Posted on

Perkembangan Teknologi untuk Hadapi COVID-19 (Ep 3)

Matahari terbit di ufuk timur, suara kicauan burung, dan aroma embun di pagi hari seakan menyambut Vania. Pagi itu, ia bangun lebih awal karena ia sudah memiliki janji bertemu dengan temannya. Sambil menyantap sarapannya, ia menyalakan TV dan mengganti saluran ke saluran berita. Ia ingin mengetahui perkembangan wabah COVID-19 yang sudah menggemparkan dunia. 

“Pa, Ma, yang positif terjangkit COVID-19 udah semakin bertambah, yang meninggal juga nambah. Ini juga udah mulai masuk Jogja, lho.” 

“Lha iya, bahkan udah ada 1 yang dinyatakan positif COVID-19 di Jogja. Makanya, kamu jangan sering-sering keluar ya. Jaga jarak dari orang-orang kalau memang harus keluar rumah.”

Mewabahnya COVID-19 juga berdampak pada bisnis orang tua Vania. Orang tua Vania sendiri sudah sejak lama bergelut dalam bisnis perhotelan di Yogyakarta. Tetapi, semenjak kabar bahwa di Indonesia sudah banyak yang positif terjangkit COVID-19, ruang gerak masyarakat pun menjadi terbatas. Masyarakat di beberapa daerah sudah mulai melakukan self-isolation, begitu pula yang terjadi di Yogyakarta. Alhasil, sektor pariwisata mendapatkan dampak terburuknya. Hotel-hotel kini sepi pengunjung, begitu pula tempat-tempat wisata. Hal ini menyebabkan turunnya pemasukan bisnis orang tua Vania yang memiliki hotel bintang empat di salah satu daerah wisata di Yogyakarta. Tidak hanya itu, orang tua Vania juga tidak dapat setiap hari bolak-balik ke hotel milik mereka untuk bekerja. Yang paling krusial adalah memonitor keuangan hotelnya, orang tua Vania kini harus mengandalkan laporan digital karena memang masyarakat diminta untuk melakukan self isolation. 

“Daripada Papa bingung harus gimana, coba deh pakai YONK. Aku udah pakai YONK sejak bulan lalu dan sekarang aku gak perlu repot lagi mikirin alur keuanganku.” kata Vania.

“Tapi, susah gak memahami sistemnya?” tanya papanya.

“Tenang saja, Pa. buka dulu aja websitenya, nanti Papa bisa mencoba demonya dulu sebelum memutuskan menggunakan sistem ini atau tidak. Pokoknya mudah deh untuk dipahami. Aku aja paham, lho.” Jelasnya. 

Untung saja, orang tua Vania menggunakan kecanggihan teknologi bernama YONK, yang merupakan sistem berbasis teknologi Blockchain. Sistem ini nantinya akan membantu pengguna untuk mengatur laporan keuangan perusahaan secara real time. Tidak hanya itu, YONK juga akan membantu untuk memberikan perencanaan keuangan jangka panjang. Data yang terkumpul dalam sistem Blockchain sendiri sudah tersusun secara rapi dan akurat. Sehingga pebisnis yang menggunakan YONK tidak perlu lagi merasa khawatir terkait masalah keuangan perusahaan. Mau tau lebih lengkap tentang YONK? Yuk, simak artikelnya di https://www.yonk.io. 

“Terus gimana karyawan-karyawan di hotel? Bukannya beberapa minggu lalu ada turis Jepang yang mengadakan rapat di hotel kita, Pa?”

“Oh iya, benar juga. Apa kita minta karyawan-karyawan untuk cek ya? Apalagi yang memiliki kontak langsung dengan turis-turis itu.”

“Nah, Pa. Kebetulan banget, nih. Supaya Papa dan karyawan di sana tidak repot mengurus administrasi rumah sakit, coba deh mereka diarahkan untuk berobat atau cek kesehatan di RS Senantiasa Sehat. Rumah sakit itu udah menggunakan sistem yang bernama AELL, yang akan mempermudah proses administrasi calon pasien di rumah sakit.” Jelas Vania.

“Itu sistemnya pakai Blockchain juga? Sama dengan sistem yang kamu saranin tadi?” tanya Papanya.

“Yap, benar sekali. Kalau papa mau tau informasi detail tentang AELL itu, coba deh buka linknya di https://www.aell.co/.”

Banyak sekali hal yang tidak diketahui oleh orang tua Vania terkait perkembangan teknologi yang sudah semakin maju dan memudahkan pekerjaan mereka. Orang tuanya sangat senang mengetahui adanya sistem-sistem tersebut, terlebih lagi di masa-masa self isolation di mana mereka diminta untuk tetap di rumah dan melakukan pekerjaannya dari rumah. 

