Posted on

Perkembangan Teknologi untuk Hadapi COVID-19 (Ep 3)

Matahari terbit di ufuk timur, suara kicauan burung, dan aroma embun di pagi hari seakan menyambut Vania. Pagi itu, ia bangun lebih awal karena ia sudah memiliki janji bertemu dengan temannya. Sambil menyantap sarapannya, ia menyalakan TV dan mengganti saluran ke saluran berita. Ia ingin mengetahui perkembangan wabah COVID-19 yang sudah menggemparkan dunia. 

“Pa, Ma, yang positif terjangkit COVID-19 udah semakin bertambah, yang meninggal juga nambah. Ini juga udah mulai masuk Jogja, lho.” 

“Lha iya, bahkan udah ada 1 yang dinyatakan positif COVID-19 di Jogja. Makanya, kamu jangan sering-sering keluar ya. Jaga jarak dari orang-orang kalau memang harus keluar rumah.”

Mewabahnya COVID-19 juga berdampak pada bisnis orang tua Vania. Orang tua Vania sendiri sudah sejak lama bergelut dalam bisnis perhotelan di Yogyakarta. Tetapi, semenjak kabar bahwa di Indonesia sudah banyak yang positif terjangkit COVID-19, ruang gerak masyarakat pun menjadi terbatas. Masyarakat di beberapa daerah sudah mulai melakukan self-isolation, begitu pula yang terjadi di Yogyakarta. Alhasil, sektor pariwisata mendapatkan dampak terburuknya. Hotel-hotel kini sepi pengunjung, begitu pula tempat-tempat wisata. Hal ini menyebabkan turunnya pemasukan bisnis orang tua Vania yang memiliki hotel bintang empat di salah satu daerah wisata di Yogyakarta. Tidak hanya itu, orang tua Vania juga tidak dapat setiap hari bolak-balik ke hotel milik mereka untuk bekerja. Yang paling krusial adalah memonitor keuangan hotelnya, orang tua Vania kini harus mengandalkan laporan digital karena memang masyarakat diminta untuk melakukan self isolation. 

“Daripada Papa bingung harus gimana, coba deh pakai YONK. Aku udah pakai YONK sejak bulan lalu dan sekarang aku gak perlu repot lagi mikirin alur keuanganku.” kata Vania.

“Tapi, susah gak memahami sistemnya?” tanya papanya.

“Tenang saja, Pa. buka dulu aja websitenya, nanti Papa bisa mencoba demonya dulu sebelum memutuskan menggunakan sistem ini atau tidak. Pokoknya mudah deh untuk dipahami. Aku aja paham, lho.” Jelasnya. 

Untung saja, orang tua Vania menggunakan kecanggihan teknologi bernama YONK, yang merupakan sistem berbasis teknologi Blockchain. Sistem ini nantinya akan membantu pengguna untuk mengatur laporan keuangan perusahaan secara real time. Tidak hanya itu, YONK juga akan membantu untuk memberikan perencanaan keuangan jangka panjang. Data yang terkumpul dalam sistem Blockchain sendiri sudah tersusun secara rapi dan akurat. Sehingga pebisnis yang menggunakan YONK tidak perlu lagi merasa khawatir terkait masalah keuangan perusahaan. Mau tau lebih lengkap tentang YONK? Yuk, simak artikelnya di https://www.yonk.io. 

“Terus gimana karyawan-karyawan di hotel? Bukannya beberapa minggu lalu ada turis Jepang yang mengadakan rapat di hotel kita, Pa?”

“Oh iya, benar juga. Apa kita minta karyawan-karyawan untuk cek ya? Apalagi yang memiliki kontak langsung dengan turis-turis itu.”

“Nah, Pa. Kebetulan banget, nih. Supaya Papa dan karyawan di sana tidak repot mengurus administrasi rumah sakit, coba deh mereka diarahkan untuk berobat atau cek kesehatan di RS Senantiasa Sehat. Rumah sakit itu udah menggunakan sistem yang bernama AELL, yang akan mempermudah proses administrasi calon pasien di rumah sakit.” Jelas Vania.

“Itu sistemnya pakai Blockchain juga? Sama dengan sistem yang kamu saranin tadi?” tanya Papanya.

“Yap, benar sekali. Kalau papa mau tau informasi detail tentang AELL itu, coba deh buka linknya di https://www.aell.co/.”

Banyak sekali hal yang tidak diketahui oleh orang tua Vania terkait perkembangan teknologi yang sudah semakin maju dan memudahkan pekerjaan mereka. Orang tuanya sangat senang mengetahui adanya sistem-sistem tersebut, terlebih lagi di masa-masa self isolation di mana mereka diminta untuk tetap di rumah dan melakukan pekerjaannya dari rumah. 

Sama seperti orang tuanya, Vania juga mengalami kesulitan ketika wabah COVID-19 sudah masuk ke Indonesia. Ia tidak dapat dengan leluasa untuk melakukan perjalanan luar kota demi memonitor bisnis kosmetiknya. Biasanya, dalam sebulan ia akan pergi ke Bandung untuk memonitor proses produksi kosmetiknya, hingga pendistribusian produk. Karena ruang geraknya kini terbatas, mau tak mau Vania harus mengontrol semuanya dari rumah. Oleh sebab itu, seorang temannya merekomendasikannya untuk menggunakan sebuah sistem bernama VIE yang di dalamnya memiliki sistem ERP (Enterprise Reduce Planning). Sistem ERP ini akan membantu Vania untuk mengoptimalisasikan informasi terkait logistik, penjualan, hingga persediaan secara otomatis. Nantinya, Vania akan mendapatkan update informasi terkait perkembangan bisnisnya tersebut setiap hari. Vania sendiri sudah tidak asing lagi dengan sistem berbasis teknologi Blockchain. Karena beberapa kali temannya memperkenalkan Vania kepada sistem-sistem luar biasa yang dapat mempermudah pekerjaannya. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang sistem ERP ini, silakan klik di https://www.vie.co.id.

