Posted on

Menjadi Crazy Rich Nelayan Indonesia

Indonesia dikelilingi lautan yang membentang luas, ikan melimpah, terumbu karang bagaikan surga semua ada di dalam laut Indonesia. 70 persen dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah lautan. Potensinya sangat besar untuk menjadi penggerak perekonomian nasional. Mencari pundi-pundi dari perut laut seharusnya tidak membuat nelayan Indonesia dalam jeratan kemiskinan. Indonesia memiliki ikan yang melimpah wajar saja banyak kapal asing yang tergiur untuk mencuri ikan.

Nelayan Indonesia masih sangat sering disandingkan dengan kemiskinan. Padahal jika kita semua bisa memanfaatkan alam ini tidak ada lagi warga yang miskin. Lautan Indonesia tidaklah sebanding dengan jumlah nelayan Indonesia. Contohnya saja pak Narto beliau sudah menjadi nelayan selama 25 tahun, kondisi perekonomian keluarganya masih saja kesusahan. Mereka hanya bisa bertahan hidup tidak lebih. Penyebab masalah ini semua karena, pak Narto masih mengambil ikan dengan cara tradisional, masih banyak masalah yang tidak semua nelayan memahami seperti teknik penangkapan modern yang “efektif” dan “efisien” serta tata cara penanganan ikan pasca penangkapan. Nelayan tidak paham bahwa penanganan ikan segar merupakan salah satu mata rantai terpenting di dunia perikanan. Kecepatan pembusukan ikan setelah penangkapan sangat dipengaruhi oleh teknik penangkapan, teknik penanganan, dan penyimpanan di atas kapal. 

Jika dibandingkan dengan negara Vietnam nelayan kita masih tertinggal jauh, mereka sudah modern dan bisa menghasilkan tangkapan yang lebih banyak dan bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkan pasar. Edukasi terhadap nelayan sangat penting ini menjadi PR terbesar dari pemerintah untuk membantu nelayan mengerti cara modern untuk mengambil ikan. Jika pak Narto menjadi nelayan sejahtera dan keluarga bebas dari financial maka semua nelayan juga akan merasakan dampak yang positif dari laut. Saat ini YONK.IO hadir dihadapan kesulitan masyarakat Indonesia untuk membantu perekonomian masyarakat kecil mengatur keuangan yang stabil. Lihat selengkapnya di website (https://www.yonk.io ). 

Nelayan Indonesia harus cerdas dan bisa memanfaatkan internet dengan semaksimal mungkin, jika dulu nelayan hanya bermain secara tradisional. Jika dahulu nelayan terbiasa dengan cara-cara tradisional. Mereka terbiasa melempar ikan ke tengkulak atau langsung ke pasar mereka tidak tau berapa harga asli ikan di pasaran dengan transparan. Pada zaman sekarang mereka harus di edukasi dengan pengetahuan tentang teknologi. Aplikasi Nelayan dari LedgerNow ini akan mengubah nasib nelayan Indonesia. Lewat aplikasi ini, seluruh proses penawaran dan negosiasi dilakukan secara transparan. Hasil lelang pun ditransaksikan dengan cara transfer dana. Bukan uang tunai. 

Kita semua yakin nelayan Indonesia tidak akan menolak perubahan zaman, dan bisa mengerti aplikasi ini dengan cepat. Mereka akan diberikan pelatihan khusus untuk belajar cara menggunakan aplikasi ini. Aplikasi Nelaya dari LedgerNow.com ini juga dapat digunakan untuk mencari keberadaan ikan, sehingga nelayan dapat menghemat waktu dalam berburu. “Sekarang pendapatan minimal Rp4 juta-Rp5 juta. Mungkin, nanti bisa naik lagi di atas itu. 

Melalui pelelangan secara online, nelayan tak lagi perlu menggunakan uang sebagai alat transaksi. Mereka juga bisa memberitahu hasil tangkapan ikan di laut ke pasar ikan sebelum sampai ke daratan melalui aplikasi Nelayan dari LedgerNow.com. Selengkapnya bisa lihat di website https://www.ledgernow.com/ .

Posted on

Cashback Dompet Digital Bertebaran, Siapa Sih Yang Diuntungkan?

Betapa banyaknya dompet digital bertebaran di Indonesia saat ini, Layanan mobile payment semakin populer seiring meningkatnya pemakaian smartphone hingga 70% dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Terlebih, semakin banyak pilihan aplikasi e-wallet tanpa kartu untuk bertransaksi. Ada juga jenis e-wallet yang menggunakan kartu yang sering kita gunakan untuk membayar tol, transportasi umum dan lain-lain. Sudah bukan rahasia lagi masyarakat loyal kepada brand-brand tersebut karena promo, cashback yang diberikan oleh dompet digital tersebut. 

Banyak konsumen di Indonesia yang menggunakan dompet elektronik ini karena tergiur dari promo-promo bakar uang dari perusahan penyedia layanan. Tapi Tanpa terintegrasi dengan layanan ride-sharing, pemain dompet digital lain akan sukar berebut pengguna. Banyaknya pemain baru membuat segmen ini sumpek dan kadang-kadang membingungkan pengguna. Seseorang yang ingin membeli kemeja flanel seharga Rp350.000 tidak bisa menggunakan uang elektronik karena tercecer Rp200.000 di Go-Pay, Rp100.000 di OVO, Rp25.000 di DANA, dan sisanya tertanam awet pada LinkAja. Banyak uang yang tercecer dengan banyak penggunaan dompet e-wallet seperti ini, ini akan membuat konsumen boros.

Anda mungkin bertanya-tanya siapa sih yang diuntungkan perang cashback dompet digital ini? siapa yang memberikan diskon tersebut? Tentu saja investor dari masing-masing aplikasi. Dalam bisnis start up, ada rasio yang dinamakan Cash Burn Cash burn inilah dana yang memang sudah dipersiapkan untuk di“bakar” dalam bentuk promo untuk melakukan akuisisi pengguna aplikasi

Siapa yang diuntungkan di sini? Apakah masyarakat pengguna? Jawabannya belum tentu. Anda sebagai pengguna apakah ada kebutuhan membeli barang yang ditawarkan dengan pembayaran aplikasi tersebut? Apabila jawabnya Iya, maka anda mungkin akan diuntungkan dengan diskon tersebut. jika jawabannya tidak, maka anda yang rugi. Karena tergiur promo-promo anda menjadi boros mengeluarkan uang yang tak seharusnya keluar. 

