Posted on

Nelayan Teripang

Adit, Gilang dan Sarah yang sedang berlibur di Maluku, mereka dibuat terkagum dengan keindahan pantai-pantai dan wisata alam di Maluku yang masih sangat indah dan alami. 

Liburannya mereka kali ini ditemani oleh tante Sri, tantenya Sarah yang sudah tinggal di Maluku sejak lama mengikuti suaminya dinas. Liburan mereka tidak merasa risih meskipun ditemani oleh tante nya Sarah, karena tante Sri yang masih berjiwa muda dan sangat asik untuk diajak berbicara dan jalan-jalan. 

Tante Sri bahkan banyak mengajak mereka ke lokasi-lokasi yang terpencil yang memang jarang dikunjungi wisatawan luar. Selain lokasi wisata mereka juga diajak mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah dan wisata kuliner Maluku. Banyak hal yang mereka pelajari dari perjalanan mereka kali ini ke Maluku. Salah satunya adalah hewan laut yang memiliki banyak manfaat bernama Teripang. Jarang sekali mereka mendengar jenis hewan laut satu ini apalagi melihatnya secara langsung. Memang terlihat menjijikan namun rasanya cukup nikmat dan yang lebih utama adalah kandungan gizi Teripang yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. 

Tante Sri adalah salah satu konsumen setia Teripang, ia selalu memesan Teripang langsung ke nelayan. Kebetulan sekali Adit, Gilang dan Sarah juga diajak ikut mengunjungi nelayan Teripang. Disana mereka bertemu dengan beberapa nelayan Teripang, sambil menunggu tante Sri membeli ikan dan Teripang, Adit, Gilang dan Sarah banyak berbicara dengan para nelayan disana. Adit yang penasaran dengan alasan harga Teripang yang mahal menanyakan kepada salah satu nelayan disana, ternyata harga Teripang yang mahal dikarenakan jumlah nelayan Teripang yang sangat sedikit, karena jumlah pembeli yang sedikit banyak nelayan yang menyerah untuk mencari Teripang, karena rintangan dalam menangkap Teripang cukup sulit, mereka harus menyelam ke dasar laut untuk mencari teripang-teripang tersebut. 

Ternyata yang banyak membeli teripang-teripang mereka adalah orang-orang kaya yang memang paham betul dengan khasiat teripang ini bagi kesehatan mereka, dan juga beberapa pesanan dari luar negeri. 

Namun kendala mereka adalah masih sulitnya terhubung dengan para pembeli, dimana para nelayan-nelayan masih belum paham betul dengan penggunaan teknologi dalam memasarkan hasil tangkapan mereka, salah satunya teripang. Pak Zaki, adalah salah satu nelayan Teripang, ia sangat berharap banyak masyarakat dapat mengenal jenis hewan laut Teripang ini atau bantuan pemerintah dalam memberikan perhatian bagi nelayan-nelayan teripang ini untuk dapat berkembang. Sangat disayangkan Indonesia adalah salah satu wilayah yang penghasil teripang. Namun tidak banyak masyarakat yang tertarik dengan hewan laut satu ini, karena kurangnya pengetahuan. 

Gilang menyarankan kepada nelayan disana untuk ikut bekerjasama menggunakan teknologi LedgerNow yang dapat membantu nelayan lebih mudah dipertemukan dengan konsumen atau supplier yang akan memudahkan mereka untuk mengirimkan hasil tangkapan mereka. LedgerNow yang menggunakan sistem berbasis blockchain yang memudahkan nelayan dalam mengirimkan hasil tangkapan teripang mereka menggunakan sistem aplikasi yang secara otomatis mencatat segala data yang tersimpan dengan aman dan pelacakan pengiriman yang secara transaparan dapat di lacak secara real-time. Klik link berikut untuk informasi selengkapnya www.ssc.co.id 

Gilang yang juga melihat kehidupan nelayan yang masih jauh dari kesejahteraan karena sulitnya mengembangkan hasil tangkapan mereka untuk dijual ke kota-kota lainnya. Pak Zaki sebagai nelayan Teripang sangat berharap teknologi LedgerNow ini dapat membantu penjualan teripangnya menjadi lebih mudah, dan banyaknya nelayan yang ikut tertarik untuk mengkonsumsi teripang.  Dengan meningkatnya pemesan teripang ini akan dapat menimbulkan minat nelayan untuk mencari teripang menjadi lebih besar. Teripang ini adalah hewan laut yang sangat bergizi dibanding hewan laut lainnya, sangat disayangkan masyarakat Indonesia masih kurang paham dengan khasiat Teripang. LedgerNow juga membantu konsumen dapat memilih kualitas Teripang dengan harga yang sesuai, FLAX salah satu platform blockchain yang dapat membantu memudahkan memilih jenis Teripang dan menentukan harga dengan adil. Klik link berikut untuk informasi penggunaan FLAX secara lebih lanjut www.ledgernow.com 