Sama seperti orang tuanya, Vania juga mengalami kesulitan ketika wabah COVID-19 sudah masuk ke Indonesia. Ia tidak dapat dengan leluasa untuk melakukan perjalanan luar kota demi memonitor bisnis kosmetiknya. Biasanya, dalam sebulan ia akan pergi ke Bandung untuk memonitor proses produksi kosmetiknya, hingga pendistribusian produk. Karena ruang geraknya kini terbatas, mau tak mau Vania harus mengontrol semuanya dari rumah. Oleh sebab itu, seorang temannya merekomendasikannya untuk menggunakan sebuah sistem bernama VIE yang di dalamnya memiliki sistem ERP (Enterprise Reduce Planning). Sistem ERP ini akan membantu Vania untuk mengoptimalisasikan informasi terkait logistik, penjualan, hingga persediaan secara otomatis. Nantinya, Vania akan mendapatkan update informasi terkait perkembangan bisnisnya tersebut setiap hari. Vania sendiri sudah tidak asing lagi dengan sistem berbasis teknologi Blockchain. Karena beberapa kali temannya memperkenalkan Vania kepada sistem-sistem luar biasa yang dapat mempermudah pekerjaannya. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang sistem ERP ini, silakan klik di https://www.vie.co.id.

 

<—- Episode 2

Posted on

Musuh Terbesar Ternyata Sahabat Sendiri

Musuh terbesar ternyata sahabat sendiri

Mendapat pesan dari produser televisi terkait protes karena dana yang sudah masuk ke Ditto belum dikembalikan atas pembatalan manggung membuat Ditto merasa kesal. Ditto segera menghubungi Kale untuk mengkonfirmasi masalah tersebut. Namun Kale tidak memberikan respon atas telpon dan pesan yang Ditto kirimkan. Tak lama ada pesan masuk dari Yoya yang berisikan.

“To, lihat berita deh. Kok ada beberapa televisi yang nuntut kamu perihal dana pembatalan manggung kamu dibatalin ya. Katanya pihak kamu gaK ada kabar dan belum mengembalikan dananya sepeserpun? Ada apa To?” tanya Yoya.

“Aku gak paham Ya, aku juga bingung karna yang mengatur semua kan Kale. Kale sekarang gak bisa dihubungi. Dia lagi diluar Negri.” Jawab Ditto.

“Aku kerumahmu ya sekarang sama Kak Wawan. Aku juga sudah berkali-kali ditelpon infotainment untuk konfirmasi masalah kamu.” Jawab Yoya.

Yoya dan Wawan langsung bergegas menuju rumah Ditto di kawasan Jakarta Selatan. Beberapa awak media sudah menunggu Ditto di pagar depan kompleks. Wawan dan Yoya mencoba menerobos gerombolan para wartawan dan berhasil. Yoya langsung menghampiri Ditto yang duduk di ruang TV.

“Dit, gimana sih ceritanya?” tanya Wawan.

“Gatau Kak gue kayak ditipu deh sama Kale. Semua pemasukan gue sama dia. Dan jadwal manggung gue berantakan banget. Gue bisa sih ganti kerugian pihak yang belum menerima uangnya balik. Karna tabungan gue masih cukuplah, penghasilan penjualan CD dan lagu gue secara online juga masih cukup. Tapi yang gue gak habis pikir, kenapa Kale bisa menghianati gue gini. Padahal dulu disaat dia susah, gue bantu dia buat bangkit dan bisa sukses sampai sekarang”. Jawab Ditto.

“Gue sebenernya udah menaruh curiga sama Kale, Dit, Tapi gue gak mau over sih. Karena beberapa kali gue mergokin dia kok belanja bisa habis ratusan juta. Udah gitu kalau gue tanya jadwal manggung elo buat persiapan gue sebagai band pendukung, dia gak pernah terbuka” Jawab Wawan.

“Yaudah Dit, mending sekarang lo hubungi pihak yang merasa dirugikan dan konfirmasi ke media bahwa akan ganti semua kerugian. Bilang kalau ini salah paham.” Jawab Yoya.

“iya Ya.” Jawab Ditto.

Setelah melakukan jumpa pers dan mengkonfirmasi semua masalah dan kesalahpahaman yang terjadi. Ditto menjadi sedikit lega karena pihak yang merasa dirugikan menerima pernyataan Ditto dan mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Seharusnya Ditto menggunakan sistem blockchain dari Yonk.io untuk mengatur keuangannya.

Aplikasi Yonk.io dengan sistem blockchain membantu dalam mengelola keuangan lebih teratur dan terpercaya. Sistem blockchain yang memberikan keamanan dan kemudahan bagi penggunanya untuk menjaga keamanan alur keuangannya dengan sistem kas yang canggih dan juga realtime, jadi pembukuan keuangan masuk serta keluar semuanya diatur oleh Yonk.io. Untuk lebih lengkapnya mengenai Yonk.io, anda bisa klik link berikut https://www.yonk.io/

Beberapa hari berlalu, Ditto sudah menyelesaikan permasalahannya kepada pihak yang dirugikan karena uang pembatalan manggungnya. Hp Ditto berdering, Kale menelpon dan meminta maaf atas kericuhan yang terjadi. Ditto yang sudah dipuncak emosinya, memutuskan untuk memecat Kale dan meminta Kale mengirimkan semua jadwal manggung dan kontrak kerja bersama client. Karena hal tersebut, Ditto harus bekerja ekstra untuk membangun management baru dan aktif di industri musik. Sebagai sahabat Saya selalu mendukung dan membantu Ditto, namun suatu hari ketika Ditto pulang dari meeting bersama produser musik rumah Ditto gelap gulita padahal saat itu hari masih sore. Ternyata rumah Dito…..

Kira-kira apa yang sedang terjadi? Yuk cari tau cerita selanjutnya dengan klik disini.

 

Episode 1 | Episode 2 | Episode 3 | —– to be continue