Posted on

Menggunakan Lima Strategi Ini Tidak Usah Takut Arus Kas Negatif

Salah satu pelajaran terpenting sebagai wirausahawan adalah bahwa setiap bisnis, terlepas itu dari industri apa, ukuran atau status keuangannya bagaimana, semuanya akan bergantung pada uang tunai. Jika Anda secara konsisten berurusan dengan masalah uang tunai Anda, maka Anda harus terus berjuang dalam mengelola arus kas.

Pada tahun 2017 sebuah survei UKM WePay menunjukkan 41 persen dari bisnis melaporkan kalau mengalami tantangan dengan arus kas, dan 16 persen telah mengalami penipuan pembayaran. Tapi tenang saja, kini semuanya sudah ada solusinya.

Berikut adalah lima strategi yang dapat diterapkan untuk memastikan arus kas agar tetap positif,

  • Kelola faktur dengan baik.
  • Meningkatkan pemasukkan.
  • Harus pintar dalam menggunakan uang
  • Pertimbangkan saat menaikkan harga.
  • Memanfaatkan uang dengan bijak.

Nah, jika Anda masih merasa kesulitan dalam mengelola arus kas bisnis Anda, yuk gabung dengan Yonk. Yonk siap membantu untuk mengatur arus kas bisnis Anda menjadi lebih teratur dan praktis.

Sumber: https://www.entrepreneur.com/article/317798

Posted on

Cara untuk Meningkatkan Piutang dan Arus Kas Anda!

Dalam bisnis kecil sangat mudah untuk fokus dalam medorong penjualan baru, dan menutup transaksi. Apalagi saat Anda sedang mencoba untuk tumbuh. Tapi, setelah bisnis dimenangkan dan layanan disediakan, maka pekerjaan akan masih jauh dari kata selesai.

Karena banyak usaha kecil beroperasi dengan pekerja akuntan yang hanya bekerja paruh waktu, faktur dan piutang usaha akan sulit untuk dilihat setiap hari, bahkan mingguan. Namun, akan ada risiko serius terhadap arus kas bisnis Anda ketika tim Anda tidak memprioritaskan piutang usaha Anda.

Untuk membantu Anda dalam mengoptimalkan area bisnis Anda ini, ada tiga aktivitas yang akan membantu meningkatkan piutang usaha Anda, yang pada akhirnya akan meningkatkan arus kas bisnis Anda:

  • Menjaga data dan rincian kontak pelanggan secara akurat

Pertama-tama, membuat dan menjaga data dan rincian kontak pelanggan secara akurat merupakan bagian penting untuk meningkatkan proses piutang Anda.

Pastikan semua orang di tim Anda memiliki akses ke database pelanggan atau perangkat lunak Customer Relationship Management (CRM) perusahaan Anda, sehingga semua orang dapat bekerja sama untuk menjaga info pelanggan selalu terbaru. Pada Metode CRM, semua kontak yang terkait dengan pelanggan akan menerima email penagihan (kecuali jika Anda memilih mereka keluar).

  • Memindahkan semua pelanggan ke faktur elektronik

Jika Anda khawatir memindahkan semua pelanggan ke faktur elektronik, mulailah dengan perlahan. Tetapkan ekspektasi faktur digital dengan semua pelanggan baru Anda saat mereka gabung dengan Anda. Kemudian, saat tim Anda menjadi lebih akrab dengan proses ini, hubungi klien lama Anda untuk memberi tahu mereka bahwa perusahaan Anda beralih ke faktur digital untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik dari ujung ke ujung.

  • Tawarkan pelanggan dengan banyak opsi pembayaran

Untuk mendapatkan pembayaran tepat waktu, tawarkan pelanggan Anda sebanyak mungkin opsi pembayaran. Alih-alih meminta pelanggan mengirimkan cek setiap bulan, tawarkan kepada mereka opsi untuk membayar melalui kartu kredit atau melalui gateway pembayaran online, seperti PayPal dan Pembayaran QuickBooks, dan lain-lain.

Dengan menawarkan lebih banyak opsi pembayaran secara real time, Anda dapat menawarkan cara yang lebih mudah bagi pelanggan untuk menyelesaikan saldo mereka dan Anda tidak menunggu dengan lama untuk mendapatkan uang tunai ke bisnis Anda.

