polusi juga turut meningkat. Adit sendiri tidak tahan dengan asap kendaraan bermotor karena bikin sesak napas dan mata perih. Adit yang sekarang bekerja di pusat kota Medan mau tidak mau harus pergi melewati jalan yang macet tersebut. kadang-kadang ia melihat indikator polusi udara yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Adit mencoba mengajak warga sekitar untuk dapat lebih peduli dengan lingkungannya. Awalnya Adit melakukan sosialisasi tentang dampak buruk yang dihasilkan dari polusi udara. Lama-kelamaan, para warga setempat pun mulai setuju dengan apa yang telah Adit suarakan. Mereka merasa, kenyamanan saat beraktivitas di ruangan terbuka mulai terganggu dan mengancam kesehatan akibat polusi ini seperti sesak napas, asma batuk dan lain-lain. 

Adit pun mulai mengkampanyekan kepada warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dan bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. Peran dari warga sekitar pun amat penting, karena kualitas udara yang mereka hirup sangat bergantung pada pilihan gaya hidup mereka setiap hari. Selain itu, Adit juga mengajak warga untuk beralih ke Renewable Energy. Banyak potensi yang dapat digali dari Renewable Energy ini, selain bisa menghemat energi juga tentunya ramah lingkungan. Adit mengatakan bahwa sumber-sumber Renewable Energy ini bisa di dapat dari alam seperti sinar matahari, air, angin dan bahkan dari limbah yang berasal dari lingkungan kita. Dengan pengelolaan yang baik, maka kedepannya sumber energi dari alam ini akan bisa menjadi sumber energi alternatif untuk kehidupan dan efeknya pun akan sangat besar untuk kelestarian alam juga.

Semoga kisah diatas bisa menginspirasi anda dan jika memang anda mulai peduli tentang dampaknya nanti, mungkin beralih ke sumber Renewable Energy bisa menjadi pilihan. Seperti REEF aplikasi financing berbasis Blockchain dan bekerjasama dengan perusahaan JSKY sebagai produsen Solar Panel yang hadir untuk memberi solusi bagi terciptanya kelestarian lingkungan dengan Solar Panel. REEF berkomitmen untuk menghasilkan energi bersih dan juga menginspirasi masyarakat untuk segera beralih ke Renewable Energy serta menjaga kelestarian lingkungan. Ingin tahu lebih lanjut? Langsung saja klik www.reef.id untuk informasi selengkapnya.