 

<—- Episode 2

Posted on

Tips Agar Bisa Membeli Rumah Dengan Modal Gaji UMR

Generasi millennials selalu diramalkan dengan generasi yang susah memiliki rumah pribadi, apalagi yang hidup di Jakarta. Karena harga rumah yang sekarang ini sangat mahal, bahkan jika ingin membeli rumah harus jauh dari perkotaan agar mendapat harga yang sedikit lebih murah. Kita dapat  saja membeli rumah dengan berhemat dan menabung, yang mahal itu sebenarnya sih gaya hidup sehari-hari. Jika kamu sedikit menekan gaya hidup dan mulai berinvestasi dan menabung mungkin impian untuk beli rumah itu bisa saja terjadi. Nah berikut ini adalah tips agar bisa membeli rumah dengan gaji UMR:

  1. Berhemat dan Menabung untuk DP

Sebisa mungkin kamu harus menabung penghasilan sebesar 20% secara konsisten, sebisa mungkin kamu harus berhemat menekan pengeluaran untuk membayar DP rumah KPR. Sebisa mungkin kamu harus benar-benar memperhatikan urusan pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang kamu untuk berbelanja keperluan utama, jangan berlebihan apalagi menggunakan kartu kredit batasi hal tersebut.

2. Cari KPR yang menawarkan DP 0%

Saat ini, Bank Indonesia memiliki aturan yang membebaskan bank menentukan uang muka yang harus dibayar nasabah, bahkan hingga 0 persen atau 10 persen untuk rumah pertama. 

Kamu bisa menabung untuk mengumpulkan DP sebesar 10%, atau mencari bank yang menyediakan KPR sebesar 0%. Untuk kamu yang punya gaji UMR, tak perlu menunggu waktu lama deh untuk mengumpulkan uang muka. Kesempatan untuk punya rumah pun terbuka lebar!

3. Alokasikan pengeluaran untuk cicilan rumah

Mencicil rumah adalah tanggung jawab yang akan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Apabila kamu tak terbiasa menyisihkan uang dalam waktu lama seperti untuk KPR, maka sebaiknya kamu mulai membiasakan diri. Supaya bisa memproyeksikan berapa jumlah cicilan yang harus dibayarkan kelak, kamu bisa coba manfaatkan kalkulator KPR di sini. 

  1. Ikuti Lelang Rumah 

Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah. Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut, Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya rumah yang diikutsertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank. Namun, jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, sebaiknya terlebih dahulu mengecek kondisi rumah, beserta akses menuju ke sana, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan bebas banjir.

Banyak jalan menuju Roma, banyak juga cara untuk memiliki rumah bagi karyawan dengan gaji UMR sekalipun. Jangan patah semangat dan semoga kamu semakin termotivasi untuk membeli rumah ya. Gunakan Aplikasi YONK untuk mengatur keuangan kamu sekarang, karena dengan menggunakan Aplikasi YONK akan mempermudah kamu dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran kamu sehingga kamu seperti memiliki perencana keuangan yang handal. YONK sebagai salah satu aplikasi berbasis teknologi blockchain yang memberikan rasa kepercayaan, keamanan dengan traceability yang tinggi sehingga kamu tidak perlu lagi khawatir dengan keamanan penyimpanan uang mu dengan sistem YONK ini.  Daftar segera di YONK, klik link berikut untuk informasi selengkapnya  https://www.yonk.io

Posted on

Bahagia Di Hari Tua

Bapak pernah bercerita bahwa beliau bekerja mulai dari usia 18 tahun. Saat itu Bapak terhitung baru saja lulus dari STM (Sekolah Teknik Menengah) jurusan bangunan. Bapak bercerita, di domisilinya kala itu masuk STM lebih digemari karena lebih banyak praktek dibanding teori, sehingga banyak pula kemampuan berkaitan dengan hardskill yang didapat, khususnya ilmu mengenai teknik bangunan.

Bapak mengisahkan, kali pertama bekerja hanyalah sebagai tukang kebun di suatu instansi, ya mengecek tanaman sekaligus menyiramnya di jam yang sudah ditentukan. Semacam kerja di lapangan dan terbilang serabutan. Waktu itu Bapak mengaku tidak keberatan apalagi malu, terpenting adalah bisa bekerja dan membantu orang tua.

Sambil bekerja, setelah dirasa uang tabungan cukup, Bapak mencoba melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Sayang, karena fokus terbagi dua antara bekerja dan kuliah, akhirnya banyak nilai yang terbengkalai dan Bapak harus merelakan kuliahnya tersebut. Dengan segala perjuangan Bapak dalam bekerja sampai ke posisi terakhir yang diemban, akhirnya beliau pensiun setelah selama kurang lebih 40 tahun berkarir. Sebagaimana seseorang yang meninggalkan kebiasaannya setelah selama berpuluh tahun dilakukan, sedih tidak dapat dipungkiri dan tak terbantahkan.

Karena kurang berminat dalam berwirausaha, akhirnya Bapak memutuskan untuk menikmati masa pensiun di rumah, bermain dengan cucu dan menjadi “tukang ojek pribadi” Ibu yang masih aktif mengajar sebagai guru di salah satu sekolah.

Saya menghargai pilihan Bapak sebagaimana beliau menghargai setiap keputusan yang saya tentukan dalam hidup. Saya dan Bapak memang seringkali berbeda pendapat, maka tak jarang saya sering menegaskan bahwa, dengan segala resikonya saya sudah mempertimbangan mengenai beberapa langkah yang diambil. Selain dari itu, saya teramat menyayangi dan menghormati beliau. Dalam kesederhanaannya, beliau selalu membuat saya bahagia tanpa kenal lelah dan itu semua membekas dalam ingatan hingga sekarang.