Ingat, diskon 10 persen artinya anda tetap belanja dengan 90 persen uang anda atau diskon 50 persen cashback, artinya anda tetap keluar uang sebesar 50 persen untuk barang yang belum tentu anda butuhkan. Lebih hemat jika anda tidak membeli.

Seperti contoh Bram seorang mahasiswa yang masih dibiayai oleh orang tuanya. Tinggal di perantauan membuat Bram harus bertahan hidup di kota perantauan. Bram bertahan hidup di Jakarta dengan gaya hidup yang keras ini, melalui cashback yang diberikan berbagai produk e-wallet. Bram bisa menghemat hingga 1 juta rupiah setiap bulannya dengan menggunakan cashback. Ketika ingin membeli makanan, di bayar dengan e-wallet ia mendapatkan cashback 30% sehingga uang cashback tersebut bisa digunakan kembali untuk membeli makanan selanjutnya. 

Saran saya anda harus bijak dalam menggunakan e-wallet. Dengan YONK Tidak sulit kok mengatur keuangan, anda dapat mengatur keuangan anda dengan lebih aman dan terpercaya dengan menggunakan sistem teknologi Blockchain yang diterapkan YONK. 

YONK (https://www.yonk.io) dapat membantu mengatur keuangan Anda secara cepat dan mudah. YONK memberikan kemudahan dalam melihat pos-pos pemasukan dan pengeluaran Anda sehingga Anda seperti memiliki perencana keuangan yang handal. Daftar segera di YONK (https://www.yonk.io).

Posted on

Gaya Hidup Millineals Jakarta

Minum kopi sudah menjadi gaya hidup milenial Jakarta saat ini, tren ini bukan berlaku di ibu kota saja tetapi kota-kota besar di Indonesia. Tren minum kopi ini bisa dibuktikan dengan banyak gerai-gerai kopi di Indonesia yang menjamur di setiap sudut kota. Gaya milenial yang konsumtif ini dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Milenial kelas menengah yang terbiasa menghabiskan hari-harinya di coffee shop kian hari jumlahnya semakin banyak. jika dahulu kita paling banyak melihat gerai kopi hanya dari produk luar negeri saja, kini pemain lokal juga sudah memanfaatkan kesempatan ini, dengan harga yang lebih murah.

Bisa kita lihat mereka melangkah memasuki kantor atau kampus dengan menenteng tas ditangan kanan, dan kopi ditangan kiri. Seolah fenomena ini menjadi pemandangan yang lumrah di Ibukota. Para kaum milenial juga menjadikan kedai kopi sebagai tempat tongkrongan hits dengan teman, mereka juga banyak menghabiskan waktu mengerjakan tugas kuliah maupun pekerjaan kantor atau hanya sekedar ngumpul bareng sahabat

Semakin tumbuhnya kelas menengah di Indonesia ini membuat milenial juga semakin konsumtif. Kebutuhan konten sosial media bagi kaum milenial menjadi salah satu alasan mereka menjadi konsumtif dengan konten update-an kopi terbarunya. Mereka akan memperlihatkan betapa bahagianya hidup mereka di sosial media. Seperti makan di tempat mahal, minum kopi mahal, belanja barang mewah, hal ini sebatas mereka ingin diakui masyarakat. 

Sempat mati suri di era 90an, kini bioskop kembali menggeliat dan menjelma menjadi salah satu tempat hangout favorit anak muda Jakarta. Kita bisa melihat betapa penuhnya bioskop di setiap mall ketika akhir pekan telah tiba.

Hal lain yang gak kalah digemari kalangan kelas menengah muda saat ini adalah travelling. Paling nggak sebulan sekali mereka menghabiskan waktu bersama teman, pacar atau keluarga untuk berkeliling Jakarta, keluar kota bahkan ke luar negeri.

 

Dian salah satu pegawai baru di perusahan swasta di Jakarta, saat ini dian memiliki gaji 4 juta rupiah. Dian selalu merasa gajinya tak cukup untuk menghidupi dirinya sendiri dengan gaji segitu di Jakarta, dian selalu kekurangan uang dan selalu minta orang tua sebagai tambahan. Dian harus membayar sewa tempat tinggal (KOST) membayar transportasi, internet, Makan, dan uang tak terduga lainnya. setelah dihitung-hitung lagi ternyata Dian sering membeli kopi, di kedai kopi kekinian, menurutnya ia bisa menghabiskan 4 gelas seminggu. Jika harga kopi yang dibeli dian 30.000 ribu dikali 4 sudah 120.000 ribu, jika 1 bulan dian minum kopi 16 kali maka dia telah mengeluarkan uang 480 ribu setiap bulan hanya untuk meminum kopi. Bagaimana dian tidak kebocoran pengeluaran jika gaya hidup seperti ini, belum lagi dian sering nongkrong di café-café mahal di Jakarta. 

Terakhir yang tidak kalah vital bagi kalangan millennials Jakarta pada saat ini adalah internet. Kecanduan akan gawai dan media sosial membuat akses internet menjadi kebutuhan pokok. Kemana pun mereka pergi, internet harus selalu on. Jangan sampai nggak eksis hanya karena kuota habis.

UMP tidak akan cukup memenuhi kebutuhan milenial di Jakarta, kebutuhan gaya hidup milenial Jakarta mencapai 80 persen dari penghasilan. Jika mereka belum memiliki penghasilan dan masih mengandalkan uang jajan dari orang tua bahkan lebih gila lagi. Mereka mengalokasikan seluruh uang jajannya untuk mengikuti gaya hidup masa kini. 