Posted on

Tips Agar Bisa Membeli Rumah Dengan Modal Gaji UMR

Generasi millennials selalu diramalkan dengan generasi yang susah memiliki rumah pribadi, apalagi yang hidup di Jakarta. Karena harga rumah yang sekarang ini sangat mahal, bahkan jika ingin membeli rumah harus jauh dari perkotaan agar mendapat harga yang sedikit lebih murah. Kita dapat  saja membeli rumah dengan berhemat dan menabung, yang mahal itu sebenarnya sih gaya hidup sehari-hari. Jika kamu sedikit menekan gaya hidup dan mulai berinvestasi dan menabung mungkin impian untuk beli rumah itu bisa saja terjadi. Nah berikut ini adalah tips agar bisa membeli rumah dengan gaji UMR:

  1. Berhemat dan Menabung untuk DP

Sebisa mungkin kamu harus menabung penghasilan sebesar 20% secara konsisten, sebisa mungkin kamu harus berhemat menekan pengeluaran untuk membayar DP rumah KPR. Sebisa mungkin kamu harus benar-benar memperhatikan urusan pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang kamu untuk berbelanja keperluan utama, jangan berlebihan apalagi menggunakan kartu kredit batasi hal tersebut.

2. Cari KPR yang menawarkan DP 0%

Saat ini, Bank Indonesia memiliki aturan yang membebaskan bank menentukan uang muka yang harus dibayar nasabah, bahkan hingga 0 persen atau 10 persen untuk rumah pertama. 

Kamu bisa menabung untuk mengumpulkan DP sebesar 10%, atau mencari bank yang menyediakan KPR sebesar 0%. Untuk kamu yang punya gaji UMR, tak perlu menunggu waktu lama deh untuk mengumpulkan uang muka. Kesempatan untuk punya rumah pun terbuka lebar!

3. Alokasikan pengeluaran untuk cicilan rumah

Mencicil rumah adalah tanggung jawab yang akan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Apabila kamu tak terbiasa menyisihkan uang dalam waktu lama seperti untuk KPR, maka sebaiknya kamu mulai membiasakan diri. Supaya bisa memproyeksikan berapa jumlah cicilan yang harus dibayarkan kelak, kamu bisa coba manfaatkan kalkulator KPR di sini. 

  1. Ikuti Lelang Rumah 

Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah. Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut, Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya rumah yang diikutsertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank. Namun, jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, sebaiknya terlebih dahulu mengecek kondisi rumah, beserta akses menuju ke sana, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan bebas banjir.

Banyak jalan menuju Roma, banyak juga cara untuk memiliki rumah bagi karyawan dengan gaji UMR sekalipun. Jangan patah semangat dan semoga kamu semakin termotivasi untuk membeli rumah ya. Gunakan Aplikasi YONK untuk mengatur keuangan kamu sekarang, karena dengan menggunakan Aplikasi YONK akan mempermudah kamu dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran kamu sehingga kamu seperti memiliki perencana keuangan yang handal. YONK sebagai salah satu aplikasi berbasis teknologi blockchain yang memberikan rasa kepercayaan, keamanan dengan traceability yang tinggi sehingga kamu tidak perlu lagi khawatir dengan keamanan penyimpanan uang mu dengan sistem YONK ini.  Daftar segera di YONK, klik link berikut untuk informasi selengkapnya  https://www.yonk.io

Posted on

Bahagia Di Hari Tua

Bapak pernah bercerita bahwa beliau bekerja mulai dari usia 18 tahun. Saat itu Bapak terhitung baru saja lulus dari STM (Sekolah Teknik Menengah) jurusan bangunan. Bapak bercerita, di domisilinya kala itu masuk STM lebih digemari karena lebih banyak praktek dibanding teori, sehingga banyak pula kemampuan berkaitan dengan hardskill yang didapat, khususnya ilmu mengenai teknik bangunan.

Bapak mengisahkan, kali pertama bekerja hanyalah sebagai tukang kebun di suatu instansi, ya mengecek tanaman sekaligus menyiramnya di jam yang sudah ditentukan. Semacam kerja di lapangan dan terbilang serabutan. Waktu itu Bapak mengaku tidak keberatan apalagi malu, terpenting adalah bisa bekerja dan membantu orang tua.