Sebagaimana anak-anak lain yang pada masanya suka menonton Tom & Jerry, saya pun ikut menyukainya dan Bapak mengetahui hal itu. Maka seringkali saya dibawakan CD Tom & Jerry walau bajakan. Hehe. Toh, bagi saya bukan soal bajakannya, lebih kepada niat membuat saya senang.

Bapak juga senang sekali memberi kejutan. Seringkali saya dibelikan mainan olehnya sepulang kerja. Itu kenapa sewaktu kecil, bagi saya menanti Bapak pulang bekerja adalah hal yang paling menyenangkan dibanding menanti jawaban darinya yang tak kunjung ada kepastian. Saat ini, aktivitas Bapak selain antar-jemput Ibu untuk kebutuhan mengajar, layaknya beberapa pensiunan lain, adalah membaca. Sedari dulu beliau memang hobi membaca, dari mulai membaca koran sampai dengan beberapa majalah. Beliau juga bercerita semasa sekolah memiliki hobi kirim tulisan ke beberapa surat kabar, saat itu honor yang didapat sekitar 750 rupiah yang pada masanya tergolong cukup untuk mentraktir gebetan di kedai soto terdekat.

Badminton menjadi salah satu olahraga favorit Bapak dan sampai dengan saat ini masih terus ditekuni dengan teman sebayanya. Tentu tidak akan selincah dulu, namun efektif dalam menghilangkan rasa jenuh dan suntuk pada masa pensiun. Paling penting, beliau tetap bahagia serta menjaga mood positifnya melalui badminton.

Atas apa yang dilakukan selama hidup sampai dengan saat ini, dari mulai bekerja, menafkahi serta membuat keluarga bahagia tak terkecuali saya sebagai anak. Bapak layak menikmati hari tua sebagaimana mestinya dengan cara apa pun yang beliau mau. Itu semua bisa ia lakukan karena ia pandai merencanakan keuangannya dari selama ia kerja berpuluh-puluh tahun. Beberapa tahun sebelum ia pensiun, ia bekerja sama dengan Yonk.io dalam mengolah keuangan perencanaan masa depan, bapak berharap agar kelak masa tua nanti tidak perlu khawatir mengambil jalan yang salah mengenai keuangan yang dimiliki nya. Berkat Yonk.io, keuangan yang bapak miliki teratur dengan rapi dan efisien, bahkan saya masih bisa kuliah karena perencanaan bapak yang matang. Saya berharap banyak masyarakat Indonesia yang lebih peduli akan perencanaan keuangan di masa yang akan datang kelak, agar tidak menyesal dikemudian hari. Berkat Yonk.io, masa depan bapak sekeluarga menjadi lebih baik. Jika ingin tau lebih lengkap tentang Yonk.io anda bisa cek di link berikut https://www.yonk.io/.

Sekarang, sudah semestinya saya yang bekerja keras, bahkan lebih keras dari apa yang beliau lakukan dahulu dengan segala tantangan dan kesulitan yang ada. Atas apa yang sudah dilakukan oleh Bapak, beliau layak mendapat apresiasi, sudah menjadi kewajiban sebagai anak harus menghormati. Sebab, bagaimana kondisi kita saat tua nanti masih menjadi misteri yang tidak ada seorangpun mengetahui.

Posted on

Kerja Keras Yang Membuahkan Hasil

Saat masih berusia 9 tahun, Maria lebih mahir menggunakan cangkul dan garu dibandingkan bermain dengan boneka. Tak seperti anak-anak sebayanya, wanita yang dibesarkan di pinggiran kota Semarang, Jawa Tengah ini harus menjalani usia mudanya untuk bekerja sebagai buruh anak. Setiap hari, Maria membantu sang ayah bekerja di kebun. Meski bukan milik sendiri, kebun yang digarapnya tersebut setidaknya bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Hari-harinya berjalan seperti biasa, hingga pada usia 12 tahun sang ayah meninggal dunia. Tidak ada lagi yang bisa menafkahi keluarga, ibunya juga harus berjuang mati-matian menghidupi Maria dan 9 saudaranya.

“Saat itu saya baru mengerti bahwa sesuatu bisa menjadi buruk kapan saja,” tutur Maria

Lantas, ia bersama ibu dan saudara-saudaranya memutuskan pindah ke rumah nenek. Maria dan sang ibu bekerja di pabrik gula menjadi buruh potong tebu. Setiap hari ia bekerja selama 10 jam. Bosan dengan hidup yang serba kesusahan, Maria akhirnya bertekad untuk mengubah nasibnya. Di usia 17 tahun ia memutuskan hijrah ke kota bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kehidupan yang dijalaninya kala itu pun jauh dari kecukupan, ia hanya punya waktu libur dua hari dalam sebulan. Semua hasil upahnya pun harus ia kirim ke kampung untuk membantu ibu dan adik-adiknya. Menjalani hidup sebagai pembantu rumah tangga tak lantas membuat Maria puas. Maria merasa banyak kesenjangan yang harus dirasakannya apalagi ketika bekerja dengan orang-orang kaya.

Dengan tekad yang besar, Maria akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. Ia kemudian masuk ke sekolah kejuruan agar bisa bekerja kantoran sebagai seorang resepsionis. Di tahun 1995, Maria dihadapkan pada satu kesempatan yang mengubah hidupnya. Istri dari bos tempat ia bekerja memintanya untuk membantu membuat kue. Tak tanggung-tanggung, Maria diminta merancang kue seberat 35 kilogram.