Wajar saja Dian merasa selalu kekurangan uang, karena gaya hidup Dian mahal, jika dulu ketika dia masih kuliah uang jajan dari orang tua hanya untuk gaya hidup tidak untuk membayar sewa tempat tinggal, namun sekarang harus dibagi dengan pengeluaran yang lain tentu ini tidak akan pernah cukup. Perilaku boros erat kaitannya dengan kondisi lingkungan sosial tempat tinggalnya. Serta derasnya informasi lifestyle yang sampai kepada orang tersebut, dan kini semakin mudah dengan adanya media sosial.

Idealnya, pengeluaran gaya hidup tidak boleh melebihi 10 persen dari penghasilan. Jika pun lebih, sebaiknya mengurangi beban konsumsi lainnya, seperti hutang atau kebutuhan pokok yang tidak urgent. Agar tetap terkontrol,  sebaiknya kamu membuat anggaran dan pencatatan keuangan dan lakukan evaluasi misalnya setahun sekali. Perbanyaklah menabung, membeli aset, berinvestasi. 

Sekarang tidak sulit kok mengatur keuangan, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang banyak. YONK (https://www.yonk.io) dapat membantu mengatur keuangan Anda secara cepat dan memberikan kemudahan dalam melihat pos-pos pemasukan dan pengeluaran Anda sehingga Anda seperti memiliki perencana keuangan yang handal

Posted on

Sering Disebut Sobat Miss-queen? Ini Tips Agar Jadi Sobat Tajir

Kamu sering disebut sobat miss-queen? (sobat miskin) tapi kamu menerima dengan senang hati saja jika di panggil sobat miskin? Seharusnya kalian memikirkan perkataan tersebut dengan tanggapan yang positif dan memulai untuk semangat menjadi sobat kaya. Mau tau tips agar menjadi sobat kaya di tahun 2020? Ini dia tips nya. 

  1. Hilangkan kebiasan minum-minuman kekinian

Kalian sering beli minuman hits? Boba, kopi, milk tea dan minuman yang lain-lain. Sebenarnya apa yang membuatmu membeli minuman tersebut, karena memang butuh apa hanya penasaran dengan minum hits tersebut. kebanyakan anak muda sekarang menghabiskan uang untuk membeli makanan dan minuman karena lapar mata saja. Lapar mata seperti itu akan membuat kamu kebocoran pengeluaran dan membuat kamu boros. 

Coba ganti kebiasan mu, biasanya kamu membeli kopi dengan harga 40 ribu rupiah sekarang kamu ganti dengan membeli emas, saham atau menabung uang tersebut. jika kamu konsisten melakukan hal tersebut maka uang mu akan terkumpul banyak. contoh saja jika kamu dalam satu bulan membeli minuman hits 6 gelas sebulan dengan harga 40 ribu maka kamu sudah mengeluarkan uang 240 ribu. Jika dikalikan 12 bulan saja kamu sudah mengumpulkan 2.880.000 dalam setahun itu hanya untuk beli minuman hits saja. 

2.Bergaya macam bos ketika kamu punya uang lebih

Ketika diawal bulan setelah mendapatkan gaji, kamu langsung menghabiskan uang tersebut untuk, menghibur diri. Perasaan seperti itu tidaklah salah. Namun jika keseringan “memanjakan diri”, itu justru bisa berefek buruk bagi kondisi finansial mu. Gaya hidup seperti itu kalau keterusan bisa menjurus kepada pemborosan. Uang yang kamu pakai bisa kamu alihkan untuk investasi atau sekedar ditabung. Kamu boleh memanjakan diri sesekali namun jangan sampai keseringan. 

  1. Belanja online 

Maraknya e-commerce di Indonesia dapat membantu perekonomian masyarakat kecil di Indonesia,dan membantu kemudahan berbelanja. Apapun yang kita cari pasti selalu ada dalam genggaman handphone. Tergiur dengan harga murah di online shop dan promo-promo menarik lainnya membuat kita ingin membeli produk tersebut yang terkadang tidak kita butuhkan. Ditambah lagi adanya paylater yang membuat kita mudah saja untuk berhutang. Budget yang harusnya bisa digunakan untuk bertahan hidup sampai gajian tiba malah digunakan untuk membeli barang yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan. 

  1. Nongkrong di Café mahal 

Demi unggahan instastory, kamu rela mengeluarkan uang lebih untuk sekedar nongkrong di cafe yang harga makanan/minumannya relatif mahal. Biar dibilang “hits” dan kekinian. Padahal sekalinya nongkrong di tempat itu kamu bisa menghabiskan 10% dari penghasilan bulanan yang seharusnya bisa digunakan untuk menabung atau berinvestasi.

  1. Gaji naik gaya hidup naik 

Idealnya, jika gaji bertambah besar, maka saldo tabungan atau investasi juga akan ikut membesar. Namun faktanya, tetap segitu-segitu saja. Itu terjadi karena gaya hidup kamu juga ikut naik seiring dengan naiknya penghasilan. Dari yang tadinya sudah kenyang makan di kaki lima, kini perut baru bisa kenyang setelah makan di restoran. Dari yang tadinya cuma naik motor, kini harus naik mobil biar terasa nyaman. 

Jika kamu menghindari kebiasaan konsumtif seperti itu maka kamu akan menjadi sobat kaya di tahun 2020. Tidak sulit kok mengatur keuangan, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang banyak. YONK (https://www.yonk.io)  dapat membantu mengatur keuangan Anda secara cepat dan mudah. YONK memberikan kemudahan dalam melihat pos-pos pemasukan dan pengeluaran Anda sehingga Anda seperti memiliki perencana keuangan yang handal. Daftar segera di YONK  (https://www.yonk.io).