Sambil bekerja, setelah dirasa uang tabungan cukup, Bapak mencoba melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Sayang, karena fokus terbagi dua antara bekerja dan kuliah, akhirnya banyak nilai yang terbengkalai dan Bapak harus merelakan kuliahnya tersebut. Dengan segala perjuangan Bapak dalam bekerja sampai ke posisi terakhir yang diemban, akhirnya beliau pensiun setelah selama kurang lebih 40 tahun berkarir. Sebagaimana seseorang yang meninggalkan kebiasaannya setelah selama berpuluh tahun dilakukan, sedih tidak dapat dipungkiri dan tak terbantahkan.

Karena kurang berminat dalam berwirausaha, akhirnya Bapak memutuskan untuk menikmati masa pensiun di rumah, bermain dengan cucu dan menjadi “tukang ojek pribadi” Ibu yang masih aktif mengajar sebagai guru di salah satu sekolah.

Saya menghargai pilihan Bapak sebagaimana beliau menghargai setiap keputusan yang saya tentukan dalam hidup. Saya dan Bapak memang seringkali berbeda pendapat, maka tak jarang saya sering menegaskan bahwa, dengan segala resikonya saya sudah mempertimbangan mengenai beberapa langkah yang diambil. Selain dari itu, saya teramat menyayangi dan menghormati beliau. Dalam kesederhanaannya, beliau selalu membuat saya bahagia tanpa kenal lelah dan itu semua membekas dalam ingatan hingga sekarang.

Sebagaimana anak-anak lain yang pada masanya suka menonton Tom & Jerry, saya pun ikut menyukainya dan Bapak mengetahui hal itu. Maka seringkali saya dibawakan CD Tom & Jerry walau bajakan. Hehe. Toh, bagi saya bukan soal bajakannya, lebih kepada niat membuat saya senang.

Bapak juga senang sekali memberi kejutan. Seringkali saya dibelikan mainan olehnya sepulang kerja. Itu kenapa sewaktu kecil, bagi saya menanti Bapak pulang bekerja adalah hal yang paling menyenangkan dibanding menanti jawaban darinya yang tak kunjung ada kepastian. Saat ini, aktivitas Bapak selain antar-jemput Ibu untuk kebutuhan mengajar, layaknya beberapa pensiunan lain, adalah membaca. Sedari dulu beliau memang hobi membaca, dari mulai membaca koran sampai dengan beberapa majalah. Beliau juga bercerita semasa sekolah memiliki hobi kirim tulisan ke beberapa surat kabar, saat itu honor yang didapat sekitar 750 rupiah yang pada masanya tergolong cukup untuk mentraktir gebetan di kedai soto terdekat.

Badminton menjadi salah satu olahraga favorit Bapak dan sampai dengan saat ini masih terus ditekuni dengan teman sebayanya. Tentu tidak akan selincah dulu, namun efektif dalam menghilangkan rasa jenuh dan suntuk pada masa pensiun. Paling penting, beliau tetap bahagia serta menjaga mood positifnya melalui badminton.

Atas apa yang dilakukan selama hidup sampai dengan saat ini, dari mulai bekerja, menafkahi serta membuat keluarga bahagia tak terkecuali saya sebagai anak. Bapak layak menikmati hari tua sebagaimana mestinya dengan cara apa pun yang beliau mau. Itu semua bisa ia lakukan karena ia pandai merencanakan keuangannya dari selama ia kerja berpuluh-puluh tahun. Beberapa tahun sebelum ia pensiun, ia bekerja sama dengan Yonk.io dalam mengolah keuangan perencanaan masa depan, bapak berharap agar kelak masa tua nanti tidak perlu khawatir mengambil jalan yang salah mengenai keuangan yang dimiliki nya. Berkat Yonk.io, keuangan yang bapak miliki teratur dengan rapi dan efisien, bahkan saya masih bisa kuliah karena perencanaan bapak yang matang. Saya berharap banyak masyarakat Indonesia yang lebih peduli akan perencanaan keuangan di masa yang akan datang kelak, agar tidak menyesal dikemudian hari. Berkat Yonk.io, masa depan bapak sekeluarga menjadi lebih baik. Jika ingin tau lebih lengkap tentang Yonk.io anda bisa cek di link berikut https://www.yonk.io/.

Sekarang, sudah semestinya saya yang bekerja keras, bahkan lebih keras dari apa yang beliau lakukan dahulu dengan segala tantangan dan kesulitan yang ada. Atas apa yang sudah dilakukan oleh Bapak, beliau layak mendapat apresiasi, sudah menjadi kewajiban sebagai anak harus menghormati. Sebab, bagaimana kondisi kita saat tua nanti masih menjadi misteri yang tidak ada seorangpun mengetahui.