“Istri bos saya senang untuk menjual kue. Suatu hari, ia mengalami cedera kaki. Dia kemudian meminta saya untuk membantunya membuat kue. Saya tidak pernah memanggang sebelumnya, saya hanya mengikuti instruksi. Untungnya hasil kue itu memuaskan,” cerita Maria.

Sang istri bos sangat senang dengan kue yang Maria buatkan. Ia pun menghadiahi Maria sebuah mixer dan meminta Maria membuat kue lebih banyak untuk teman-temannya. Setelah itu, semua kesempatan semakin terbuka lebar untuk Maria. Ia tak hanya bekerja sebagai resepsionis, kala malam Maria juga sibuk membuat pesanan kue.

Dua tahun setelahnya, Maria memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Ia membuka gerai toko kue pertamanya yang diberi nama Sensacoes Doces. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, ia mampu membuka cabang di empat tempat berbeda. Setelah mampu dikenal luas oleh masyarakat, salah seorang teman menyarankan Maria untuk membuat franchise. Meski ia tidak terlalu tahu tentang dunia franchise, wanita ini akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran temannya tersebut.

Benar saja, hanya dalam waktu singkat, gerai kuenya kini menjamur di 50 lokasi berbeda. Dua dekade setelah ia membuka gerai toko pertamanya, Maria kini memiliki lebih dari 100 outlet di beberapa kota dan negara. Tiap toko, ia mempekerjakan lebih dari 15 orang pegawai. Maria menuturkan, ia memiliki dua mimpi besar dalam hidupnya. Ia ingin membuat sang ibu tidak lagi harus bekerja di ladang tebu. Ia juga ingin anak-anaknya tidak merasakan pengalaman pahitnya dulu.

“Awalnya saya takut bisnis ini berkembang sangat pesat dan saya tidak memiliki pengalaman yang cukup. Tapi di satu poin saya mengerti bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saya bahkan harus bersyukur sudah bisa berada di titik ini,” tutur Maria.

Kesuksesan yang Maria miliki bukan dengan cara yang mudah dan Instan, ia bekerja keras untuk meraih kesuksesannya tersebut. Ia bekerja siang dan malam, mencoba untuk mengumpulkan pundi – pundi modal untuk membuka toko kue pertama nya itu. Setelah toko kue pertamanya berhasil ia miliki, ia langsung mencoba menggunakan aplikasi Yonk.io, dimana aplikasi Yonk.io ini merupakan aplikasi berbasis blockchain yang membantu Maria dalam mengelola keuangan penjualannya dengan lebih teratur dan terpercaya. Sistem blockchain yang memberikan keamanan dan kemudahan bagi penggunanya untuk menjaga keamanan alur keuangannya dengan sistem kas yang canggih dan juga realtime, jadi pembukuan keuangan masuk serta keluar semuanya diatur oleh Yonk.io, berkat itulah toko Maria semakin sukses dan akhirnya ia berhasil membuka ratusan toko lainnya di berbagai daerah. Untuk lebih lengkapnya mengenai Yonk.io, anda bisa klik link berikut https://www.yonk.io/

Posted on

Cashback Dompet Digital Bertebaran, Siapa Sih Yang Diuntungkan?

Betapa banyaknya dompet digital bertebaran di Indonesia saat ini, Layanan mobile payment semakin populer seiring meningkatnya pemakaian smartphone hingga 70% dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Terlebih, semakin banyak pilihan aplikasi e-wallet tanpa kartu untuk bertransaksi. Ada juga jenis e-wallet yang menggunakan kartu yang sering kita gunakan untuk membayar tol, transportasi umum dan lain-lain. Sudah bukan rahasia lagi masyarakat loyal kepada brand-brand tersebut karena promo, cashback yang diberikan oleh dompet digital tersebut. 

Banyak konsumen di Indonesia yang menggunakan dompet elektronik ini karena tergiur dari promo-promo bakar uang dari perusahan penyedia layanan. Tapi Tanpa terintegrasi dengan layanan ride-sharing, pemain dompet digital lain akan sukar berebut pengguna. Banyaknya pemain baru membuat segmen ini sumpek dan kadang-kadang membingungkan pengguna. Seseorang yang ingin membeli kemeja flanel seharga Rp350.000 tidak bisa menggunakan uang elektronik karena tercecer Rp200.000 di Go-Pay, Rp100.000 di OVO, Rp25.000 di DANA, dan sisanya tertanam awet pada LinkAja. Banyak uang yang tercecer dengan banyak penggunaan dompet e-wallet seperti ini, ini akan membuat konsumen boros.

Anda mungkin bertanya-tanya siapa sih yang diuntungkan perang cashback dompet digital ini? siapa yang memberikan diskon tersebut? Tentu saja investor dari masing-masing aplikasi. Dalam bisnis start up, ada rasio yang dinamakan Cash Burn Cash burn inilah dana yang memang sudah dipersiapkan untuk di“bakar” dalam bentuk promo untuk melakukan akuisisi pengguna aplikasi

Siapa yang diuntungkan di sini? Apakah masyarakat pengguna? Jawabannya belum tentu. Anda sebagai pengguna apakah ada kebutuhan membeli barang yang ditawarkan dengan pembayaran aplikasi tersebut? Apabila jawabnya Iya, maka anda mungkin akan diuntungkan dengan diskon tersebut. jika jawabannya tidak, maka anda yang rugi. Karena tergiur promo-promo anda menjadi boros mengeluarkan uang yang tak seharusnya keluar. 

Ingat, diskon 10 persen artinya anda tetap belanja dengan 90 persen uang anda atau diskon 50 persen cashback, artinya anda tetap keluar uang sebesar 50 persen untuk barang yang belum tentu anda butuhkan. Lebih hemat jika anda tidak membeli.