Posted on

Waspada Jebakan Utang Manis Rentenir

Provinsi Aceh menjadi salah satu penghasil tuna berkualitas ekspor di Indonesia. Terutama untuk tuna jenis sirip kuning hasil tangkapan nelayan lokal ini, menjadi idola untuk pasar mancanegara. Salah satu pengusaha lokal yang telah mengekspor hingga ke jepang. Meski desa kami memiliki tuna yang berkualitas, dan ikan yang melimpah ternyata masyarakat masih banyak yang tergolong miskin. Saat ini firdaus menjadi nelayan yang sudah lumayan tergolong ekonomi di kelas menengah, firdaus ingin sekali membantu warga sekitar bangkit dari kemiskinan. Hidup di negara yang dikelilingi lautan banyak manfaat yang bisa kita ambil. Saat itu firdaus ingin sekali mengekspor ikannya ke berbagai negara, agar pendapatan lebih besar, namun kendala dari modal yang besar membuat firdaus kesusahan. 

Pada saat itu bank tidak mempercayai usaha perikanan, jadi bank tidak bisa memberikan pinjaman modal. Dengan begini jalan satu-satunya hanya meminjam uang kepada rentenir yang bisa dengan mudah memberikan hutang namun ini seperti masuk lubang buaya. 

Setelah meminjam modal kepada rentenir ternyata usaha yang didirikan oleh Firdaus tidak berjalan mulus banyak kerugian yang mereka terima, firdaus pun susah untuk membayar hutang namun bunga yang makin tinggi, membuat hutang semakin besar. Semakin hari hutang semakin bertambah hasil dari bisnis ikan hanya untuk menutupi utang. Keluarga firdaus merasakan kesakitan akibat utang tersebut. Sampai dimana firdaus benar-benar tidak bisa membayar utang lagi, preman pun mulai mendatangi rumah firdaus dan mengancam keselamatan keluarga mereka jika tidak bisa membayar hutang. Jika sudah seperti ini akan sulit untuk menyelesaikan masalah karena bunga akan semakin bertambah dan terus bertambah.

Kejadian seperti ini bukan lagi yang pertama kalinya, sudah banyak masyarakat kecil yang menjadi korban. Dengan ini lah aplikasi YONK.IO hadir di lingkungan masyarakat Indonesia untuk membantu keuangan masyarakat kecil untuk mewujudkan bisnis yang stabil, transparan dan terintegrasi dengan Blockchain. Jika ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana YONK.IO bisa membantu masyarakat kecil, silahkan klik www.yonk.io  untuk info selengkapnya. 

Jika masalah keuangan bisa di atasi dengan mudah maka, keluarga akan bahagia tidak merasa ketakutan dengan ketidak stabilan ekonomi keluarga. Pendidikan juga sangat berperan penting dalam kemajuan masyarakat, seluruh anak-anak nelayan harus sekolah dan mempunyai pendidikan yang berkualitas. Dengan mendapatkan pendidikan yang layak untuk anak-anak di desa tersebut tentunya memberikan dampak positif bagi keluarga para nelayan ini, selain memiliki edukasi yang baik dan cukup anak-anak di desa nelayan ini juga bisa melakukan kegiatan yang positif dan produktif sehingga anak-anak disana tidak hanya fokus dalam bekerja membantu ayah-ayahnya namun juga bisa melakukan hal lain yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Jika ingin tahu lebih lanjut bisa kunjungi website https://pureheart.ledgernow.com/ untuk info selengkapnya.

Posted on

Uang Tinggal Cari di Laut

Saat musim ikan tiba. Kampung pesisir terlihat begitu hidup. Banyak mobil-mobil mampir untuk mengambil ikan dari pengepul. Banyak anak-anak muda lelaki yang dapat pekerjaan sampingan untuk membantu pengangkutan ikan dan tukang parker. Begitu pula nelayan, uang terus mengalir di sakunya. Setiap harinya selalu ada uang yang dibawa pulang dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Biasanya uang-uang itu akan diberikan ke istri-istrinya untuk keperluan rumah tangga. Saat musim ikan seperti ini biasanya pasar akan ramai dikunjungi untuk berbelanja, dll. 

Saat musim ikan tiba, dapat diperkirakan bahwa pendapatan nelayan meningkat. Setiap hari ada pemasukan dan ikan juga akan lebih banyak di dapat dari biasanya. Namun kehidupan nelayan juga tidak kunjung berubah. Senantiasa selalu berada di bawah garis kemiskinan. Selain saat-saat musim paceklik begitu berat untuk mereka bertahan hidup dan uang yang di dapat di musim ikan selalu habis untuk bertahan di musim paceklik, namun nelayan juga tidak mampu mengatur keuangan dengan baik. Kebanyakan dari mereka menggunakan uangnya secara konsumtif tidak secara produktif. Nelayan kurang mempunyai motivasi untuk mandiri dengan meng-upgrade kapal dan alat mereka sendiri. Ketergantungan yang cukup tinggi kepada bos pengepul dan tengkulak membuat nelayan stagnan dan lambat laun semakin terpuruk. 

Selain itu nelayan mempunyai pandangan bahwa jika punya uang memang untuk dihabiskan karena jika butuh uang dan makan mereka berpikir tinggal ‘cari ke laut’. Itulah yang menyebabkan nelayan terus berada di bawah garis kemiskinan karena sifat dan perilaku mereka sendiri. Dalam membangun sektor perikanan dan kelautan diperlukan upaya untuk pembangunan masyarakat pesisir yang menjadi pelaku utama dalam sektor tersebut. Sehingga ekosistem perikanan dan kelautan mendapatkan kepercayaan dari pembeli skala besar dan investor agar bisnis di sektor perikanan dan kelautan dapat menopang ekonomi masyarakat nelayan dan ekonomi Indonesia. 

