Posted on

Tips Agar Bisa Membeli Rumah Dengan Modal Gaji UMR

Generasi millennials selalu diramalkan dengan generasi yang susah memiliki rumah pribadi, apalagi yang hidup di Jakarta. Karena harga rumah yang sekarang ini sangat mahal, bahkan jika ingin membeli rumah harus jauh dari perkotaan agar mendapat harga yang sedikit lebih murah. Kita dapat  saja membeli rumah dengan berhemat dan menabung, yang mahal itu sebenarnya sih gaya hidup sehari-hari. Jika kamu sedikit menekan gaya hidup dan mulai berinvestasi dan menabung mungkin impian untuk beli rumah itu bisa saja terjadi. Nah berikut ini adalah tips agar bisa membeli rumah dengan gaji UMR:

  1. Berhemat dan Menabung untuk DP

Sebisa mungkin kamu harus menabung penghasilan sebesar 20% secara konsisten, sebisa mungkin kamu harus berhemat menekan pengeluaran untuk membayar DP rumah KPR. Sebisa mungkin kamu harus benar-benar memperhatikan urusan pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang kamu untuk berbelanja keperluan utama, jangan berlebihan apalagi menggunakan kartu kredit batasi hal tersebut.

2. Cari KPR yang menawarkan DP 0%

Saat ini, Bank Indonesia memiliki aturan yang membebaskan bank menentukan uang muka yang harus dibayar nasabah, bahkan hingga 0 persen atau 10 persen untuk rumah pertama. 

Kamu bisa menabung untuk mengumpulkan DP sebesar 10%, atau mencari bank yang menyediakan KPR sebesar 0%. Untuk kamu yang punya gaji UMR, tak perlu menunggu waktu lama deh untuk mengumpulkan uang muka. Kesempatan untuk punya rumah pun terbuka lebar!

3. Alokasikan pengeluaran untuk cicilan rumah

Mencicil rumah adalah tanggung jawab yang akan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Apabila kamu tak terbiasa menyisihkan uang dalam waktu lama seperti untuk KPR, maka sebaiknya kamu mulai membiasakan diri. Supaya bisa memproyeksikan berapa jumlah cicilan yang harus dibayarkan kelak, kamu bisa coba manfaatkan kalkulator KPR di sini. 

  1. Ikuti Lelang Rumah 

Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah. Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut, Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya rumah yang diikutsertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank. Namun, jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, sebaiknya terlebih dahulu mengecek kondisi rumah, beserta akses menuju ke sana, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan bebas banjir.

Banyak jalan menuju Roma, banyak juga cara untuk memiliki rumah bagi karyawan dengan gaji UMR sekalipun. Jangan patah semangat dan semoga kamu semakin termotivasi untuk membeli rumah ya. Gunakan Aplikasi YONK untuk mengatur keuangan kamu sekarang, karena dengan menggunakan Aplikasi YONK akan mempermudah kamu dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran kamu sehingga kamu seperti memiliki perencana keuangan yang handal. YONK sebagai salah satu aplikasi berbasis teknologi blockchain yang memberikan rasa kepercayaan, keamanan dengan traceability yang tinggi sehingga kamu tidak perlu lagi khawatir dengan keamanan penyimpanan uang mu dengan sistem YONK ini.  Daftar segera di YONK, klik link berikut untuk informasi selengkapnya  https://www.yonk.io

Posted on

Yuk Berpikir Cerdas Dalam Mengelola Keuangan

Hari ini nggak terasa sudah di awal tahun baru 2020 ya. Gimana uang bulanan masih aman, ‘kan? Wah, kalau uang bulananmu sudah mulai menipis, berarti kamu harus mulai belajar pengelolaan keuangan, nih. Hah, emang perlu ya? Perlu banget! Simak penjelasannya di bawah ini ya. Bukan hanya bank atau perusahaan saja yang membutuhkan pengelolaan keuangan. Perusahaan kecil, Startup, serta dalam kehidupan sehari-hari perannya juga tak kalah penting, lho. Misalnya seperti mengelola keuangan pribadi atau keluarga. Tujuannya agar masalah ekonomi di masa datang dapat terminimalisir, dan perencanaan keuangan kita bisa sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, ada beberapa tujuan lainnya yaitu:

Mengelola uang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, ada beberapa tahapan yang perlu diikuti agar tujuan-tujuan di atas dapat tercapai. Ini dia tahapan serta penjelasannya:

Langkah-langkah dalam pengelolaan keuangan:

  1. Mencatat Aset/Harta yang Dimiliki

Setiap orang pasti memiliki aset/harta yang dicatat sebagai harta produktif maupun konsumtif. Harta produktif adalah harta yang memberikan penghasilan rutin atau keuntungan pada saat harta tersebut dijual kembali. Contohnya, tabungan (yang tidak dipakai untuk belanja) atau rumah (yang disewakan). Di sisi lain, harta konsumtif adalah harta yang tidak memberikan penghasilan, baik penghasilan secara rutin maupun keuntungan ketika dijual kembali. Contohnya, perlengkapan dan peralatan rumah tangga atau kendaraan.

  1. Pencatatan Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Di tahap ini, pastikan semua pemasukan dan pengeluaran kamu tercatat ya. Misalnya, biaya transportasi dan membeli buku akan termasuk pengeluaran dan uang bulanan dari orangtua termasuk dalam pemasukan. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran berguna untuk memberikan informasi tentang banyaknya uang yang telah masuk dan yang dikeluarkan. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk mengontrol pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Coba bayangkan kalau kita pergi main ke mall sama teman-teman, nonton di bioskop, minum kopi di kafe, lalu beli cemilan, dan nggak catat pengeluaran kita. Tanpa disadari pasti pengeluaran kita akan “membengkak” dan bisa jadi jatah uang bulanan kita akan habis dalam satu hari. Waduh, bahaya!

  1. Identifikasi Pengeluaran Rutin Bulanan, dan Tahunan

Setiap orang biasanya punya pola pengeluaran yang mirip dari bulan ke bulan, termasuk dari tahun ke tahun. Setelah memiliki catatan pengeluaran, coba perhatikan apa saja yang menjadi pengeluaran rutin kamu dan lihat berapa kali pengeluaran itu digunakan. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat pemetaan pengeluaran, apakah pengeluaran tersebut sifatnya rutin bulanan atau tahunan, hal tersebut akan berguna sebagai bahan dalam membuat perencanaan keuangan.

  1. Menyusun Rencana Pengeluaran (Budgeting)

Dalam menyusun rencana pengeluaran, hal-hal yang perlu diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Membedakan kebutuhan dan keinginan
  • Pilihlah prioritas Pengeluaran terlebih dahulu
  • Cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran. 
  1. Menabung secara Periodik

Menabung sebaiknya dilakukan segera setelah mendapatkan penghasilan, bukan menunggu “sisa” uang. Dengan demikian, setelah menerima pendapatan, langsung simpan sejumlah uang sesuai yang direncanakan. Pisahkan rekening untuk tabungan dan bila perlu, pilih rekening tabungan tanpa fasilitas ATM. Hal ini dilakukan untuk mencegah kita dari “godaan” untuk mengambil uang tabungan.

  1. Perencanaan Program untuk Masa Depan

Rencanakan keperluanmu untuk jangka panjang. Perkirakan target periode pencapaian dan dana yang dibutuhkan. Setelah itu tentukan target dana yang harus disisihkan per hari atau per bulan.

  1. Menabung Secara Periodik untuk Masa Depan

Persiapkan tabungan untuk keperluan atau rencana khusus di masa depan. Perkirakan jumlah tabungan yang disisihkan, sehingga mencapai jumlah yang cukup ketika waktunya tiba.

Sudah tahu, ‘kan, penting dan apa gunanya belajar pengelolaan keuangan dalam kehidupan kita. Mengelola uang bukan hanya penting dipelajari oleh akuntan saja, tapi kamu juga harus paham, biar nggak kehabisan uang di pertengahan bulan. Untuk informasi lebih lengkapnya kalian bisa klik link berikut https://www.yonk.io/.