Seperti contoh Bram seorang mahasiswa yang masih dibiayai oleh orang tuanya. Tinggal di perantauan membuat Bram harus bertahan hidup di kota perantauan. Bram bertahan hidup di Jakarta dengan gaya hidup yang keras ini, melalui cashback yang diberikan berbagai produk e-wallet. Bram bisa menghemat hingga 1 juta rupiah setiap bulannya dengan menggunakan cashback. Ketika ingin membeli makanan, di bayar dengan e-wallet ia mendapatkan cashback 30% sehingga uang cashback tersebut bisa digunakan kembali untuk membeli makanan selanjutnya. 

Saran saya anda harus bijak dalam menggunakan e-wallet. Dengan YONK Tidak sulit kok mengatur keuangan, anda dapat mengatur keuangan anda dengan lebih aman dan terpercaya dengan menggunakan sistem teknologi Blockchain yang diterapkan YONK. 

YONK (https://www.yonk.io) dapat membantu mengatur keuangan Anda secara cepat dan mudah. YONK memberikan kemudahan dalam melihat pos-pos pemasukan dan pengeluaran Anda sehingga Anda seperti memiliki perencana keuangan yang handal. Daftar segera di YONK (https://www.yonk.io).

Posted on

Sering Disebut Sobat Miss-queen? Ini Tips Agar Jadi Sobat Tajir

Kamu sering disebut sobat miss-queen? (sobat miskin) tapi kamu menerima dengan senang hati saja jika di panggil sobat miskin? Seharusnya kalian memikirkan perkataan tersebut dengan tanggapan yang positif dan memulai untuk semangat menjadi sobat kaya. Mau tau tips agar menjadi sobat kaya di tahun 2020? Ini dia tips nya. 

  1. Hilangkan kebiasan minum-minuman kekinian

Kalian sering beli minuman hits? Boba, kopi, milk tea dan minuman yang lain-lain. Sebenarnya apa yang membuatmu membeli minuman tersebut, karena memang butuh apa hanya penasaran dengan minum hits tersebut. kebanyakan anak muda sekarang menghabiskan uang untuk membeli makanan dan minuman karena lapar mata saja. Lapar mata seperti itu akan membuat kamu kebocoran pengeluaran dan membuat kamu boros. 

Coba ganti kebiasan mu, biasanya kamu membeli kopi dengan harga 40 ribu rupiah sekarang kamu ganti dengan membeli emas, saham atau menabung uang tersebut. jika kamu konsisten melakukan hal tersebut maka uang mu akan terkumpul banyak. contoh saja jika kamu dalam satu bulan membeli minuman hits 6 gelas sebulan dengan harga 40 ribu maka kamu sudah mengeluarkan uang 240 ribu. Jika dikalikan 12 bulan saja kamu sudah mengumpulkan 2.880.000 dalam setahun itu hanya untuk beli minuman hits saja. 

2.Bergaya macam bos ketika kamu punya uang lebih

Ketika diawal bulan setelah mendapatkan gaji, kamu langsung menghabiskan uang tersebut untuk, menghibur diri. Perasaan seperti itu tidaklah salah. Namun jika keseringan “memanjakan diri”, itu justru bisa berefek buruk bagi kondisi finansial mu. Gaya hidup seperti itu kalau keterusan bisa menjurus kepada pemborosan. Uang yang kamu pakai bisa kamu alihkan untuk investasi atau sekedar ditabung. Kamu boleh memanjakan diri sesekali namun jangan sampai keseringan. 

  1. Belanja online 

Maraknya e-commerce di Indonesia dapat membantu perekonomian masyarakat kecil di Indonesia,dan membantu kemudahan berbelanja. Apapun yang kita cari pasti selalu ada dalam genggaman handphone. Tergiur dengan harga murah di online shop dan promo-promo menarik lainnya membuat kita ingin membeli produk tersebut yang terkadang tidak kita butuhkan. Ditambah lagi adanya paylater yang membuat kita mudah saja untuk berhutang. Budget yang harusnya bisa digunakan untuk bertahan hidup sampai gajian tiba malah digunakan untuk membeli barang yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan. 

  1. Nongkrong di Café mahal 

Demi unggahan instastory, kamu rela mengeluarkan uang lebih untuk sekedar nongkrong di cafe yang harga makanan/minumannya relatif mahal. Biar dibilang “hits” dan kekinian. Padahal sekalinya nongkrong di tempat itu kamu bisa menghabiskan 10% dari penghasilan bulanan yang seharusnya bisa digunakan untuk menabung atau berinvestasi.

  1. Gaji naik gaya hidup naik 

Idealnya, jika gaji bertambah besar, maka saldo tabungan atau investasi juga akan ikut membesar. Namun faktanya, tetap segitu-segitu saja. Itu terjadi karena gaya hidup kamu juga ikut naik seiring dengan naiknya penghasilan. Dari yang tadinya sudah kenyang makan di kaki lima, kini perut baru bisa kenyang setelah makan di restoran. Dari yang tadinya cuma naik motor, kini harus naik mobil biar terasa nyaman. 

Jika kamu menghindari kebiasaan konsumtif seperti itu maka kamu akan menjadi sobat kaya di tahun 2020. Tidak sulit kok mengatur keuangan, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang banyak. YONK (https://www.yonk.io)  dapat membantu mengatur keuangan Anda secara cepat dan mudah. YONK memberikan kemudahan dalam melihat pos-pos pemasukan dan pengeluaran Anda sehingga Anda seperti memiliki perencana keuangan yang handal. Daftar segera di YONK  (https://www.yonk.io).

Posted on

Karir Iwan Hampir Hancur Karena E-wallet?