Aplikasi nelayan hadir untuk memberikan solusi dengan memfasilitasi nelayan dengan kapal-kapal besar yang dapat digunakan berbarengan sehingga nelayan dapat saling bekerjasama dan berkolaborasi. Hal ini akan meningkatkan produktivitas nelayan dalam mendapatkan ikan dan meminimalisir biaya operasional nelayan karena nelayan tidak perlu bolak balik ke daratan untuk mengantarkan ikan ke pengepul. para pengepul akan menjemput dengan collecting boat yang juga dapat digunakan berkolaborasi dengan pengepul lainnya. Untuk tau lebih lengkap mengenai Ledgernow dapat kunjungi link berikut https://www.ledgernow.com/

Para istri nelayan dan nelayan akan diajarkan pengontrolan keuangan agar uang yang mereka dapatkan bisa produktif tidak hanya konsumtif. Nelayan akan diajarkan metode pengelolaan keuangan dimana sebagiannya harus mereka tabung dan mereka investasikan kemana pun. Baik itu investasi ke kapal baru dan lambat laun nelayan dapat menjadi pengepul, dan meningkat hingga distributor, dll. Sehingga pekerjaan sebagai nelayan juga dapat dianggap sebagai pekerjaan yang mempunyai jenjang karir. Dalam pengelolaan keuangan nelayan, yonk,io akan akan turut membantu. Untuk tau lebih lengkapnya mengenai yonk bisa kunjungi link berikut https://www.yonk.io/

Posted on

Nelayan Maju, Ekonomi Ikut Maju

Tahukah kalian bahwa sekitar 60% masyarakat Indonesia tinggal di sekitar wilayah pesisir yang memiliki sumber daya alam laut yang banyak? Sektor kelautan merupakan salah satu sektor yang sangat diandalkan penduduk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama masyarakat nelayan. Nelayan memiliki tanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan berjasa untuk meningkatkan sektor perikanan di Indonesia. Namun, banyak yang beranggapan bahwa profesi tersebut kurang sejahtera karena beberapa faktor. Mengapa kondisi nelayan sering disebut kurang sejahtera? Beberapa permasalahan yang terjadi yaitu penggunaan alat tangkap yang sebagian besar masih tradisional adalah salah satunya. Walaupun para nelayan Gotong Royong dalam mencari ikan, namun pendapatan yang diperoleh nelayan sifatnya harian dan jumlahnya tidak bisa ditentukan, selain itu pendapatannya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti musim serta beberapa faktor lainnya. Sebagian besar nelayan menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya sendiri maupun masyarakat di sekitar lokasi nelayan itu tinggal. Secara garis besar nelayan kurang dalam peningkatan terhadap teknologi dan pendidikan.

Seperti kisah Vina berikut ini, ia merupakan gadis yang tumbuh di keluarga nelayan. Ayahnya yang bernama Pak Bondan merupakan seorang nelayan yang sehari-harinya menangkap ikan demi kebutuhan keluarganya. Setiap hari, Pak Bondan terlebih dahulu membuat umpan dan sebuah jaring agar ikan yang diperolehnya menjadi lebih banyak dan barulah setelah itu ia pergi melaut. Ketika ia sampai ke tengah laut ia langsung melemparkan jaring ke dasar laut dan tak butuh waktu yang lama bagi dirinya untuk mendapatkan ikan-ikan tersebut, hasil tangkapannya hari ini pun dibilang lumayan karena mendapatkan beberapa ikan yang layak untuk dijual. Dengan hasil ikan yang begitu banyak tentunya jika dijual akan mendapat keuntungan yang besar. Namun pada kenyataannya karena di wilayah tempat keluarga Pak Bondan tinggal sistem jual beli ikan masih dipegang oleh tengkulak maka hal inilah yang membuat para nelayan seperti Pak Bondan sulit mendapatkan keuntungan lebih dari hasil tangkapannya karena dibayar sangat murah per ikannya.

Vina yang sangat prihatin dengan kehidupan dirinya serta ayahnya berusaha mencari solusinya. Seiring dengan kemajuan teknologi, maka ia pun mengenalkan sebuah teknologi kepada para nelayan termasuk ayahnya dengan sistem Blockchain. Sistem ini akan memudahkan para nelayan seperti ayahnya dalam mendapatkan keuntungan dari hasil tangkapannya. Hasil tangkapan para nelayan ini dapat terintegrasi dan bisa langsung dibeli oleh konsumen dengan harga yang sesuai dibandingkan dengan tengkulak. Karena dengan Blockchain semua data-data para nelayan baik jumlah ikan, data transaksi serta yang lainnya sudah terintegrasi dalam satu sistem maka akan memudahkan para nelayan ini dalam memperoleh keuntungan yang lebih maksimal sehingga lebih meningkatkan perekonomian mereka.

Selain dapat membantu dalam terintegrasinya hasil tangkapan nelayan ini, teknologi Blockchain juga dapat diterapkan Pak Bondan untuk memudahkan pengaturan keuangan dari penghasilannya. Ia pun dapat mengatur perencanaan keuangannya dalam jangka panjang, mengatur arus kas finansialnya hingga mengatur penghasilannya secara rinci. Ia pun juga tidak perlu lagi mencatat secara manual data pemasukannya setiap hari bersama istrinya untuk membuat perencanaan keuangannya, karena saat ini dengan menggunakan aplikasi YONK ia bisa mendapatkan kemudahan dalam mengatur serta merencanakan keuangannya dengan menggunakan teknologi Blockchain, sehingga secara otomatis setiap ia selesai melaut dan menjual hasil tangkapannya maka uang yang ia terima pun dapat dengan mudah diatur secara rinci baik keuangan yang masuk maupun keluar. Pak Bondan pun juga bisa memiliki perencanaan dalam keuangannya dan juga bisa mengatasi kendala yang mungkin terjadi dalam keuangan keluarganya. Dengan sistem yang memudahkan pendataan keuangan yang sudah terintegrasi ini, semua datanya bisa transparan sehingga ia bisa mempergunakan penghasilannya secara bijak dan teratur. Pak Bondan tidak perlu lagi menghabiskan waktunya untuk mencatat secara manual dan bisa bekerja lebih produktif. YONK hadir sebagai solusi bagi perusahaan untuk mengatur kendala keuangannya dengan menggunakan teknologi berbasis Blockchain yang datanya tersusun secara rapi dan akurat. Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan klik www.yonk.io untuk selengkapnya.