Nah, jika Anda merasa kesulitan dalam mengelola arus kas bisnis Anda, yuk gabung dengan Yonk. Yonk siap membantu untuk mengatur arus kas bisnis Anda menjadi lebih teratur dan praktis.

Sumber: https://blog.floatapp.com/4-ways-improve-accounts-receivables-cash-flow/

Posted on

Apa yang Terjadi Jika Anda Melebihi Batas Kredit Anda?

Batas kartu kredit Anda dan seberapa banyak jumlah yang dapat digunakan secara kredit setiap bulannya sudah ditetapkan oleh penerbit kartu Anda. Idealnya, Anda pasti akan tetap berada jauh di bawah batas limit itu, tetapi jika Anda menemukan diri Anda mendekati batas limit itu, Anda mungkin mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika Anda melebihi batas kredit Anda.

Dengan berlalunya Undang-Undang Kartu Kredit tahun 2009, kreditor tidak lagi diizinkan untuk secara otomatis membebankan biaya overdraft untuk pengeluaran di luar batas yang ditentukan. Overdraft yaitu jumlah penarikan yang melebihi dana yang tersedia pada akun giro. Dalam banyak kasus, jika Anda terlalu banyak menggunakan kartu kredit Anda, maka kartu kredit Anda akan ditolak. Jika Anda ingin mencegah kartu Anda ditolak Anda dapat memilih untuk melakukan perlindungan cerukan (overdraft) atau menggunakan kartu kredit Anda secara teratur.

Jika Anda memilih untuk menerima perlindungan cerukan (overdraft) dan kemudian melebihi batas kredit Anda, transaksi masih akan tetap berjalan. Tetapi, penerbit kartu Anda akan mengenakan biaya overlimit, biasanya sekitar $ 25 untuk pelanggaran pertama, dan jika Anda melebihi batas kredit untuk kedua kalinya dalam waktu enam bulan sejak batas pertama, Anda akan dikenakan biaya overlimit sebesar $ 35. Pengecualiannya adalah jika Anda hanya melebihi batas limit dari kartu kredit Anda. Kreditor tidak diizinkan untuk mengenakan biaya overlimit yang lebih besar daripada jumlah yang Anda lebihi dari limit kredit Anda. 

Langkah paling penting yang dapat Anda ambil untuk menghindari melebihi batas kredit Anda adalah memantau penggunaan kredit Anda secara teratur. Jika Anda tahu Anda semakin mendekati batas Anda, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Pilihan termudah adalah beralih ke uang tunai atau kartu debit. Jika ini tidak memungkinkan, Anda dapat mencoba mengurangi pengeluaran Anda untuk sisa bulan ini. Anda juga dapat membayar tagihan kartu kredit Anda pada pertengahan bulan dan sekali lagi pada akhir bulan untuk membebaskan diri Anda untuk membelanjakan lebih banyak.

Penting untuk memahami berapa batas kredit Anda dan mengambil langkah untuk tidak melebihi batas itu. Perhatikan jumlah yang dibebankan ke kartu kredit Anda dan pastikan Anda dapat membayar saldo penuh setiap bulan. Jika Anda melakukan ini, Anda tidak perlu khawatir tentang biaya overlimit atau kartu Anda ditolak.

Nah, kalau Anda merasa kesulitan dalam mengatur penggunaan kartu kredit Anda , yuk gabung dengan Yonk. Yonk siap membantu untuk mengatur kartu kredit Anda supaya lebih teratur.

Sumber: https://www.fool.com/investing/2018/09/18/what-happens-if-you-exceed-your-credit-limit.aspx

Posted on

Jangan Pernah Pasif Terhadap Piutang yang Sudah Jatuh Tempo!

Ketika Anda sedang menjalankan sebuah bisnis, jika Anda tidak dapat mengelola arus kas perusahaan Anda dengan baik maka bisnis Anda tidak akan bertahan lama. Terlepas dari seberapa hebat model bisnis Anda, seberapa menguntungkan bisnis Anda, atau berapa banyak investor yang tertarik untuk mendukung bisnis Anda.