Setiap pagi Iwan harus bertarung dengan kejamnya jalan Jakarta, macet dimana-mana rumah Iwan saat ini berada di Ciputat sedangkan kantor Iwan di Kuningan. Bangun subuh-subuh melawan kemacetan Iwan mencari jalan lain ternyata sama aja merah semua. Pulang kantor macet pergi ke kantor macet, bikin stress di kantor kerjaan menumpuk, ingin pindah mencari tempat tinggal di daerah kantor tapi Kostan di sana mahal. Saat musim hujan seperti Iwan terpaksa menggunakan mobil pribadi karena, mahal jika menggunakan angkutan umum. Demi menghemat Iwan terpaksa melewati kejam jalanan Jakarta yang sadis. 

Hari ini Iwan adalah jadwal Iwan harus melakukan presentasi di Kantornya, Iwan sangat deg-degan karena macetnya jalanan Jakarta Iwan takut tidak bisa sampai tepat waktu. Di jalan Iwan berdoa agar sampai tepat waktu dikantor karena ini adalah momen yang menentukan nasibnya kedepan. Iwan yang panik di dalam mobil sampai lupa mengisi saldo e-Wallet nya untuk membayar tol. di tol Iwan panik dia tidak bisa mengisi saldo. Semua mobil di belakang Iwan mulai marah-marah, mereka membunyikan klakson yang membuat Iwan semakin panik, dia tidak tahu bagaimana menghadapi situasi ini,pikirannya dipenuhi dengan waktu mepet untuk melakukan presentasi, hari ini seperti hari sial baginya. Tiba-tiba seorang pria menghampiri mobil Iwan,

“Pak…pak ada yang bisa saya bantu?” sapa pria tersebut

“Ini mas saya lupa mengisi saldo e-Wallet” Jawab Iwab dengan nada panik

“Oalah gampang pak, sini saya bantu isi pak, pakai aplikasi YONK bapak lebih mudah mengisi saldo e-Wallet, fitur YONK didalam aplikasi YONK juga dapat, melihat jumlah saldo di dalam kartu e-Wallet kita, ada history penggunaan e-Wallet yang transparan dan keamanan terjamin” jawab pria tersebut sambil mengambil hapenya membuka aplikasi YONK

“Terimakasih masjawab Iwan dengan leganya 

Kejadian di tol tersebut menjadi pelajaran bagi Iwan untuk lebih tenang menghadapi masalah, Iwan yang juga terbantu dengan aplikasi YONK mulai menginstal aplikasi tersebut di handphonenya, takut terjadinya kejadian tidak terduga seperti tadi lagi. 

Meskipun Iwan tiba di kantor sedikit lebih telat, Iwan tetap dapat melanjutkan presentasinya. Iwan menjelaskan keadaannya kepada bos nya yang dengan baik hati memaklumkan keadaan tersebut. 

YONK adalah aplikasi yang memudahkan kita dalam bertransaksi menggunakan e-Wallet dengan aplikasi YONK kamu bisa e-Wallet kamu lebih aman dan lebih dibuat mudah. Daftar segera di YONK untuk memudahkan kamu bertransaksi menggunakan e-wallet dengan keamanan data yang terlindungi menggunakan teknologi berbasis blockchain (https://www.yonk.io)

Posted on

Yuk Berpikir Cerdas Dalam Mengelola Keuangan

Hari ini nggak terasa sudah di awal tahun baru 2020 ya. Gimana uang bulanan masih aman, ‘kan? Wah, kalau uang bulananmu sudah mulai menipis, berarti kamu harus mulai belajar pengelolaan keuangan, nih. Hah, emang perlu ya? Perlu banget! Simak penjelasannya di bawah ini ya. Bukan hanya bank atau perusahaan saja yang membutuhkan pengelolaan keuangan. Perusahaan kecil, Startup, serta dalam kehidupan sehari-hari perannya juga tak kalah penting, lho. Misalnya seperti mengelola keuangan pribadi atau keluarga. Tujuannya agar masalah ekonomi di masa datang dapat terminimalisir, dan perencanaan keuangan kita bisa sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, ada beberapa tujuan lainnya yaitu:

Mengelola uang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, ada beberapa tahapan yang perlu diikuti agar tujuan-tujuan di atas dapat tercapai. Ini dia tahapan serta penjelasannya:

Langkah-langkah dalam pengelolaan keuangan:

  1. Mencatat Aset/Harta yang Dimiliki

Setiap orang pasti memiliki aset/harta yang dicatat sebagai harta produktif maupun konsumtif. Harta produktif adalah harta yang memberikan penghasilan rutin atau keuntungan pada saat harta tersebut dijual kembali. Contohnya, tabungan (yang tidak dipakai untuk belanja) atau rumah (yang disewakan). Di sisi lain, harta konsumtif adalah harta yang tidak memberikan penghasilan, baik penghasilan secara rutin maupun keuntungan ketika dijual kembali. Contohnya, perlengkapan dan peralatan rumah tangga atau kendaraan.

  1. Pencatatan Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Di tahap ini, pastikan semua pemasukan dan pengeluaran kamu tercatat ya. Misalnya, biaya transportasi dan membeli buku akan termasuk pengeluaran dan uang bulanan dari orangtua termasuk dalam pemasukan. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran berguna untuk memberikan informasi tentang banyaknya uang yang telah masuk dan yang dikeluarkan. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk mengontrol pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Coba bayangkan kalau kita pergi main ke mall sama teman-teman, nonton di bioskop, minum kopi di kafe, lalu beli cemilan, dan nggak catat pengeluaran kita. Tanpa disadari pasti pengeluaran kita akan “membengkak” dan bisa jadi jatah uang bulanan kita akan habis dalam satu hari. Waduh, bahaya!

  1. Identifikasi Pengeluaran Rutin Bulanan, dan Tahunan

Setiap orang biasanya punya pola pengeluaran yang mirip dari bulan ke bulan, termasuk dari tahun ke tahun. Setelah memiliki catatan pengeluaran, coba perhatikan apa saja yang menjadi pengeluaran rutin kamu dan lihat berapa kali pengeluaran itu digunakan. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat pemetaan pengeluaran, apakah pengeluaran tersebut sifatnya rutin bulanan atau tahunan, hal tersebut akan berguna sebagai bahan dalam membuat perencanaan keuangan.