Pak Bondan pun juga merasakan manfaat teknologi Blockchain dalam hal lain. Karena ia merasa berasal dari keluarga yang sederhana dengan penghasilan yang belum mencukupi, ia sangat paham betul akan mimpinya dalam memberikan pendidikan yang layak untuk anaknya. Ia pun sadar bahwa ia ingin Vina anaknya menjadi orang yang lebih baik dibandingkan dirinya yang hanya seorang nelayan. Dengan mendapatkan pendidikan yang layak untuk anaknya tentunya memberikan dampak positif bagi keluarga Pak Bondan ini, selain memiliki edukasi yang baik dan cukup Vina ini juga bisa melakukan berbagai kegiatan yang positif dan produktif sehingga Vina bisa menuntut ilmu setinggi-tingginya dan tidak hanya sekedar membantu ibunya dalam mengurus rumah saja. Pak Bondan pun juga tidak lupa untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk biaya pendidikan anaknya di masa depan. Namun karena seringnya aktivitas melautnya maka Pak Bondan pun sulit untuk menyesuaikan waktunya. Akhirnya Pak Bondan pun bekerjasama dengan Pureheart untuk membantunya dalam memberikan pendidikan yang layak untuk anaknya tersebut dengan menginvestasikan sebagian uangnya untuk biaya pendidikan anaknya dalam mendapatkan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya sehingga kedepannya kekhawatiran Pak Bondan akan kualitas pendidikan anaknya pun akan sirna. Jika anda ingin mengetahui informasi tentang aksi sosial ini, silahkan cek www.pureheart.ledgernow.com untuk info selengkapnya.

Posted on

Nelayan dan Segala Problematikanya

Fahrul adalah seorang remaja yang berasal dari keluarga nelayan. Karena sejak kecil sudah tinggal di daerah pesisir membuatnya sudah akrab dengan hal-hal yang berbau lautan. Ia sendiri tinggal bersama kedua orang tuanya yang dimana ayahnya bekerja sebagai nelayan dan seorang adik yang masih kecil. Fahrul sekarang tengah menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Namun ketika menginjak ke semester 7, ia terpaksa cuti sejenak dikarenakan ada kendala finansial untuk membayar biaya kuliahnya sehingga ia memutuskan untuk pulang ke desanya untuk membantu ayahnya di desa. Hal ini bisa terjadi karena ayahnya yang seorang nelayan sudah tidak mencukupi penghasilannya untuk bisa membayar biaya kuliah Fahrul. Permasalahan sebenarnya adalah hasil tangkapan yang dihasilkan oleh ayahnya dibayar dengan sangat murah oleh tengkulak di pasar dan ini tidak sebanding dengan kerja kerasnya dalam melaut yang dimana ia bisa menghasilkan banyak ikan setiap harinya. Ayahnya bisa melaut karena ia memiliki sebuah kapal yang dipinjamkan dari seorang tengkulak, ia diberikan modal yang nantinya sebagai timbal baliknya ia harus menyetor hasil tangkapannya yang tentunya akan dibayar lebih murah dari harga pasaran. Fahrul pun merasa kasihan pada ayahnya dan karena itu semua juga berdampak pada kehidupannya untuk bisa menempuh pendidikan dengan layak, apalagi adiknya juga sebentar lagi mau memasuki usia sekolah tentunya dengan kondisi seperti ini hal tersebut tidak mungkin terjadi. 

Fahrul pun memikirkan solusinya dan sampai akhirnya ia menemukan sebuah aplikasi nelayan berbasis Blockchain yang dirasanya akan bisa membantu ayahnya untuk bisa keluar dari kondisi ini. Aplikasi nelayan dari Ledgernow ini tentunya memberi perhatian lebih kepada para nelayan seperti ayahnya Fahrul. Ia pun kemudian mengenalkan aplikasi ini kepada ayahnya dan juga para nelayan di desanya dengan harapan bisa membantu mereka. Kedepannya aplikasi ini dapat mempermudah kinerja para nelayan dalam melaut dengan terintegrasinya data-data penunjang aktivitas melaut ke dalam satu sistem. Aplikasi nelayan ini juga dikembangkan untuk dapat mempermudah para nelayan seperti ayahnya Fahrul dan para nelayan lainnya di desa ini dalam melihat laporan serta kondisi laut yang akan mereka tuju serta titik-titik dimana lokasi yang terdapat banyak ikan sehingga bisa lebih meningkatkan produktivitas mereka. Aplikasi ini juga dapat mengatur perencanaan dalam melaut seperti data-data awak kapal, persediaan logistik dan bahkan ketersediaan bahan bakar yang akan dipergunakan. Untuk durasi melaut serta dalam mengurus perizinan kapal untuk pergi pun bisa dimudahkan dengan adanya aplikasi ini. Dalam memperoleh hasil tangkapannya, para nelayan seperti ayah Fahrul juga dapat mendata secara rinci hasil tangkapannya dimulai dari jenis-jenis ikan yang ditangkap, kualitas ikannya serta kuantitas dari ikan tersebut per jenisnya sehingga mereka dapat mengetahui berapa banyak keuntungan yang akan ia dapat dari hasil tangkapannya tersebut. Yang lebih membantunya lagi, semua hasil tangkapannya juga dapat langsung dijual kepada konsumen dengan harga yang sesuai tanpa harus melalui para tengkulak ini. Tentunya dengan adanya aplikasi ini segala problematika para nelayan kecil seperti ayahnya Fahrul dapat terselesaikan serta dimudahkan sehingga mereka bisa lebih produktif dalam bekerja dan bisa menghasilkan banyak ikan.

Selain dengan aplikasi nelayan, ayah Fahrul juga dapat menerapkan teknologi Blockchain ini untuk dapat memudahkan pengaturan keuangan dari penghasilannya seperti perencanaan keuangan jangka panjang, pengaturan arus kas hingga mengatur penghasilannya secara rinci. Ayah Fahrul bisa dimudahkan dalam hal tersebut dengan aplikasi YONK. Dengan aplikasi ini ia pun tidak perlu lagi repot-repot untuk mencatat secara manual setiap data keuangannya ketika ia mendapat penghasilan dari menjual hasil tangkapannya karena dengan menggunakan YONK ia bisa dengan mudah mengatur serta merencanakan keuangannya secara otomatis. Ayah Fahrul pun juga dapat dengan mudah mengatur secara rinci keuangan yang masuk maupun keluar serta bisa memiliki perencanaan dalam keuangannya, lalu ia juga bisa meminimalisir kendala yang ada dalam sistem keuangannya termasuk untuk mengatur biaya pengeluaran untuk Fahrul dalam melanjutkan kuliahnya serta bisa membiayai adiknya Fahrul agar dapat bersekolah. YONK hadir sebagai solusi bagi perusahaan untuk mengatur kendala keuangannya dengan menggunakan teknologi berbasis Blockchain yang datanya tersusun secara rapi dan akurat. Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan klik www.yonk.io untuk info selengkapnya.