Salah satu yang membuat arus kas menurun sangat cepat, khusunya untuk bisnis B2B yang masih merintis adalah hasil dari bayaran yang belum dibayarkan oleh klien. Jika Anda tidak proaktif tentang mengumpulkan pembayaran dari klien Anda, maka Anda akan berada di situasi arus kas yang berbahaya.

Jika bisnis kecil tidak memiliki kebijakan pembayaran dan konsekuensi ketika ada yang melakukan telat pembayaran maka akan dengan mudahnya dimanfaatkan oleh klien.  Buat garis waktu prosedur internal ketika Anda akan mengirim tagihan awal, ketika pengingat pembayaran akan padam dan kapan Anda akan membuat panggilan telepon koleksi atau memotong layanan jika faktur sebelumnya tidak dibayar. Beberapa perusahaan bahkan mendapat manfaat dari memberi insentif kepada pelanggan melalui diskon untuk pembayaran awal.

Nah, jika Anda kesulitan dalam mengelola arus kas bisnis Anda, yuk gabung dengan Yonk. Yonk siap membantu untuk mengatur arus kas bisnis Anda menjadi lebih teratur. 

Sumber: https://www.entrepreneur.com/article/249020

Posted on

Apa Kekurangan Sistem Akuntansi?

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dapat disimpulkan suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Fungsi Penting Sistem Informasi Akuntansi

Sebagai sebuah sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi, yang dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.

Adapun fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

KELEBIHAN dengan Menggunakan Sistem Informasi akuntansi

  1. Mampu Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  2. Mampu Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  3. Mampu Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  4. Mampu Meningkatkan sharing knowledge
  5. Mampu menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan.

KEKURANGAN Sistem Informasi Akuntansi

  • Belum mendukung multi gudang. Hal ini cukup mengganggu bila perusahaan yang menggunakan software ini memiliki lebih dari satu gudang.
  • Format neraca masih menggunakan standar Australia.

Pengertian Enterprise Resource Planning (ERP)

Secara sederhana, Enterprise Resource Planning atau ERP adalah sistem perangkat lunak (software) yang mengintegrasikan manajemen data dan informasi dari keseluruhan fungsional perusahaan yang meliputi keunagan, accounting, produksi, penjualan, pembelian, human resources dan fungsi-fungsi lainnya. Fungsi-fungsi tersebut terpisah oleh modul-modul perangkat lunak, namun saling terhubung dengan satu pusat data yang terintegrasi. Dengan banyaknya fungsional yang terlibat di dalamnya, ERP menjadi sistem yang bersifat enter once, use many ways. Artinya, pengguna hanya menggunakan satu akses ke dalam sistem dan akan mendapatkan tampilan serta hak akses sesuai dengan peran dan tanggung jawab (role & responsibilities) yang diberikan oleh perusahaan.

  • Pentingnya ERP

Kebutuhan akan ERP dalam perusahaan muncul dikarenakan kekurangan dari model sistem informasi tradisional yang bersifat terpisah, yaitu:

  1. Banyaknya duplikasi atau redudansi data karena sistem yang     dimiliki masing-masing fungsional berbeda dan tidak terintegrasi.
  2. Pihak manajemen dan strategis kesulitan mendapatkan informasi yang melibatkan data dari berbagai fungsional bisnis karena diperlukan proses untuk mengintegrasikan data-data yang ada.
  3. Data yang bersifat terpisah memiliki resiko tidak valid yang tinggi.
  4. Pengguna yang harus mengakses sistem dari beberapa fungsional bisnis direpotkan oleh banyaknya akun yang perlu diingat untuk mengakses masing-masing sistem serta model user interface yang terkadang berbeda pada masing-masing sistem sehingga perlu dipelajari secara khusus.

KELEBIHAN ERP.
1. Meningkatkan Visibility
2. Otomatisasi dan WorkFlow yang koherent
3. Satu sumber data terpusat untuk pelaporan, analisa dan statistik
4. Dimungkinkan satu software untuk seluruh perusahaan
5. Dimungkinkan pemanfaatan module Business Intelligent, e-Commerce Integration,
SCM, Warehouse Management, CRM, dll
6. Bersifat modular, sehingga dapat diimplementasikan partial
7. Database terpusat memudahkan pemeliharaan
8. Tersedia API untuk integrasi dengan sistem luar (Barcode, RFID)
9. Memudahkan order tracking, inventori, revenues, sales forecasting, dan aktifitas yang berkaitan.
10. Mempraktekan Best Practice yang diterima perusahaan internasional. 