  1. Menyusun Rencana Pengeluaran (Budgeting)

Dalam menyusun rencana pengeluaran, hal-hal yang perlu diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Membedakan kebutuhan dan keinginan
  • Pilihlah prioritas Pengeluaran terlebih dahulu
  • Cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran. 
  1. Menabung secara Periodik

Menabung sebaiknya dilakukan segera setelah mendapatkan penghasilan, bukan menunggu “sisa” uang. Dengan demikian, setelah menerima pendapatan, langsung simpan sejumlah uang sesuai yang direncanakan. Pisahkan rekening untuk tabungan dan bila perlu, pilih rekening tabungan tanpa fasilitas ATM. Hal ini dilakukan untuk mencegah kita dari “godaan” untuk mengambil uang tabungan.

  1. Perencanaan Program untuk Masa Depan

Rencanakan keperluanmu untuk jangka panjang. Perkirakan target periode pencapaian dan dana yang dibutuhkan. Setelah itu tentukan target dana yang harus disisihkan per hari atau per bulan.

  1. Menabung Secara Periodik untuk Masa Depan

Persiapkan tabungan untuk keperluan atau rencana khusus di masa depan. Perkirakan jumlah tabungan yang disisihkan, sehingga mencapai jumlah yang cukup ketika waktunya tiba.

Sudah tahu, ‘kan, penting dan apa gunanya belajar pengelolaan keuangan dalam kehidupan kita. Mengelola uang bukan hanya penting dipelajari oleh akuntan saja, tapi kamu juga harus paham, biar nggak kehabisan uang di pertengahan bulan. Untuk informasi lebih lengkapnya kalian bisa klik link berikut https://www.yonk.io/.

Posted on

Ada E-wallet Boros atau Hemat?

Artikel ini merupakan bagian dari program #MelekUang: E-Wallet, entah apa yang merasuki-Mu ?!
Program ini merupakan kerjasama antara beberapa perusahaan berbasis blockchain untuk meningkatkan kesadaran atas perlindungan data pengguna dan transaksi finansial khususnya uang dan dompet digital (e-wallet).
Tulisan-tulisan dalam program #MelekUang, terinsipirasi dari kejadian-kejadian nyata. Walaupun demikian, beberapa tokoh, karakter, kejadian, lokasi dan dialog adalah fiksi dan disusun dengan dramatis agar lebih menarik. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Xiumin seorang pegawai di perusahaan swasta yang baru lulus kuliah dengan gaji UMR tapi dia memiliki gaya sosialita tanpa batas, dia salah satu pengguna aktif uang elektronik, karena dia merasa tap, tap, tap, beres deh dan merasa mudah digunakan untuk MRT, KRL, dll.

Tanpa sadar dia tidak tahu bahwa sudah banyak dia melakukan transaksi dan menjadi boros karena tidak ada bukti fisik pengeluarannya. Hampir semua millenials di Jakarta yang menggunakan uang elektronik tidak peduli dengan catatan transaksi pengeluaran mereka dan itu akan membuat mereka konsumtif serta tidak pernah merasa cukup dengan gaji sebesar apapun. Kartu E-Wallet saat ini tidak memberikan jaminan keamanan keuangan kita dan tidak ada bukti transaksi fisik, dengan menggunakan Aplikasi YONK di smartphone, kita bisa mengamankan uang elektronik serta transparan dalam catatan pengeluaran.

e-Wallet, entah apakah yang merasuki-Mu ?!

Program ini merupakan kerjasama dari beberapa perusahaan berbasis blockchain di Indonesia untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap keamanan data dan transaksi finansial secara digital khususnya e-wallet.

Beberapa perusahaan yang terlibat adalah:

Temindo (Teknologi Mandiri Indonesia, PT)

TEMINDO adalah perusahaan yang memberikan solusi otomasi bisnis untuk integrasi dan kolaborasi perusahaan-perusahaan dengan teknologi blockchain.
Website: https://www.temindo.com

PureHeart

PureHeart adalah inisiatif yang berbasis kegiatan sosial yang berkomitmen kepada tujuan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development goals) dengan teknologi blockchain secara menyeluruh (end-to-end) sehingga taraf hidup masyarakat Indoensia semakin meningkat.
Website: https://pureheart.ledgernow.com

SSC (Sustainable Supply Chain)

SSC (Sustainable Supply Chain) adalah solusi blockchain untuk kolaborasi cepat dan aman bagi perusahaan-perusahaan dalam rantai pasok (supply chain) yang bertujuan untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan pelayanan konsumen dan mempercepat pengiriman barang dan jasa ke konsumen.
Website: https://www.ssc.co.id

YONK

YONK adalah sebuah aplikasi pengelolaan keuangan untuk pemilik UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sehingga mereka mendapakan laporan keuangan yang real time dengan fitur predicition analysis untuk membantu meningkatkan kredibilitas UMKM kepada perusahaan pembiayaan (Financing Companies) menggunakan teknologi blockchain.
Website: https://www.yonk.io

PIE

PIE (Personal Identification Exchange) adalah solusi KYC (Know Your Customer) berbasis blockchain untuk mencegah terjadinya pencucian uang (Anti Money Laundry / AML) dan pembiayaan terorisme (Terrorism Financing)
Website: https://www.pie.co.id

AELL

AELL adalah solusi untuk membantu pengelolaan data rekam medis secara digital dan terintegrasi antar rumah sakit dan klinik sehingga mempercepat proses pelayanan pasien, mempermudah rujukan dan melindungi data pasien dengan teknologi blockchain.
Website: https://www.aell.co