Anak-anak di desa nelayan ini sejatinya masih kurang dalam hal mendapat pendidikan yang layak. Mereka pun banyak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya dan demi bisa ayah-ayah mereka untuk pergi melaut. Seperti halnya Fahrul, ia pun juga hampir saja putus kuliah karena keterbatasan biaya dari ayahnya sehingga ia harus cuti dalam perkuliahannya. Adiknya yang mulai memasuki usia sekolah pun hampir saja tidak bisa sekolah juga karena hal tersebut. Maka dari itu Pureheart dengan program beasiswa full untuk pendidikan bisa membantu para anak-anak nelayan ini untuk mendapatkan pendidikan yang layak serta edukasi yang baik. Pureheart berkontribusi untuk menciptakan kualitas anak-anak di desa nelayan melalui aktivitas-aktivitas serta program yang mengedukasi bagi mereka. Melihat hal ini, Fahrul pun ingin ia dan adiknya dapat menyelesaikan pendidikannya sampai selesai agar bisa menopang ekonomi keluarga nantinya. Dengan mendapatkan pendidikan yang layak untuk adiknya serta anak-anak di desa tersebut tentunya memberikan dampak positif bagi keluarga para nelayan ini, selain memiliki edukasi yang baik dan cukup anak-anak di desa nelayan ini juga bisa melakukan kegiatan yang positif dan produktif. Jika ingin tahu lebih lanjut bisa kunjungi website www.pureheart.ledgernow.com untuk info selengkapnya.

Posted on

Konsistensi Nelayan Dalam Mencari Ikan

Modernisasi perikanan yang telah berlangsung selama ini tidak dapat dipungkiri dan mengakibatkan banyak perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi nelayan. Tetapi tidak semua lapisan masyarakat nelayan dapat menikmati manfaat dari modernisasi perikanan tersebut, terkait dengan ketersediaan modal ekonomi yang ada. Bahkan setelah kebijakan modernisasi perikanan dilaksanakan, tingkat kesejahteraan hidup nelayan tidak banyak berubah secara substantif. Yang terjadi justru sebaliknya, yaitu melebarnya kesenjangan sosial ekonomi antar kelompok sosial dalam masyarakat nelayan dan meluasnya kemiskinan yang meliputi masyarakat nelayan. Pada kehidupan nelayan miskin, untuk bisa mempertahankan hidup mereka harus tetap mengolah sumber daya perikanan yang telah mengalami overfishing di wilayah mereka bahkan dengan cara yang masih tradisional sekalipun. Faktor kemiskinan di wilayah pesisir yang terjadi akibat overfishing kemudian bisa mengacaukan mata rantai makanan di sektor kelautan. Penduduk miskin adalah korban kerusakan lingkungan dari overfishing ini. Untuk itu diperlukan peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan untuk menjamin pembangunan Sustainable Fishery

Seiring kemajuan teknologi, industri-industri besar penangkapan ikan telah menggunakan kemajuan teknologi ini dapat memproses tangkapan mereka yang jumlahnya sangat besar. Industri-industri yang sangat efisien ini dapat membantu memasok permintaan akan makanan laut, tetapi di satu sisi banyak yang beranggapan bahwa mereka menguras segala potensi yang ada di laut, mengurangi keanekaragaman hayati laut dan menurunkan jasa ekosistem laut yang penting yang hasil akhirnya kemungkinan akan terjadi gangguan lebih lanjut pada ekosistem laut. Tentunya hal ini akan berdampak pada nasib nelayan-nelayan kecil yang ingin mencari ikan juga, karena mereka bisa kehilangan mata pencaharian yang berujung tidak mempunyai penghasilan.

Di pagi hari yang cerah ini, musim panen ikan yang ditunggu-tunggu nelayan telah tiba. Terlihat di pinggir pantai, para nelayan sudah mulai melakukan aktivitasnya. Seorang nelayan yang bernama Firdaus sedang mempersiapkan segala peralatannya untuk melaut. Satu persatu peralatannya ia pindahkan ke kapal dan kemudian ia dibantu oleh beberapa warga disana untuk mendorong kapalnya dari pantai untuk segera pergi melaut. Namun tidak seperti biasanya, padahal ini sudah memasuki musim panen ikan yang seharusnya ikan-ikan banyak bertebaran di laut. Tetapi setelah hampir 5 jam Firdaus berkeliling dengan kapalnya, ia hanya bisa mendapatkan sedikit ikan saja dan itu pun beratnya jika ditimbang hanya berkisar 10 kilo saja padahal jika musim panen ikan ini tiba ia biasanya mendapatkan berpuluh-puluh kilo ikan dengan berbagai jenis. Sesampainya di pantai, ia pun mulai menghitung-hitung jumlah hasil tangkapannya dan menerka-nerka berapakah penghasilan yang akan ia dapatkan setelah menjual ikan-ikan ini.

Tak berapa lama kemudian, rekannya Firdaus sesama nelayan yang bernama Asep juga telah selesai melaut. Asep juga mengeluhkan hal yang sama seperti yang dialami oleh Firdaus, ia khawatir jika kondisi ini terus berlanjut maka ia tidak akan bisa lagi bekerja sebagai nelayan karena pekerjaan ini lah yang menjadi satu-satunya keahlian Asep begitu pun dengan Firdaus. Ternyata setelah di telusuri lebih lanjut oleh para nelayan ini, ikan-ikan di wilayah mereka bisa habis karena beberapa minggu sebelumnya ada kapal besar yang datang ke wilayah mereka dan melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom laut sehingga ikan yang di dapat bisa lebih banyak. Itulah yang jadi penyebab ikan-ikan di laut di musim panen ini menjadi jarang. Memang seharusnya, disaat-saat seperti inilah para nelayan kecil seperti Firdaus dan Asep akan bisa memanen ikan dengan sangat banyak untuk dijual demi kebutuhan mereka, namun dengan adanya kondisi ini mereka akan sangat kesulitan untuk memperoleh ikan dan bisa mengganggu konsistensi mereka dalam melaut.