KEKURANGAN ERP.
1. Mahal
2. Siklus Implementasi Panjang
3. Payback sulit diukur
4. Membutuhkan Partisipasi user untuk berhasil
5. Membutuhkan biaya infrstruktur
6. Migrasi yang rumit
7. Sulit diterapkan pada organisasi yang memiliki organisasi yang decentralisasi
ketergantungan kepada vendor ERP tinggi

Credit: http://patrick-uperp7.blogspot.co.id/2016/03/erpt03a-sistem-informasi-akuntansi-sia.html

Posted on

Biaya-Biaya yang Harus Diperhatikan Pengusaha

Dalam buku Akuntansi Biaya, biaya dapat digolongkan menurut:

  1. Objek pengeluaran.
  2. Fungsi pokok dalam perusahaan.
  3. Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai.
  4. Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.
  5. Jangka waktu manfaatnya”

(Mulyadi, 2000, 14)

Sedangkan dalam buku Akuntansi Biaya Dilengkapi dengan Isu-Isu Kontemporer biaya diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Objek pengeluaran
  2. Fungsi pokok perusahaan
  3. Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai.
  4.  Hubungan biaya dengan volume kegiatan.
  5. Atas dasar waktu”.

(Sulastiningsih dan Zulkifli, 2000, 82)

Uraian Penggolongan biaya menurut Mulyadi adalah sebagai berikut:


1.      Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran.

Dalam cara penggolongan ini, nama obyek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”. Contoh penggolongan biaya atas dasar obyek pengeluaran dalam Perusahaan Kertas adalah sebagai berikut: biaya merang, biaya jerami, biaya gaji dan upah, biaya soda, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi, biaya bunga dan biaya zat warna.


2.      Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok Perusahaan.

Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok :

Biaya produksi. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut obyek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi :Biaya tenaga kerja langsung (prime cost). Biaya yang dikeluarkan dapat diperhitungkan secara langsung terhadap aktifitas tingkatan produksi. Biaya ini juga mudah untuk teridentifikasi karena besar kecilnya biaya ini terkait pada aktifitas produksi, contoh biaya tenaga kerja langsung : Upah Buruh Pabrik, Upah Buruh angkut, Upah Buruh Potong, Upah buruh adonan & Upah Lain-lain

Credit: http://risalahakuntansi.blogspot.co.id/2014/03/jenis-jenis-biaya-dan-contohnya.html

Posted on

Pembayaran Jangka Panjang

Sebuah bisnis tentu memiliki beberapa sumber modal utama, baik untuk permulaan atau start-up maupun untuk pengembangan dan operasional perusahaan. Sumber modal bermacam-macam, ada yang merupakan hasil kerjasama dengan partner, modal dari investor, serta sumber modal lainnya misalnya melalui kredit atau hutang. Hutang dibedakan menjadi hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Sumber modal ini diperlukan untuk mendanai / membiayai keperluan perusahaan yang cukup banyak dan beragam, mulai dari keperluan untuk proses produksi, pengiriman, promosi / marketing, gaji karyawan, pengembangan produk, hingga biaya operasional seperti pembelian mesin-mesin dan perawatan mesin tersebut.

Jika menginginkan kemajuan perusahaan dalam jangka waktu panjang, maka kebutuhan-kebutuhan perusahaan baik yang primer maupun sekunder, kebutuhan urgent maupun tidak urgent tetap diperlukan dan tidak dapat terhindarkan sehingga sebuah perusahaan tentu memiliki hutang jangka panjang. Hutang ini biasanya dipergunakan untuk keperluan operasional seperti pembelian mesin-mesin yang bersifat pemakaian jangka lama, penambahan modal kerja permanen, perluasan lokasi perusahaan, akuisisi, dan hal yang bersifat permanen atau jangka panjang lainnya.