Posted on

Yuk Berpikir Cerdas Dalam Mengelola Keuangan

Hari ini nggak terasa sudah di awal tahun baru 2020 ya. Gimana uang bulanan masih aman, ‘kan? Wah, kalau uang bulananmu sudah mulai menipis, berarti kamu harus mulai belajar pengelolaan keuangan, nih. Hah, emang perlu ya? Perlu banget! Simak penjelasannya di bawah ini ya. Bukan hanya bank atau perusahaan saja yang membutuhkan pengelolaan keuangan. Perusahaan kecil, Startup, serta dalam kehidupan sehari-hari perannya juga tak kalah penting, lho. Misalnya seperti mengelola keuangan pribadi atau keluarga. Tujuannya agar masalah ekonomi di masa datang dapat terminimalisir, dan perencanaan keuangan kita bisa sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, ada beberapa tujuan lainnya yaitu:

Mengelola uang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, ada beberapa tahapan yang perlu diikuti agar tujuan-tujuan di atas dapat tercapai. Ini dia tahapan serta penjelasannya:

Langkah-langkah dalam pengelolaan keuangan:

  1. Mencatat Aset/Harta yang Dimiliki

Setiap orang pasti memiliki aset/harta yang dicatat sebagai harta produktif maupun konsumtif. Harta produktif adalah harta yang memberikan penghasilan rutin atau keuntungan pada saat harta tersebut dijual kembali. Contohnya, tabungan (yang tidak dipakai untuk belanja) atau rumah (yang disewakan). Di sisi lain, harta konsumtif adalah harta yang tidak memberikan penghasilan, baik penghasilan secara rutin maupun keuntungan ketika dijual kembali. Contohnya, perlengkapan dan peralatan rumah tangga atau kendaraan.

  1. Pencatatan Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Di tahap ini, pastikan semua pemasukan dan pengeluaran kamu tercatat ya. Misalnya, biaya transportasi dan membeli buku akan termasuk pengeluaran dan uang bulanan dari orangtua termasuk dalam pemasukan. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran berguna untuk memberikan informasi tentang banyaknya uang yang telah masuk dan yang dikeluarkan. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk mengontrol pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Coba bayangkan kalau kita pergi main ke mall sama teman-teman, nonton di bioskop, minum kopi di kafe, lalu beli cemilan, dan nggak catat pengeluaran kita. Tanpa disadari pasti pengeluaran kita akan “membengkak” dan bisa jadi jatah uang bulanan kita akan habis dalam satu hari. Waduh, bahaya!

  1. Identifikasi Pengeluaran Rutin Bulanan, dan Tahunan

Setiap orang biasanya punya pola pengeluaran yang mirip dari bulan ke bulan, termasuk dari tahun ke tahun. Setelah memiliki catatan pengeluaran, coba perhatikan apa saja yang menjadi pengeluaran rutin kamu dan lihat berapa kali pengeluaran itu digunakan. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat pemetaan pengeluaran, apakah pengeluaran tersebut sifatnya rutin bulanan atau tahunan, hal tersebut akan berguna sebagai bahan dalam membuat perencanaan keuangan.

  1. Menyusun Rencana Pengeluaran (Budgeting)

Dalam menyusun rencana pengeluaran, hal-hal yang perlu diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Membedakan kebutuhan dan keinginan
  • Pilihlah prioritas Pengeluaran terlebih dahulu
  • Cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran. 
  1. Menabung secara Periodik

Menabung sebaiknya dilakukan segera setelah mendapatkan penghasilan, bukan menunggu “sisa” uang. Dengan demikian, setelah menerima pendapatan, langsung simpan sejumlah uang sesuai yang direncanakan. Pisahkan rekening untuk tabungan dan bila perlu, pilih rekening tabungan tanpa fasilitas ATM. Hal ini dilakukan untuk mencegah kita dari “godaan” untuk mengambil uang tabungan.

  1. Perencanaan Program untuk Masa Depan

Rencanakan keperluanmu untuk jangka panjang. Perkirakan target periode pencapaian dan dana yang dibutuhkan. Setelah itu tentukan target dana yang harus disisihkan per hari atau per bulan.

  1. Menabung Secara Periodik untuk Masa Depan

Persiapkan tabungan untuk keperluan atau rencana khusus di masa depan. Perkirakan jumlah tabungan yang disisihkan, sehingga mencapai jumlah yang cukup ketika waktunya tiba.

Sudah tahu, ‘kan, penting dan apa gunanya belajar pengelolaan keuangan dalam kehidupan kita. Mengelola uang bukan hanya penting dipelajari oleh akuntan saja, tapi kamu juga harus paham, biar nggak kehabisan uang di pertengahan bulan. Untuk informasi lebih lengkapnya kalian bisa klik link berikut https://www.yonk.io/.