Dengan kondisi ini, maka aplikasi nelayan dari Ledgernow mengajak para nelayan seperti Firdaus dan Asep untuk dapat tetap konsisten dalam aktivitas melautnya tanpa harus mengekploitasi sumber daya laut seperti overfishing. Dengan cara ini mereka akan dapat meminimalisir nelayan-nelayan lain yang menggunakan bom untuk menangkap ikan dan bisa menangkap ikan sesuai aturan yang sudah ada, karena dengan konsistensi dalam menangkap ikan, maka keuntungan yang dihasilkan pun akan sebanding dengan kerja keras mereka.

Berkat konsistensi yang dilakukan, para nelayan ini dapat meningkatkan keuntungan mereka dari hasil penjualan tangkapannya. Dengan keuntungan yang meningkat, diperlukan juga adanya pengaturan keuangan dari penghasilan para nelayan ini seperti halnya perencanaan keuangan jangka panjang, pengaturan arus kas hingga mengatur penghasilannya secara rinci. Oleh karena itu, nelayan seperti Firdaus dan Asep bisa dimudahkan dengan aplikasi YONK. Dengan aplikasi ini mereka pun tidak perlu lagi repot-repot untuk mencatat secara manual setiap data keuangannya ketika mereka mendapat penghasilan dari menjual hasil tangkapannya karena dengan menggunakan YONK mereka bisa dengan mudah mengatur serta merencanakan keuangannya secara otomatis. Dengan menggunakan teknologi Blockchain pada aplikasi ini, Firdaus dan Asep juga dapat dengan mudah mengatur secara rinci keuangan yang masuk maupun keluar serta bisa memiliki perencanaan dalam keuangannya. Segala kemudahan pendataan keuangan bisa di dapat disini, sekarang mereka ini tidak perlu lagi menghabiskan waktunya secara percuma untuk mencatat segala urusan keuangannya secara manual dan mereka pun bisa bekerja dengan lebih produktif lagi dalam menghasilkan ikan-ikan untuk dijual. YONK hadir sebagai solusi bagi perusahaan untuk mengatur kendala keuangannya dengan menggunakan teknologi berbasis Blockchain yang datanya tersusun secara rapi dan akurat. Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan klik www.yonk.io untuk info selengkapnya.

Posted on

Karir Iwan Hampir Hancur Karena E-wallet?

Setiap pagi Iwan harus bertarung dengan kejamnya jalan Jakarta, macet dimana-mana rumah Iwan saat ini berada di Ciputat sedangkan kantor Iwan di Kuningan. Bangun subuh-subuh melawan kemacetan Iwan mencari jalan lain ternyata sama aja merah semua. Pulang kantor macet pergi ke kantor macet, bikin stress di kantor kerjaan menumpuk, ingin pindah mencari tempat tinggal di daerah kantor tapi Kostan di sana mahal. Saat musim hujan seperti Iwan terpaksa menggunakan mobil pribadi karena, mahal jika menggunakan angkutan umum. Demi menghemat Iwan terpaksa melewati kejam jalanan Jakarta yang sadis. 

Hari ini Iwan adalah jadwal Iwan harus melakukan presentasi di Kantornya, Iwan sangat deg-degan karena macetnya jalanan Jakarta Iwan takut tidak bisa sampai tepat waktu. Di jalan Iwan berdoa agar sampai tepat waktu dikantor karena ini adalah momen yang menentukan nasibnya kedepan. Iwan yang panik di dalam mobil sampai lupa mengisi saldo e-Wallet nya untuk membayar tol. di tol Iwan panik dia tidak bisa mengisi saldo. Semua mobil di belakang Iwan mulai marah-marah, mereka membunyikan klakson yang membuat Iwan semakin panik, dia tidak tahu bagaimana menghadapi situasi ini,pikirannya dipenuhi dengan waktu mepet untuk melakukan presentasi, hari ini seperti hari sial baginya. Tiba-tiba seorang pria menghampiri mobil Iwan,

“Pak…pak ada yang bisa saya bantu?” sapa pria tersebut

“Ini mas saya lupa mengisi saldo e-Wallet” Jawab Iwab dengan nada panik

“Oalah gampang pak, sini saya bantu isi pak, pakai aplikasi YONK bapak lebih mudah mengisi saldo e-Wallet, fitur YONK didalam aplikasi YONK juga dapat, melihat jumlah saldo di dalam kartu e-Wallet kita, ada history penggunaan e-Wallet yang transparan dan keamanan terjamin” jawab pria tersebut sambil mengambil hapenya membuka aplikasi YONK

“Terimakasih masjawab Iwan dengan leganya 

Kejadian di tol tersebut menjadi pelajaran bagi Iwan untuk lebih tenang menghadapi masalah, Iwan yang juga terbantu dengan aplikasi YONK mulai menginstal aplikasi tersebut di handphonenya, takut terjadinya kejadian tidak terduga seperti tadi lagi. 

Meskipun Iwan tiba di kantor sedikit lebih telat, Iwan tetap dapat melanjutkan presentasinya. Iwan menjelaskan keadaannya kepada bos nya yang dengan baik hati memaklumkan keadaan tersebut. 

YONK adalah aplikasi yang memudahkan kita dalam bertransaksi menggunakan e-Wallet dengan aplikasi YONK kamu bisa e-Wallet kamu lebih aman dan lebih dibuat mudah. Daftar segera di YONK untuk memudahkan kamu bertransaksi menggunakan e-wallet dengan keamanan data yang terlindungi menggunakan teknologi berbasis blockchain (https://www.yonk.io)