Memiliki hutang dalam sebuah bisnis memang tergolong hal yang umum dilakukan bagi sebuah perusahaan. Hutang ini sendiri juga terdiri atas berbagai macam cakupan dan terdiri atas berbagai macam jenis. Hutang jangka panjang lebih diminati oleh para pelaku bisnis yang memiliki goal dan capaian yang harus dicapai dalam waktu jangka panjang.

Memang pada dasarnya memiliki hutang, apalagi dalam jumlah besar tidak baik bagi kesehatan perusahaan. Namun hutang dirasa dirasa sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari apabila perusahaan ingin lebih maju dan berkembang. Maka dari itu pelaku bisnis lebih memilih untuk memiliki hutang jangka panjang untuk melunasi hutang karena nominalnya yang besar, maka pembayaran dan pelunasannya pun biasanya juga membutuhkan waktu yang lama.

Pengertian Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang adalah hutang perusahaan yang memiliki tenggat waktu pembayaran atau jatuh tempo yang biasanya lumayan lama, bisa mencapai satu periode akuntansi (1 tahun) atau lebih. Biasanya, biaya pembayaran atau pelunasan hutang jangka panjang ini diperoleh melalui sumber-sumber dana yang bukan berasal dari kas perusahaan, investasi jangka pendek, persediaan stok barang / produk di gudang yang belum digunakan, piutang dagang, dan lain sebagainya yang biasanya termasuk kedalam aktiva lancar. Untuk pelunasan hutang jangka panjang biasanya menggunakan aktiva tidak lancar. Yang dimaksud dengan aktiva tidak lancar adalah aset atau kekayaan yang memiliki nilai waktu ekonomis yang cenderung relatif permanen atau jangka panjang serta tidak akan mudah habis dalam sebuah periode cash flow operasional perusahaan selama satu tahun. Contohnya adalah aset-aset perusahaan berupa investasi jangka panjang, saham, dan lain sebagainya.

Menurut ilmu akuntansi keuangan menengah, yang termasuk kedalam hutang jangka panjang salah satunya adalah tentang hutang obligasi. Obligasi sendiri adalah sebuah pinjaman yang diberikan pemilik sebuah perusahaan kepada perusahaan lainnya. Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal dengan waktu jatuh tempo tertentu yang telah disepakati sebelumnya. Obligasi ini memang memiliki arti sebaliknya dari saham, dimana saham adalah memberikan hak kepemilikan kepada orang yang berlaku sebagai pemegang saham tersebut.

Hutang jangka panjang menurut Kieso adalah sebuah kewajiban atau beban di masa depan untuk membayarkan hutang akibat dari penundaan pembayaran hutang yang seharusnya dilakukan pada saat siklus satu tahun atau lebih operasi operasional perusahaan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa hutang dibagi menjadi dua kategori yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Perbedaannya dengan hutang jangka pendek adalah hutang jangka pendek harus segera dibayarkan dan dilunasi pembayarannya selama kurang dari satu periode akuntansi (kurang dari 1 tahun).

Dalam mendapatkan sebuah pinjaman atau hutang jangka panjang memang tidak mudah, hal ini memerlukan beberapa jaminan dan persyaratan tertentu. Jaminan hutang jangka panjang ini bermacam-macam, diantaranya adalah jaminan barang tak bergerak. Yang termasuk kedalam jaminan barang tak bergerak adalah aset-aset seperti sertifikat tanah dan bangunan / gedung, dan rumah. Hutang jangka panjang atau long term debt ini memiliki pembayaran jatuh tempo sekitar 5-20 tahun. Waktu pembayaran ini tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak dan kemampuan pihak yang mengajukan hutang jangka panjang untuk melakukan pembayaran yang telah telah disepakati sebelumnya.

Hutang jangka panjang memiliki rasio ekuitas atau jumlah perbandingan mengenai aktiva bersih perusahaan yaitu jumlah aktiva yang telah dikurangi kewajiban pembayaran-pembayaran perusahaan. Rasio ekuitas terhadap total aktiva merupakan perbandingan antara hutang jangka pendek, hutang jangka panjang serta jumlah seluruh aktiva perusahaan. Rasio ekuitas merupakan hasil dari selisih aktiva yang dimiliki perusahaan setelahdikurangi hutang lancar dan hutang jangka panjang.

Credit: http://ciputrauceo.net/blog/2016/9/9/hutang-jangka-panjang