BIJAK

BIJAK adalah perusahaan berbasis teknologi untuk membantu perusahan-perusahaan dalam mengimplementasi teknologi blockchain yang optimal dan dapat mempercepat proses bisnis yang terintegrasi yang aman dan terpercaya.
Website: https://www.b-jak.com

VIE

VIE adalah aplikasi manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi berdasarkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 (atau terbaru) dengan teknologi blockchain.
Website: https://www.vie.co.id

Posted on

Kisah Keluarga yang Tidak Dapat Mudik Gara-gara E-Wallet

Artikel ini merupakan bagian dari program #MelekUang: E-Wallet, entah apa yang merasuki-Mu ?!
Program ini merupakan kerjasama antara beberapa perusahaan berbasis blockchain untuk meningkatkan kesadaran atas perlindungan data pengguna dan transaksi finansial khususnya uang dan dompet digital (e-wallet).
Tulisan-tulisan dalam program #MelekUang, terinsipirasi dari kejadian-kejadian nyata. Walaupun demikian, beberapa tokoh, karakter, kejadian, lokasi dan dialog adalah fiksi dan disusun dengan dramatis agar lebih menarik. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Lupakanlah ketemu dengan Opa dan Oma di tahun ini. Pak Imam tidak habis pikir, kenapa kartu e-wallet yang dia beli seminggu lalu tidak dapat digunakan. Dia tempelkan berkali-kali di depan mesin penjualan minuman otomatis (vending machine), namun tetap tidak berhasil. Anak satu-satunya, Maya, ingin sekali minum susu yang sedang kekinian di sana. Mau keluar peron sudah tidak memungkinkan karena kereta sebentar lagi tiba.

Tangisan si buah hati yang mencuri perhatian Roni, yang kebetulan sedang tunggu di sana, akhirnya mencoba membantu. Ternyata setelah dilihat, kartunya sudah patah. Padahal minggu lalu, Pak Imam baru saja mengisi Rp. 300.000 ke dalamnya dan sekarang tidak bisa digunakan lagi. Sungguh sayang.

Roni menyarankan untuk pergi ke Bank, hal yang sulit untuk orang seumuran Pak Imam. Dan itu ternyata kartu satu-satunya. Pak Imam bingung bagaimana e-wallet nya bisa kembali lagi, karena kartunya sudah patah dan tidak terbaca lagi? Roni tidak habis akal, dia segera mengirim pesan whatsapp ke temannya di Jakarta.

15 menit lagi, kereta akan segera berangkat, untunglah Tami segera membalas pesan Whatsapp dari Roni. Dengan menggunakan fitur Recovery My e-Wallet, yang ada di dalam YONK, Roni dengan cepat membantu menginstall aplikasi YONK di smartphone punya Pak Imam. Data kartu tercatat dan langsung terverikasi saldo terakhir dan proses blokir dan pemindahbukuan bisa berlangsung dengan cepat.

Maya tidak lagi rewel, telah tidur dengan nyenyak di pangkuan ibunya, dan senyum Pak Imam yang tidak hilang terpantul di jendela kereta karena uang digitalnya telah kembali.

 

 

e-Wallet, entah apakah yang merasuki-Mu ?!

Program ini merupakan kerjasama dari beberapa perusahaan berbasis blockchain di Indonesia untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap keamanan data dan transaksi finansial secara digital khususnya e-wallet.

Beberapa perusahaan yang terlibat adalah:

Temindo (Teknologi Mandiri Indonesia, PT)

TEMINDO adalah perusahaan yang memberikan solusi otomasi bisnis untuk integrasi dan kolaborasi perusahaan-perusahaan dengan teknologi blockchain.
Website: https://www.temindo.com

PureHeart

PureHeart adalah inisiatif yang berbasis kegiatan sosial yang berkomitmen kepada tujuan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development goals) dengan teknologi blockchain secara menyeluruh (end-to-end) sehingga taraf hidup masyarakat Indoensia semakin meningkat.
Website: https://pureheart.ledgernow.com

SSC (Sustainable Supply Chain)

SSC (Sustainable Supply Chain) adalah solusi blockchain untuk kolaborasi cepat dan aman bagi perusahaan-perusahaan dalam rantai pasok (supply chain) yang bertujuan untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan pelayanan konsumen dan mempercepat pengiriman barang dan jasa ke konsumen.
Website: https://www.ssc.co.id

YONK

YONK adalah sebuah aplikasi pengelolaan keuangan untuk pemilik UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sehingga mereka mendapakan laporan keuangan yang real time dengan fitur predicition analysis untuk membantu meningkatkan kredibilitas UMKM kepada perusahaan pembiayaan (Financing Companies) menggunakan teknologi blockchain.
Website: https://www.yonk.io

PIE

PIE (Personal Identification Exchange) adalah solusi KYC (Know Your Customer) berbasis blockchain untuk mencegah terjadinya pencucian uang (Anti Money Laundry / AML) dan pembiayaan terorisme (Terrorism Financing)
Website: https://www.pie.co.id

AELL

AELL adalah solusi untuk membantu pengelolaan data rekam medis secara digital dan terintegrasi antar rumah sakit dan klinik sehingga mempercepat proses pelayanan pasien, mempermudah rujukan dan melindungi data pasien dengan teknologi blockchain.
Website: https://www.aell.co

BIJAK

BIJAK adalah perusahaan berbasis teknologi untuk membantu perusahan-perusahaan dalam mengimplementasi teknologi blockchain yang optimal dan dapat mempercepat proses bisnis yang terintegrasi yang aman dan terpercaya.
Website: https://www.b-jak.com

VIE

VIE adalah aplikasi manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi berdasarkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 (atau terbaru) dengan teknologi blockchain.
Website: https://www.vie.co.id